
(FEB NEWS) Mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR), Muhammad Fauzan Syamsuddin, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di bidang olahraga dengan meraih Juara 1 Kelas Under A Putra Dewasa pada ajang Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open Championship 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh PT. Satria Muda Pamungkas dan diikuti oleh sekitar 1.000 peserta dari berbagai daerah.
Kejuaraan berlangsung pada 4–5 April 2026 di GOR Lembah UGM, Yogyakarta. Dalam kompetisi tersebut, Fauzan tampil sebagai pemenang pada kategori Kelas Under A Putra Dewasa (<45 KG) setelah melalui rangkaian pertandingan yang dimulai dari proses klasifikasi berat badan hingga pertandingan final.
Pada kelas yang diikutinya, setiap atlet diwajibkan memenuhi kategori berat badan yang telah ditentukan. Selanjutnya, para atlet dipertandingkan secara langsung hingga tahap final, dengan penentuan kemenangan berdasarkan keunggulan poin atas lawan tanding.
Bagi Fauzan, setiap kejuaraan pencak silat memiliki makna yang sangat penting. Tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah untuk menyalurkan hobi sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa dapat berkontribusi bagi universitas melalui berbagai bidang, termasuk olahraga.
“Ketika saya memenangkan kejuaraan ini, maka saya bisa berkontribusi sedikit untuk mengharumkan nama Universitas Airlangga di kancah nasional maupun internasional pada bidang olahraga pencak silat,” ungkapnya.
Ia juga meyakini bahwa kontribusi mahasiswa terhadap kampus tidak terbatas pada bidang akademik saja. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki jalan dan peran masing-masing dalam memberikan prestasi terbaik.
Motivasi terbesar Fauzan dalam mengikuti kejuaraan ini adalah keinginannya untuk membawa nama baik Tapak Suci Universitas Airlangga, universitas, serta keluarganya di setiap kompetisi yang diikuti. Ia memegang teguh motto hidup:
“Menjadi kuat dan tunduk pada yang Maha Kuat.”
Di balik keberhasilannya, Fauzan menyampaikan bahwa keluarga menjadi sumber kekuatan utama dalam perjuangannya. Ia mengenang peran ibu, almarhum ayah, serta ketiga adiknya yang selalu menjadi alasan untuk terus bertahan dan berjuang.
“Menjadi anak pertama harus kuat untuk mengangkat derajat keluarganya. Dan disinilah perlahan saya memulainya,” tuturnya.
Lebih dari sekadar kekuatan fisik, Fauzan mengaku banyak belajar dari nilai-nilai yang diajarkan dalam agama dan Tapak Suci, terutama mengenai pentingnya kontrol diri dalam kehidupan. Baginya, menjadi kuat juga berarti memiliki mental yang tangguh, kesabaran, serta kerendahan hati di hadapan Allah SWT.
Melalui pencapaian ini, Fauzan berharap dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berusaha, berani mencoba hal baru, dan tidak ragu mengembangkan potensi diri di bidang apa pun yang mereka tekuni.
Prestasi Muhammad Fauzan Syamsuddin menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB UNAIR tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu bersinar di bidang olahraga dan membawa nama baik universitas di tingkat nasional.
Prestasi ini mendukung implementasi SDG 4: Quality Education melalui pengembangan potensi mahasiswa secara holistik, baik akademik maupun nonakademik. Selain itu, semangat disiplin, ketangguhan, dan pengembangan diri yang ditunjukkan juga sejalan dengan upaya menciptakan generasi muda yang berdaya saing dan berkarakter positif.