BERITA

HUGO ASSAMY WIRAMA RAIH JUARA 1 SLC CUP 2026, TIM AIRLANGGA JU-JITSU TEMBUS AJANG “ROAD TO JAPAN”

HUGO ASSAMY WIRAMA RAIH JUARA 1 SLC CUP 2026, TIM AIRLANGGA JU-JITSU TEMBUS AJANG “ROAD TO JAPAN”

(FEB NEWS) Surabaya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR). Hugo Assamy Wirama, mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam angkatan 2023, berhasil meraih Juara 1 (Winner) dalam ajang Kejuaraan Ju Jitsu se-Indonesia “SLC CUP 2026” Road to Japan.

Kejuaraan ini diselenggarakan oleh SLC CUP sebagai organizer independen yang diwadahi oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA) serta Institut Ju-Jitsu Indonesia (IJI), dengan dukungan juri profesional dari IJI dan Pengurus Besar Ju-Jitsu Indonesia (PBJI). Kompetisi berlangsung selama dua hari, pada Sabtu, 4 April 2026 hingga Minggu, 5 April 2026, bertempat di Fairway Nine Mall, Surabaya.

Ajang bergengsi ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, didominasi oleh universitas di Jawa Timur seperti Surabaya, Ponorogo, Malang, dan Kediri, serta diikuti pula oleh peserta dari Bandung. Meskipun jumlah peserta tidak dirilis secara spesifik, kompetisi berlangsung kompetitif dengan sistem gugur layaknya turnamen pada umumnya, dimulai dari kelas berat paling ringan.

Hugo Assamy Wirama menjadi salah satu peraih medali emas dari tim Airlangga Ju-Jitsu. Tim ini terdiri dari tujuh atlet, yaitu Nabil Daffa (K3), Alem Reyhan (K3), Yuniar Putri Larasati (Administrasi Publik), Hugo Assamy Wirama (Ekonomi Islam), Mamuare Mattiro Deceng (Bahasa Inggris), Muhammad Faiq Windraya Wiradinata (Kedokteran), dan Ivana Putri Felicia (Manajemen). Kepemimpinan tim berada di bawah ketua UKM Muhammad Faiq Windraya Wiradinata (Kedokteran 2024), sementara posisi ketua tim atlet dipegang oleh Naufal Zaidan Abdurrahman (Manajemen 2025).

Keikutsertaan dalam SLC CUP 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan berharga bagi para atlet untuk mengembangkan pengalaman bertanding serta membuka peluang mengikuti latihan bersama tim internasional Jepang. Melalui konsep “Road to Japan”, atlet yang berhasil meraih medali emas berkesempatan untuk mengikuti training camp bersama atlet Jepang sesuai cabang olahraga masing-masing.

Dalam persiapannya, tim Airlangga Ju-Jitsu menjalani Training Center (TC) secara intensif selama minimal satu bulan sebelum pertandingan. Latihan dilakukan enam kali dalam seminggu dengan satu hari istirahat setiap Minggu. Selain itu, para atlet juga menjaga pola makan dan berat badan secara disiplin untuk memenuhi syarat weigh-in yang dilaksanakan sehari sebelum pertandingan.

Selama kompetisi berlangsung, beberapa anggota tim sempat mengalami cedera. Namun, seluruh kondisi tersebut dapat ditangani dengan baik oleh tim medis yang tersedia di lokasi. Secara keseluruhan, pertandingan berjalan lancar dan sesuai dengan strategi serta game plan yang telah disusun selama masa latihan.

Bagi Hugo, partisipasinya dalam kompetisi ini didorong oleh keinginan kuat untuk terus berkembang dan membuktikan kemampuan diri. Ia menegaskan bahwa tidak ada dorongan yang lebih besar dalam bertanding selain keinginan untuk membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil. Ia juga menyadari bahwa olahraga combat seperti Ju Jitsu menuntut kekuatan fisik, mental yang tangguh, serta kedisiplinan tinggi.

“Pengalaman ini akan sangat berguna bagi saya di masa depan untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” ungkapnya.

Hugo juga membagikan motto hidupnya yang menjadi prinsip dalam berkompetisi, yaitu: “No such thing as Lose, only Win or Learn.”

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Hugo secara pribadi, tetapi juga bagi FEB UNAIR dan Universitas Airlangga secara keseluruhan. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, berani menghadapi tantangan, serta mengembangkan potensi diri baik di bidang akademik maupun non-akademik.