

(FEB NEWS) Enam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga menghadirkan sebuah inisiatif baru di bidang olahraga dan gaya hidup melalui Suroboyo Mlayu Bengi, sebuah running party dan fun run dengan jarak 5 kilometer (5K). Mengusung konsep lari pada malam hari yang dipadukan dengan hiburan, kegiatan ini menjadi wujud kreativitas mahasiswa FEB UNAIR dalam membaca kebutuhan dan tren generasi muda sekaligus menghadirkan aktivitas positif bagi masyarakat.
Inisiatif tersebut digagas oleh enam mahasiswa Ekonomi Islam FEB UNAIR angkatan 2024, yakni Uje’ Bardsley Romadloni, Razan Muhammad Azzam, Fahmi Fahrizal Rachman, Firda Cipta Valentine, M. Iqbal Arifandi, dan Irham Adam Abdillah melalui promotor olahraga yang mereka kembangkan. Berbeda dengan kegiatan lari yang umumnya berorientasi pada kompetisi dan pencapaian waktu, Suroboyo Mlayu Bengi dirancang sebagai ruang yang lebih inklusif, khususnya bagi masyarakat yang baru ingin memulai olahraga lari.
Konsep tersebut lahir dari keinginan mahasiswa FEB UNAIR untuk menghadirkan segmentasi baru dalam aktivitas lari. Pemula dan anak muda yang sebelumnya belum memiliki pengalaman dalam olahraga lari menjadi salah satu kelompok yang ingin dirangkul melalui kegiatan ini. Dengan suasana yang lebih santai dan rekreatif, peserta tidak hanya diajak untuk berolahraga, tetapi juga menikmati pengalaman sosial melalui hiburan, doorprize, serta pertunjukan musik.
Konsep lari malam yang menjadi identitas kegiatan turut memberikan warna berbeda dalam aktivitas olahraga di Surabaya. Suroboyo Mlayu Bengi tidak ditempatkan semata-mata sebagai ajang untuk mengejar prestasi, tetapi sebagai upaya untuk memperkenalkan bahwa olahraga dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan karakter generasi muda.
Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan Grand Launching Suroboyo Mlayu Bengi pada 16 Agustus 2026, yang turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur dan Prof. Dr. Tika Widiastuti, SE., M.Si.. Grand launching tidak hanya menjadi momentum pengenalan kegiatan, tetapi juga diisi dengan aktivitas lari yang melibatkan masyarakat serta komunitas olahraga.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur menyampaikan pentingnya menghadirkan kegiatan-kegiatan positif di tengah masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya memperhatikan berbagai persoalan yang perlu dibenahi, tetapi juga membangun kebahagiaan melalui kegiatan yang sehat dan menyenangkan.
“Mari kita justru melakukan kegiatan yang positif. Bukan berarti kita cuek dengan hal-hal yang harus dibenahi, tetapi juga mari kita benahi level kebahagiaan kita dengan hal-hal yang menyenangkan.”
Dukungan juga disampaikan oleh Prof. Dr. Tika Widiastuti, SE., M.Si. terhadap inisiatif yang digagas mahasiswa tersebut. Kegiatan ini dinilai memiliki potensi untuk memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat melalui perpaduan antara aktivitas fisik, interaksi sosial, dan hiburan.
Grand launching Suroboyo Mlayu Bengi turut diikuti oleh 115 peserta yang berasal dari masyarakat umum dan komunitas-komunitas lari di Jawa Timur. Keterlibatan berbagai komunitas tersebut menunjukkan bahwa inisiatif mahasiswa FEB UNAIR dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa, komunitas, dan masyarakat melalui aktivitas yang positif.
Bagi FEB UNAIR, hadirnya Suroboyo Mlayu Bengi menjadi salah satu gambaran bagaimana mahasiswa tidak hanya dibentuk sebagai insan akademik, tetapi juga didorong untuk memiliki keberanian dalam berinovasi, membaca peluang, dan menghadirkan gagasan yang memiliki manfaat bagi masyarakat. Latar belakang mahasiswa Ekonomi Islam yang terlibat juga menunjukkan bagaimana kompetensi dan pembelajaran di lingkungan FEB dapat diterjemahkan ke dalam inisiatif nyata di luar ruang kelas.
Melalui gagasan tersebut, mahasiswa FEB UNAIR menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus hadir dalam bentuk teknologi atau bisnis konvensional. Mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, menciptakan pengalaman baru, membangun kolaborasi, dan menghadirkan aktivitas yang berdampak juga merupakan bentuk inovasi yang dapat lahir dari lingkungan pendidikan tinggi.
Inisiatif Suroboyo Mlayu Bengi sekaligus sejalan dengan komitmen Universitas Airlangga dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui pengenalan aktivitas fisik yang inklusif dan menyenangkan, kegiatan ini mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membangun gaya hidup yang lebih aktif dan sehat. Pada saat yang sama, keterlibatan komunitas dan masyarakat dalam kegiatan tersebut turut memperkuat ruang interaksi sosial yang positif di lingkungan perkotaan.