
(FEB NEWS) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR). Tim mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam berhasil meraih Juara 1 National Islamic Economic Olympiad dalam rangkaian Gunadarma Sharia Economic Event (GSENT) 2026 yang diselenggarakan oleh KSEI Sharia Economic Forum (SEF) Universitas Gunadarma pada 10–11 Juli 2026 di Kampus D Universitas Gunadarma, Depok. Penghargaan tersebut diterima pada 11 Juli 2026 setelah tim berhasil melewati seluruh tahapan kompetisi yang berlangsung sangat kompetitif.
Tim FEB UNAIR diketuai oleh Ririn Rismayanti (Ekonomi Islam 2024) dengan anggota Siti Salmah MR (Ekonomi Islam 2025) dan Irru Lailatus Saffa (Ekonomi Islam 2025). Dalam kompetisi ini, sebanyak 11 tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berhasil lolos ke babak semifinal, sementara hanya dua tim yang ditetapkan sebagai juara utama. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas Dr. Yaser Taufik Syamlan, M.E., CIFP (Vice Rector for Academic and Student Affairs Universitas Tazkia), Prof. Dr. Euis Amalia, M.Ag (Guru Besar Ekonomi Islam FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), serta Dr. Laily Dwi Arsyianti, S.E., M.Sc. (Director CIBEST IPB University).
National Islamic Economic Olympiad merupakan salah satu kompetisi utama dalam GSENT 2026 yang mengusung tema “Strengthening the Islamic Economy for Sustainability: Enhancing Inclusion and Competitiveness Amidst Global Economic Challenges.” Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan analitis, memperdalam pemahaman ekonomi syariah, sekaligus merumuskan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan ekonomi nasional maupun global. Melalui ajang tersebut, peserta didorong untuk menghadirkan gagasan yang mampu memperkuat ekonomi syariah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Perjalanan tim FEB UNAIR menuju podium juara tidaklah singkat. Kompetisi diawali dengan penyusunan policy brief, dilanjutkan Quiz Team secara daring pada 21 Juni 2026. Berdasarkan hasil penilaian, tim berhasil masuk dalam 11 besar nasional yang diumumkan pada 25 Juni 2026. Tahap berikutnya adalah Academic Battle Test pada 5 Juli 2026 yang menguji kemampuan individu setiap anggota tim melalui 100 soal dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. Selanjutnya, pada babak luring di Universitas Gunadarma, tim mengikuti Policy Brief Presentation dan Think Fast Challenge, hingga akhirnya lolos sebagai empat tim terbaik yang berhak melaju ke babak final.
Pada babak semifinal, tim mengusung inovasi kebijakan bertajuk RAKSA (Risk-Sharing Acceleration & Automated Credit Scoring Architecture) sebagai solusi atas dominasi pembiayaan murabahah di perbankan syariah. Konsep tersebut dirancang untuk mempercepat implementasi pembiayaan berbasis bagi hasil melalui sistem automated credit scoring berbasis teknologi sehingga mampu meningkatkan kualitas analisis pembiayaan, meminimalkan risiko, sekaligus memperluas akses pembiayaan produktif bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Sementara itu, pada babak final tim mempresentasikan gagasan REFORM (Resilient Empowerment Framework for Optimizing Productive Zakat) sebagai solusi atas studi kasus bertema “Resiliensi Ekonomi sebagai Pilar Ketahanan Umat di Tengah Ketidakpastian Global dalam Perspektif Islam.” Inovasi tersebut menawarkan kerangka pemberdayaan berbasis zakat produktif yang mengintegrasikan penyaluran modal usaha, pendampingan bisnis, peningkatan literasi keuangan syariah, digitalisasi pengelolaan zakat, hingga kolaborasi antarpemangku kepentingan. Melalui pendekatan tersebut, zakat diharapkan tidak hanya menjadi instrumen bantuan konsumtif, tetapi juga mampu memperkuat UMKM, meningkatkan kemandirian mustahik, dan menciptakan ketahanan ekonomi umat secara berkelanjutan.
Ketua tim, Ririn Rismayanti, mengungkapkan bahwa motivasinya mengikuti kompetisi ini berawal dari keberhasilan kakak tingkat Program Studi Ekonomi Islam FEB UNAIR yang berhasil menjuarai ajang serupa pada tahun 2025. Prestasi tersebut menjadi penyemangat untuk melanjutkan tradisi prestasi sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Airlangga mampu bersaing di tingkat nasional. Baginya, kompetisi ini bukan sekadar ajang meraih gelar juara, tetapi juga kesempatan mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun rekomendasi kebijakan, berargumentasi secara ilmiah, serta memperkuat kerja sama tim.
Ririn berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tim merupakan hasil dari kerja keras, konsistensi, dan kolaborasi selama mengikuti seluruh rangkaian kompetisi. Sebagaimana motto yang dipegangnya, “Prestasi bukan tentang menjadi yang terbaik dari semua orang, tetapi tentang terus menjadi lebih baik dari diri sendiri dan menghadirkan manfaat melalui setiap ilmu yang dimiliki.”
Lebih dari sekadar capaian prestasi, gagasan yang dihasilkan tim FEB UNAIR mencerminkan kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi RAKSA dan REFORM menawarkan solusi yang berorientasi pada penguatan inklusi keuangan syariah, pemberdayaan UMKM, serta optimalisasi zakat produktif sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat. Gagasan tersebut sejalan dengan SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui perluasan akses pembiayaan produktif dan penguatan sektor usaha, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi dalam sistem pembiayaan syariah, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui peningkatan akses keuangan yang lebih inklusif, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan.