

(FEB NEWS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Dua mahasiswanya, Putu Indah Dita Padmayani (Manajemen 2024) dan Moch. Afif Ardiansyah (Ilmu Ekonomi 2024), berhasil terpilih dalam Program Google Student Ambassador (GSA) 2026, sebuah inisiatif global dari Google Indonesia yang bertujuan memberdayakan mahasiswa sebagai jembatan antara teknologi dan komunitas kampus.
Keberhasilan ini tidak diraih dengan mudah. Program GSA 2026 diikuti oleh sekitar 81.000 pendaftar dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 2.000 peserta yang dinyatakan lolos seleksi. Lebih lanjut, Putu dan Afif termasuk dalam 150 kandidat terbaik yang diundang secara khusus untuk menghadiri acara inaugurasi di Jakarta. Bahkan, Moch. Afif Ardiansyah juga mencatatkan pencapaian tambahan sebagai salah satu dari 13 talent terpilih yang akan tampil di platform resmi Google.
Program GSA 2026 sendiri berlangsung mulai April hingga Juli 2026, dengan rangkaian seleksi yang dimulai sejak 23 Februari hingga pengumuman pada 1 April 2026. Acara inaugurasi diselenggarakan pada 23 April 2026 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Google Indonesia secara resmi melantik para mahasiswa terpilih sebagai duta AI yang akan membawa dampak di lingkungan kampus masing-masing melalui pemanfaatan teknologi, khususnya Gemini AI.
Tidak hanya pelantikan formal, acara inaugurasi juga dikemas dalam bentuk festival kreatif yang menghadirkan talkshow inspiratif, networking session, serta berbagai booth interaktif. Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah talkshow bersama Farhan Jihan yang membahas personal branding dan pemanfaatan teknologi untuk pengembangan konten kreatif. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk menjalin relasi dengan mahasiswa berprestasi lainnya dari seluruh Indonesia serta tim Google Indonesia.
Selain itu, para delegasi juga mengikuti office tour di kantor Google Indonesia yang berlokasi di Pacific Century Place (PCP), SCBD, Jakarta. Dalam kunjungan tersebut, peserta diajak mengenal lebih dekat budaya kerja “Googley” yang menekankan fleksibilitas, kolaborasi, dan inovasi. Lingkungan kerja yang terbuka, fasilitas modern, serta semangat untuk terus belajar menjadi pengalaman berharga yang menginspirasi para mahasiswa.
Putu Indah Dita Padmayani menyampaikan bahwa motivasinya mengikuti program ini adalah untuk menunjukkan bahwa teknologi, khususnya AI, bukanlah ancaman bagi kemampuan berpikir manusia. “AI seharusnya menjadi asisten strategis yang membantu mempercepat riset dan eksplorasi ide, sehingga mahasiswa dapat lebih fokus pada pemikiran kritis dan inovasi,” ujarnya. Ia juga berharap dapat membantu meningkatkan literasi digital di lingkungan kampus.
Sementara itu, Moch. Afif Ardiansyah memaknai pencapaiannya sebagai sebuah tanggung jawab besar. Menurutnya, proses seleksi yang panjang hingga akhirnya dipercaya sebagai talent Google menunjukkan bahwa konsistensi dan keberanian untuk berkembang memiliki nilai nyata. “Teknologi bukan hanya alat, tetapi peluang untuk menciptakan dampak yang lebih luas. Saya ingin menginspirasi mahasiswa agar berani melampaui batas dan menjadikan teknologi sebagai akselerator,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar prestasi individu, partisipasi dalam GSA 2026 juga memiliki dampak yang lebih luas terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan (SDG 4) melalui literasi digital, mendukung kesiapan kerja di era ekonomi digital (SDG 8), mendorong inovasi berbasis teknologi (SDG 9), serta membuka akses yang lebih inklusif terhadap peluang global (SDG 10).
Prestasi yang diraih oleh Putu dan Afif menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FEB UNAIR mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global. Ke depan, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang terinspirasi untuk terus mengembangkan potensi diri, berani mengambil peluang, serta berkontribusi dalam menciptakan inovasi yang berdampak bagi masyarakat luas.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, langkah ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi mahasiswa FEB UNAIR untuk terus bersinar dan membawa nama baik kampus di panggung global.