BERITA

“Mark Up: Platform Mentoring Lomba Bisnis dan Karier Karya Mahasiswa FEB UNAIR Raih Pendanaan P2MW Tingkat Nasional 2026”

“Mark Up: Platform Mentoring Lomba Bisnis dan Karier Karya Mahasiswa FEB UNAIR Raih Pendanaan P2MW Tingkat Nasional 2026”

Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, sekelompok mahasiswa Universitas Airlangga menghadirkan inovasi platform mentoring yang berfokus pada pengembangan kompetensi bisnis dan kesiapan karier mahasiswa. Melalui platform bernama “Mark Up”, tim mahasiswa multidisiplin tersebut berhasil lolos dan memperoleh pendanaan nasional dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) BELMAWA KEMENDIKTI 2025 kategori Jasa, Perdagangan, dan Pariwisata yang diumumkan pada 23 Mei 2025.

Program yang diselenggarakan oleh BELMAWA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tersebut menjadi salah satu wadah pengembangan wirausaha mahasiswa berbasis inovasi dan dampak sosial.Tim Mark Up dipimpin oleh Irvan Betrando Banjarnahor dari Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.

Tim ini juga beranggotakan Nadia Annadhiffah, Putri Zahra, Nayla Rahma Mawardi, serta Nicco Cahya Permana.

Mengusung konsep platform mentoring kompetensi bisnis berbasis on-demand, Mark Up hadir sebagai ruang pengembangan diri bagi mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan profesional, kesiapan karier, hingga pengembangan kompetensi lomba bisnis secara lebih fleksibel dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Berbasis pengembangan di Surabaya, platform Mark Up dijalankan secara digital dengan pendekatan layanan mentoring yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa. Kehadiran platform ini berangkat dari keresahan tim terhadap masih banyaknya mahasiswa yang memiliki potensi besar, tetapi belum memperoleh akses pendampingan yang tepat untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Menurut tim, banyak mahasiswa memiliki kemampuan akademik yang baik, namun belum memperoleh ruang yang memadai untuk mengembangkan nilai diri, kemampuan berpikir strategis, serta kesiapan profesional yang dibutuhkan dalam dunia industri yang semakin kompetitif. Di sisi lain, kompetisi bisnis kini tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga membuka berbagai peluang pengembangan karier, mulai dari program magang, Management Trainee (MT), hingga peluang untuk membangun usaha sendiri.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi yang dimiliki mahasiswa dan akses terhadap pendampingan yang mampu membantu mereka mengoptimalkan kemampuan tersebut. Keresahan inilah yang kemudian mendorong tim untuk menghadirkan wadah mentoring yang terstruktur, relevan, dan berkelanjutan bagi mahasiswa Indonesia.

Berangkat dari kondisi tersebut, Mark Up dikembangkan sebagai ekosistem pembelajaran berbasis mentoring yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penguatan pengalaman, kompetensi bisnis, dan pengembangan karier mahasiswa secara berkelanjutan.

Dalam proses pengembangannya, tim Mark Up tidak hanya berfokus pada pembangunan konsep bisnis, tetapi juga melakukan validasi pasar secara mendalam untuk memahami kebutuhan nyata mahasiswa terhadap layanan mentoring yang relevan, mudah diakses, dan berdampak.

Perjalanan Mark Up dalam memperoleh pendanaan juga tidak selalu berjalan mulus. Pada tahun 2025, Mark Up sempat diajukan dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), namun belum berhasil memperoleh pendanaan. Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi tim untuk terus menyempurnakan model bisnis, strategi, serta nilai yang ditawarkan.

Melalui kerja keras, komitmen, dan kolaborasi yang solid antaranggota tim, Mark Up akhirnya berhasil memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 dan siap mengembangkan sistem bisnisnya secara lebih terstruktur, inovatif, dan berkelanjutan.Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari peran dan pendampingan Noven Suprayogi, SE, M.Si, Ak selaku dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga yang senantiasa memberikan arahan, masukan, dan dukungan selama proses penyusunan proposal. Dengan dukungan tersebut, tim Mark Up mampu menyempurnakan konsep bisnis dan meningkatkan kualitas proposal sehingga berhasil meraih pendanaan nasional.

“Mark Your Beginning, We Back You Up.”

Slogan tersebut menjadi representasi komitmen Mark Up untuk menjadi katalisator pengembangan mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi, daya saing, dan kesiapan karier di era yang terus berkembang. Melalui layanan mentoring yang relevan, inklusif, dan berkelanjutan, Mark Up mendorong setiap mahasiswa untuk memulai perjalanan pengembangan diri secara lebih terarah.

Keberhasilan memperoleh pendanaan nasional P2MW menjadi langkah awal bagi Tim Mark Up untuk terus memperluas dampak sosial yang ingin diwujudkan. Ke depan, platform ini diharapkan mampu menjadi ruang pengembangan bagi mahasiswa Indonesia untuk meningkatkan daya saing, mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis melalui berbagai kompetisi bisnis, serta mengembangkan potensi diri secara berkelanjutan.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB UNAIR tidak hanya mampu menghadirkan inovasi bisnis berbasis teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi yang relevan terhadap kebutuhan generasi muda saat ini. Keberhasilan Tim Mark Up turut mempertegas komitmen FEB UNAIR dalam mendukung pengembangan mahasiswa yang kreatif, adaptif, dan berorientasi pada dampak sosial berkelanjutan.