BERITA

BERTUTUR LEWAT KATA, BERTUTUR LEWAT LITERASI: JESSICA ANGEL BAWA SEMANGAT BAHASA INDONESIA HINGGA TOP 10 DUTA BAHASA JAWA TIMUR 2026

BERTUTUR LEWAT KATA, BERTUTUR LEWAT LITERASI: JESSICA ANGEL BAWA SEMANGAT BAHASA INDONESIA HINGGA TOP 10 DUTA BAHASA JAWA TIMUR 2026

(FEB NEWS) Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR), Jessica Angel berhasil mengharumkan nama Universitas Airlangga dengan menembus Top 10 Besar Finalis dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Jawa Timur 2026.

Ajang bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur bersama Ikatan Duta Bahasa Provinsi Jawa Timur dan berlangsung pada Rabu, 12 Mei 2026 di Aula Cut Nyak Dien Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur.

Kompetisi ini diikuti oleh 125 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur yang harus melalui proses seleksi ketat hingga akhirnya terpilih para finalis terbaik. Pada babak puncak, acara dibuka secara resmi oleh Arumi Bachsin Arumi Bachsin (Bunda Literasi Provinsi Jawa Timur) yang memberikan pembekalan kepada seluruh finalis.

Dalam proses penilaian grand final, para peserta diuji langsung oleh dewan juri yang terdiri dari Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, praktisi komunikasi, hingga pemenang Duta Bahasa Jawa Timur tahun sebelumnya. Seluruh rangkaian seleksi tidak hanya menguji kemampuan intelektual, tetapi juga kapasitas komunikasi, literasi, hingga ketahanan mental para finalis.

Bagi Jessica, ajang Duta Bahasa Jawa Timur bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah strategis untuk menyuarakan pentingnya menjaga martabat bahasa Indonesia di tengah fenomena lunturnya kebanggaan generasi muda terhadap bahasa nasional.

“Bahasa bukan sekadar alat komunikasi mekanis, melainkan wujud martabat dan identitas bangsa yang harus dijaga bersama,” ungkap Jessica.

Mahasiswa FEB UNAIR tersebut mengaku telah memiliki kecintaan terhadap dunia sastra dan bahasa Indonesia sejak duduk di bangku sekolah. Pengalaman menjadi Pemimpin Redaksi majalah sekolah dalam ekstrakurikuler jurnalistik semakin memperkuat ketertarikannya terhadap dunia literasi dan kebahasaan.

Melalui ajang ini, Jessica berhasil mengombinasikan disiplin ilmu manajemen yang dipelajarinya di FEB UNAIR dengan dunia kedutaan dan literasi untuk menggerakkan kesadaran berbahasa di kalangan generasi muda. Menurutnya, generasi muda perlu kembali memahami esensi Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing secara seimbang.

Perjalanan Jessica menuju Top 10 Besar Duta Bahasa Jawa Timur 2026 juga tidak mudah. Tahap awal seleksi dimulai dari administrasi, penulisan esai, hingga keaktifan dalam gelar wicara atau talkshow. Selanjutnya, peserta harus mempresentasikan program Krida Kebahasaan serta mengikuti wawancara mendalam.

Pada tahap pra-karantina, para finalis menjalani berbagai penugasan intensif seperti menyusun artikel populer dan memproduksi konten digital edukatif berbasis kebahasaan. Sementara pada tahap karantina, peserta diuji melalui public speaking dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta deep interview bersama dewan juri.

Dalam ajang tersebut, Jessica mengusung program Krida Kebahasaan bertajuk “TUTUR KITA”, sebuah gerakan literasi yang berfokus pada kesadaran berbahasa dan kesastraan Indonesia. Program tersebut diimplementasikan secara langsung melalui empat kali pertemuan di SMPN 1 Sedati, Sidoarjo.

“TUTUR KITA” memiliki dua sub-program utama. Pertama, “Jendela Jenggala”, yakni buku cerita anak berbasis sejarah lokal Sidoarjo yang dilengkapi audiobook dan permainan interaktif, termasuk pengenalan sejarah Candi Pari. Kedua, “Ruang Bertutur”, berupa kelas literasi bagi ekstrakurikuler jurnalistik yang membahas teknik penulisan artikel majalah, literasi kebahasaan, apresiasi sastra, hingga penerapan EYD dan KBBI yang baik dan benar.

Melalui program tersebut, Jessica berharap dapat menumbuhkan kesadaran literasi kebahasaan dan kesastraan Indonesia di kalangan generasi muda sekaligus merawat sejarah dan kearifan lokal melalui pendekatan kreatif dan edukatif.

Jessica juga membawa motto inspiratif yang menjadi semangat perjuangannya selama mengikuti ajang Duta Bahasa Jawa Timur 2026, yakni “Bertutur Lewat Kata, Bertutur Lewat Literasi.”

Prestasi Jessica Angel menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB UNAIR tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan literasi, kebahasaan, dan pelestarian identitas bangsa. Keberhasilan tersebut sekaligus memperkuat komitmen FEB UNAIR dalam mencetak generasi muda yang kritis, komunikatif, berintegritas, dan berdaya saing global.