

(FEB NEWS) Departemen Manajemen Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat internasional yang berfokus pada pengembangan usaha masyarakat dan destinasi wisata berbasis komunitas di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Kegiatan diawali dengan agenda diskusi perencanaan yang dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026. Pada pertemuan tersebut, tim dari kedua universitas membahas hasil observasi awal serta menyusun rencana detail program yang akan dilaksanakan di dua lokasi pengabdian, yaitu Desa Plumbon Gambang dan Desa Sumber Biru.
Pada hari berikutnya, Kamis, 11 Juni 2026, tim melakukan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung kondisi lokasi serta berdiskusi dengan pengelola dan masyarakat setempat. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah sentra industri manik-manik di Desa Plumbon Gambang yang telah dikenal sebagai salah satu penghasil kerajinan manik-manik berbahan kaca dengan pasar yang menjangkau konsumen dalam maupun luar negeri.
Pada sesi diskusi dengan pihak pengelola desa dan pelaku UMKM, tim mengeksplorasi berbagai peluang, tantangan dan ancaman yang dihadapi industri tersebut dalam menjaga keberlanjutan usaha. Hasil diskusi tersebut menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap produk manik-manik masih sangat tinggi. Namun demikian, para pelaku usaha menghadapi beberapa kendala utama, antara lain semakin terbatasnya ketersediaan bahan baku kaca khusus yang digunakan untuk produksi serta keterbatasan kapasitas produksi akibat proses pembuatan yang masih dilakukan secara manual.
Kondisi tersebut menyebabkan pelaku usaha kesulitan memenuhi target penyelesaian pesanan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, kebutuhan akan dukungan teknologi berupa mesin produksi menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha. Selain itu, isu regenerasi tenaga kerja juga menjadi perhatian penting karena belum banyak generasi muda yang tertarik untuk melanjutkan usaha kerajinan tersebut di masa depan. Setelah menyelesaikan kegiatan di Desa Plumbon Gambang, tim melanjutkan program pengabdian ke Desa Sumber Biru, sebuah destinasi wisata yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat. Kawasan wisata ini dikembangkan di atas lahan milik bersama dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.
Salah satu keunikan Desa Sumber Biru adalah konsep wisata kuliner yang memungkinkan pengunjung menikmati makanan di atas aliran sungai sambil menikmati pemandangan alam di sekitarnya. Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi dengan fasilitas kolam renang yang menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan destinasi wisata tersebut, tim pengabdian memberikan berbagai bantuan yang dapat menunjang daya tarik kawasan, di antaranya perlengkapan dekorasi untuk area foto tematik serta sejumlah fasilitas pendukung untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Pada saat diskusi bersama pengelola wisata, terlihat bahwa masyarakat setempat memilih untuk mempertahankan pengelolaan kawasan secara mandiri dan menolak keterlibatan investor eksternal dalam pengelolaan wisata ini. Keputusan tersebut diambil karena adanya keinginan kuat untuk menjaga kendali atas arah pengembangan kawasan sekaligus memastikan bahwa manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar.
Hasil observasi lapangan dan diskusi dengan pengelola wisata menjadi bahan pembahasan lanjutan antara tim Departemen Manajemen UNAIR dan UiTM Malaysia. Pada sesi evaluasi dan perencanaan, kedua universitas menyusun berbagai rencana tindak lanjut sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan. Rencana tersebut mencakup pengembangan sejumlah program pendampingan yang berfokus pada peningkatan kapasitas pengelola, penguatan strategi pemasaran, serta pengembangan daya tarik wisata yang berbasis pada potensi lokal. Selain itu, tim juga mulai menyusun draft proposal hibah yang akan diajukan kepada berbagai lembaga pendanaan guna memperoleh dukungan finansial bagi pengembangan kawasan wisata dan pemberdayaan masyarakat setempat.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat internasional ini, Departemen Manajemen UNAIR dan UiTM Malaysia berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung keberlanjutan UMKM serta pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak langsung bagi pembangunan ekonomi lokal.