

(FEB NEWS) Upaya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan SMART–ACE Programme (Strategic Mobility for Academic, Collaboration & Excellence) bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Johor, Malaysia. Program yang berlangsung pada 8–13 Juni 2026 ini menghadirkan 21 mahasiswa UiTM beserta dosen pendamping untuk mengikuti rangkaian kegiatan akademik, pengabdian masyarakat, pertukaran budaya, hingga kolaborasi mahasiswa di lingkungan FEB UNAIR.
Delegasi UiTM didampingi oleh Cik Husnizam Bin Hosin, Dr. Maizura Binti Isa Kamarudin, dan Cik Masitah Binti Omar. Mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan FEB UNAIR, termasuk Wakil Dekan I Prof. Dr. Tika Widiastuti, SE., M.Si. dan Wakil Dekan III Novrys Suhardianto, SE., MSA., Ak., Ph.D., beserta staf dan dosen Departemen Akuntansi S1 FEB UNAIR yang turut hadir mendampingi seluruh rangkaian kegiatan.
Wakil Dekan III, Novrys Suhardianto menegaskan bahwa internasionalisasi tidak cukup diwujudkan melalui kerja sama administratif semata, tetapi harus diterjemahkan ke dalam pengalaman belajar yang nyata bagi mahasiswa. “Kami ingin menghadirkan lebih banyak ruang kolaborasi yang memungkinkan mahasiswa dan dosen terhubung dengan komunitas akademik global. Dari sinilah lahir pertukaran gagasan, inovasi, dan kerjasama yang memberikan manfaat bagi kedua institusi ,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan bersama pimpinan universitas dan organisasi mahasiswa, yang membahas peluang kolaborasi akademik, riset, program summer camp, serta pengembangan mobilitas mahasiswa di masa mendatang. Agenda kemudian berlanjut dengan faculty visit dan collaborative teaching yang menghadirkan topik Accounting Data Analytics serta Digital Technologies in Accounting. Sesi ini menjadi ruang pertukaran gagasan antara dosen dan mahasiswa mengenai transformasi dunia akuntansi yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi digital.
Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, SMART–ACE juga menghadirkan berbagai kegiatan yang memperkenalkan kehidupan sosial dan budaya Indonesia. Delegasi UiTM mengikuti program pengabdian masyarakat di sentra Batik Tulis Madura Jokotole Collection, berinteraksi dengan masyarakat pesisir Kenjeran, hingga mengenal sejarah Kota Surabaya melalui kunjungan ke Kampung Lawas Maspati dan Museum Hidup Kota Lama Surabaya. Berbagai agenda tersebut dirancang untuk memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap konteks sosial, budaya, dan ekonomi lokal.
Perwakilan UiTM Johor, Dr. Maizura Binti Isa Kamarudin, menyampaikan apresiasinya atas pengalaman akademik dan budaya yang diberikan FEB UNAIR selama program berlangsung. “SMART–ACE memberikan kesempatan bagi mahasiswa kami untuk belajar langsung dalam lingkungan akademik internasional sekaligus memahami budaya Indonesia secara lebih dekat. Pengalaman seperti ini sangat berharga dalam membentuk wawasan global mahasiswa,” ungkapnya.
Pada penghujung program, mahasiswa dari kedua institusi mengikuti case study presentation dan kegiatan olahraga bersama. Selain menjadi wadah penerapan pengetahuan akademik, sesi tersebut memperkuat interaksi antar mahasiswa serta menumbuhkan semangat kolaborasi lintas negara.
Melalui SMART–ACE 2026, FEB UNAIR kembali menegaskan posisinya sebagai fakultas yang aktif membangun kemitraan internasional. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi cerminan komitmen FEB UNAIR dalam mencetak lulusan berdaya saing global yang mampu berkolaborasi, beradaptasi, dan berkontribusi di tengah lanskap pendidikan tinggi yang semakin terhubung tanpa batas.
Editor: Sintya Alfafa