BERITA

KULIAH TAMU FEB UNAIR BAHAS DINAMIKA PEREKONOMIAN INDONESIA DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL

KULIAH TAMU FEB UNAIR BAHAS DINAMIKA PEREKONOMIAN INDONESIA DI TENGAH KETIDAKPASTIAN GLOBAL

(FEB NEWS) Surabaya – Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan kegiatan guest lecture bertajuk “General Equilibrium and Uncertainty: Menelisik Dinamika Perekonomian Indonesia Kekinian” pada Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Dr. Fajri Muharja, SE., M.Sc., Ketua Umum APSEPI sekaligus dosen Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Andalas, sebagai narasumber.

Kuliah tamu yang diikuti oleh mahasiswa dan sivitas akademika FEB UNAIR tersebut dimoderatori oleh Nur Aini Hidayati, SE., M.Si., Ph.D., dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB UNAIR. Dalam pemaparannya, Dr. Fajri mengajak peserta memahami bagaimana ketidakpastian yang semakin kompleks memengaruhi perilaku pelaku ekonomi dan arah perkembangan perekonomian Indonesia.

Dr. Fajri menjelaskan bahwa berbagai tantangan global, seperti ketegangan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, perubahan iklim, serta disrupsi teknologi, menjadi faktor penting yang membentuk ekspektasi dan pengambilan keputusan rumah tangga, pelaku usaha, maupun pemerintah. Menurutnya, kemampuan memahami respons ekonomi terhadap berbagai ketidakpastian tersebut menjadi semakin penting dalam perumusan kebijakan yang efektif.

Lebih lanjut, ia memperkenalkan pendekatan Dynamic Stochastic General Equilibrium (DSGE) sebagai salah satu kerangka analisis ekonomi makro modern untuk mengkaji dampak berbagai guncangan ekonomi dalam jangka panjang. Melalui pendekatan tersebut, peserta diajak memahami bagaimana suatu krisis atau shock ekonomi dapat menimbulkan kerusakan struktural yang berdampak berkelanjutan terhadap investasi swasta dan konsumsi rumah tangga, atau yang dikenal sebagai scarring effect.

Selain membahas aspek teoritis, kuliah tamu ini juga menyoroti pentingnya efisiensi investasi publik dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Dr. Fajri menekankan bahwa kebijakan pemerintah perlu berorientasi pada upaya pencegahan (preventive policy) dibandingkan sekadar respons terhadap krisis. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mendorong pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap risiko bencana dan perubahan iklim guna menjaga stabilitas fiskal serta meningkatkan resiliensi ekonomi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab yang membahas berbagai tantangan ekonomi kontemporer yang dihadapi Indonesia. Melalui diskusi tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya perencanaan kebijakan yang adaptif dan berbasis bukti dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang terus berkembang.