BERITA

“Deorans: Inovasi Deodoran Alami Mahasiswa FEB UNAIR yang Tembus Pendanaan Nasional P2MW 2026”

“Deorans: Inovasi Deodoran Alami Mahasiswa FEB UNAIR yang Tembus Pendanaan Nasional P2MW 2026”

(FEB NEWS) Di tengah meningkatnya tren produk perawatan tubuh berbahan alami, sekelompok mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) berhasil menghadirkan inovasi bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga mengedepankan edukasi kesehatan berbasis ilmiah. Melalui produk deodoran alami bernama “Deorans”, tim mahasiswa FEB UNAIR sukses lolos pendanaan nasional dalam ajang Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Nasional 2026 kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan.

Program yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbudristek tersebut mengumumkan hasil pendanaan secara nasional pada Sabtu, 23 Mei 2026. Pada tahun ini, Universitas Airlangga berhasil meloloskan empat tim terbaik untuk memperoleh pendanaan P2MW tingkat nasional.

Tim Deorans dipimpin oleh Raihan Syah Rafi’ dari Program Studi S1 Akuntansi FEB UNAIR bersama anggota tim Muhammad Fayyadh, Revanza Gammastyan, Daphni Najwa Halafendi, serta Salwa Dwi Putri Arditiya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Deorans merupakan deodoran spray alami berbahan dasar tawas yang dikembangkan dengan delapan varian aroma segar. Tidak hanya menawarkan produk perawatan tubuh, Deorans juga hadir dengan pendekatan edukatif melalui transparansi kandungan dan literatur ilmiah mengenai kesehatan kulit.

Menurut tim Deorans, inovasi ini lahir dari keresahan masyarakat terhadap penggunaan deodoran kimia konvensional yang sering menimbulkan iritasi pada kulit sensitif dan meninggalkan noda kuning pada pakaian. Berangkat dari permasalahan tersebut, mereka mencoba menghadirkan alternatif produk yang lebih aman, alami, dan nyaman digunakan sehari-hari.

Berbeda dengan produk sejenis lainnya, Deorans mengedepankan pendekatan ilmiah dalam pengembangan produknya. Formulasi yang digunakan didukung oleh berbagai studi empiris mengenai efektivitas tawas sebagai agen antimikroba dan astringen. Selain itu, edukasi terkait kesehatan kulit juga secara aktif dikemas melalui infografis menarik yang dibagikan kepada masyarakat secara berkala.

“Deorans tidak hanya menjual produk, tetapi juga membawa edukasi mengenai kesehatan kulit dan penggunaan bahan alami yang aman bagi masyarakat,” ungkap Raihan.

Perjalanan Deorans sendiri dimulai dari skala kecil dengan modal awal sebesar Rp360 ribu. Dengan keterbatasan modal dan sumber daya manusia, seluruh proses bisnis dilakukan secara mandiri, mulai dari riset formulasi, produksi, pengemasan, hingga pemasaran.

Meski demikian, konsistensi dan strategi pemasaran digital yang dijalankan mampu membawa perkembangan signifikan bagi bisnis mahasiswa tersebut. Hingga saat ini, Deorans telah berhasil menjual lebih dari 1000 produk melalui TikTok Shop, 150 produk di Shopee, serta lebih dari 500 produk secara luring dengan tingkat ulasan positif mencapai 100 persen.

Untuk memperluas pasar, tim Deorans aktif mengikuti berbagai kegiatan tenant dan bazar di Surabaya, seperti Webs Vaganza di Galaxy Mall Surabaya, Charity Run HIMA Akuntansi FEB UNAIR, hingga konsinyasi di Bursa Mart FEB UNAIR. Selain itu, pemasaran digital juga dimaksimalkan melalui live streaming TikTok secara rutin untuk meningkatkan interaksi dengan konsumen.

Di balik perkembangan tersebut, tim Deorans juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari fluktuasi penjualan harian hingga keterbatasan jumlah anggota yang mengharuskan mereka melakukan multitasking dalam mengelola produksi, pengemasan, pemasaran, dan manajemen usaha secara bersamaan.

Melalui Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026, tim Deorans berharap dapat meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas jangkauan pasar, serta mengembangkan legalitas dan sertifikasi usaha secara lebih profesional. Program pembinaan tersebut nantinya akan berlangsung selama beberapa bulan dan berpuncak pada ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo tingkat nasional pada November 2026.

Keberhasilan Deorans lolos pendanaan nasional menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB UNAIR mampu menghadirkan inovasi bisnis yang adaptif, berbasis solusi, dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Prestasi tersebut sekaligus mempertegas komitmen FEB UNAIR dalam mendukung pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing nasional maupun global.