BERITA

MENGUBAH LIMBAH JADI LEBIH BERGUNA: TIM ABDIMAS FEB UNAIR GELAR WORKSHOP DAUR ULANG SAMPAH ANORGANIK DI SDN MARMOYO

MENGUBAH LIMBAH JADI LEBIH BERGUNA: TIM ABDIMAS FEB UNAIR GELAR WORKSHOP DAUR ULANG SAMPAH ANORGANIK DI SDN MARMOYO

(FEB NEWS) Persoalan sampah anorganik, khususnya plastik, masih menjadi tantangan pelik yang membutuhkan solusi kreatif dan aplikatif sejak usia dini. Bergerak atas urgensi tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Implementasi Komunitas Ramah Lingkungan melalui Daur Ulang Sampah Anorganik bagi Siswa Sekolah Dasar” di SDN Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, pada Rabu 17 Juni 2026.

Program ini hadir sebagai upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui edukasi pengelolaan sampah anorganik dan praktik daur ulang yang kreatif. Sebanyak 43 siswa mengikuti kegiatan yang dirancang untuk membangun kebiasaan memilah sampah, memahami dampak pencemaran plastik, serta mengubah limbah menjadi produk yang bernilai guna.

Kegiatan dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri atas Sandra Sukma Embuningtiyas, Iswajuni, dan Vidya Intani Athfalina. Mengusung pendekatan partisipatif, tim tidak hanya memberikan materi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mengajak siswa terlibat langsung dalam setiap tahapan pengelolaan sampah sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.

Edukasi Interaktif dan Pengenalan Karakteristik Sampah

Rangkaian kegiatan diawali dengan edukasi interaktif mengenai karakteristik sampah anorganik, khususnya plastik, beserta dampaknya terhadap lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Melalui poster infografis dan video animasi, para siswa dikenalkan pada jenis-jenis plastik yang dapat didaur ulang serta langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi timbulan sampah sejak dari rumah.

Sandra Sukma Embuningtiyas, mewakili tim abdimas, mengatakan bahwa “anak-anak perlu diajarkan bukan sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi bagaimana melihat potensi dari sampah anorganik tersebut agar tidak berakhir menumpuk di tempat pembuangan akhir. Melalui metode pengajaran yang interaktif dan menyenangkan, kami menanamkan kesadaran bahwa tindakan kecil mereka dapat berdampak besar bagi bumi”.

Mengasah Kreativitas Melalui Lokakarya Ecobrick

Puncak dari sub-kegiatan diwujudkan melalui lokakarya pembuatan ecobrick yang melibatkan seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 4. Sebelum kegiatan berlangsung, para siswa telah diminta untuk membawa botol plastik dan kemasan plastik bekas dari rumah masing-masing sebagai bahan utama pembuatan ecobrick.

Didampingi oleh tim abdimas dan berkolaborasi dengan Sanggar Hijau Jombang, para siswa mempraktikkan secara langsung proses memotong, memasukkan, dan memadatkan sampah plastik ke dalam botol menggunakan tongkat bambu hingga menghasilkan ecobrick yang padat dan kuat. Ecobrick yang berhasil dibuat kemudian dirangkai menjadi sebuah kursi baca yang diserahkan kepada pihak sekolah sebagai fasilitas pendukung pojok literasi. Melalui metode learning by doing, siswa memperoleh pengalaman nyata bahwa limbah plastik dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Sirkulasi Ekonomi dan Manajemen Aset Hijau

Sementara itu, bagi siswa kelas 5 dan 6, tim memberikan pengenalan mengenai konsep ekonomi sirkular sederhana melalui pemanfaatan kembali wadah plastik bekas sebagai media tanam untuk kebun sekolah. Kegiatan ini mengenalkan prinsip penggunaan kembali sumber daya, efisiensi, serta pengelolaan aset sederhana yang ramah lingkungan sebagai bagian dari budaya hidup berkelanjutan.

Untuk memperkuat implementasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, Tim Abdimas FEB UNAIR juga menyerahkan bantuan berupa tempat sampah terpilah. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung pembiasaan memilah sampah sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah sekolah yang lebih terstruktur.

Kepala SDN Marmoyo, Edi Susanto Ariwibowo, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif nyata ini. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa karena memadukan edukasi lingkungan dengan praktik secara langsung. Pihak sekolah berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi SDN Marmoyo untuk membangun sistem pengelolaan sampah sekolah yang mandiri, tertib, dan mendukung upaya SDN Marmoyo menuju Sekolah Adiwiyata.

Melalui program yang selaras dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya tujuan 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan ini, Departemen Akuntansi FEB UNAIR berkomitmen untuk terus mendampingi komunitas sekolah melalui pembentukan Kader Hijau Cilik agar budaya daur ulang ini tetap lestari dan mengakar kuat.