BERITA

EXECUTIVE SHARING SESSION BERSAMA OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) : FEB UNAIR PERKUAT SINERGI AKADEMIK DAN KEBIJAKAN SEKTOR KEUANGAN

EXECUTIVE SHARING SESSION BERSAMA OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) : FEB UNAIR PERKUAT SINERGI AKADEMIK DAN KEBIJAKAN SEKTOR KEUANGAN

(FEB NEWS) SURABAYA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) menyelenggarakan Executive Sharing Session yang berlangsung di Ruang 2.02 Gedung Utama FEB UNAIR pada Jumat (19/6/2026). Acara ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan otoritas kebijakan di sektor jasa keuangan nasional. Pertemuan intensif ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan FEB UNAIR serta pimpinan OJK guna mendiskusikan dinamika industri keuangan, tantangan global, hingga arah kebijakan strategis.

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari kedua lembaga. Dekan FEB UNAIR didampingi oleh Wakil Dekan I Prof. Dr. Tika Widiastuti, Wakil Dekan III Novrys Supriyanto, Ph.D., dan Ketua Relasi Industri Dr. Dien Mardhiyah serta Tim Humas FEB UNAIR. Sementara dari pihak OJK, hadir Kepala Departemen Sekretariat Dewan Komisioner dan Hubungan Kelembagaan OJK A. Hari Tangguh Wibowo, Direktur Hubungan Kelembagaan OJK Hendra Jaya Sukmana serta Asisten Direktur Rizki Oddie dan Asisten Manajer Baiatun Nisaa.

Sebelum memasuki acara Executive Sharing Session, FEB UNAIR bersama OJK juga menggelar strategic meeting di ruang rapat pimpinan gedung ABC Universitas Airlangga. Pertemuan khusus ini secara spesifik membahas bahan rencana pengembangan kelembagaan serta proyeksi perpanjangan kerja sama formal antara kedua belah pihak di masa depan. Melalui koordinasi ini, FEB UNAIR dan OJK sepakat untuk merancang program kolaborasi yang lebih transformatif, inklusif, dan berdampak.

Acara Executive Sharing Session dibuka dengan sambutan oleh Wakil Dekan III FEB UNAIR, Novrys Supriyanto, Ph.D., Beliau menegaskan urgensi dan pentingnya menghadirkan OJK di FEB UNAIR, mengingat keterkaitan dan hubungan erat antara program studi di FEB UNAIR dengan Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada sesi pemaparan materi, A. Hari Tangguh Wibowo menjelaskan implementasi Internal Twin-Peak Model yang menyeimbangkan fungsi pengawasan kehati-hatian (prudential) dan pelindungan konsumen (market conduct). Ia juga menyoroti penguatan mandat OJK pasca-amandemen UU P2SK yang memperluas cakupan pengawasan, termasuk bursa mineral, komoditas strategis, pengelolaan dana publik seperti Haji dan Tapera, hingga aset kripto.

Sebagai langkah mitigasi risiko digital, OJK mengenalkan delapan Program Prioritas Strategis yang berfokus pada pelindungan konsumen melalui instrumen RIPLAY (Ringkasan Informasi Produk dan Layanan) guna menangkal investasi bodong akibat tren FOMO. Selain itu, OJK memperkuat pemberantasan aktivitas keuangan ilegal melalui Satuan Tugas PASTI dan pembentukan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Di tingkat regional, OJK juga memaksimalkan program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) dengan berfokus pada peningkatan skala empat komoditas unggulan, yaitu kopi, susu sapi, ketahanan pangan, dan ekonomi kreatif.

Melalui Executive Sharing Session yang dihadiri oleh seluruh elemen baik dari mahasiswa maupun masyarakat umum, FEB UNAIR sukses mempertegas posisinya sebagai mitra strategis utama OJK dalam mencetak talenta unggul. Sinergi ini diharapkan dapat terus melahirkan rekomendasi kebijakan yang adaptif demi menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.