

(FEB NEWS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) melalui Departemen Ekonomi Syariah bekerja sama dengan Iqtishad Consulting, ADIRA Finance Syariah, dan IAEI DWP Jawa Timur, menyelenggarakan Workshop Nasional Keuangan Syariah (WNKS) dan Perusahaan Pembiayaan Syariah pada Kamis (11/6/2026) di Ruang 206 FEB UNAIR. Kegiatan yang diikuti secara luring dan daring oleh akademisi serta praktisi dari berbagai daerah di Indonesia tersebut bertujuan meningkatkan literasi dan kompetensi di bidang pembiayaan syariah, khususnya pada sektor multifinance syariah.
Workshop dibuka dengan sambutan dari Presiden Direktur Iqtishad Consulting, Assoc. Prof. Agustianto Mingka, Head of Syariah Adira Finance, Yusron Hibrizie, serta Ketua I DPW Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Jawa Timur, Prof. Dr. Sri Herianingrum. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara FEB UNAIR, Iqtishad Consulting, Adira Finance Syariah, dan IAEI dalam upaya memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Agustianto Mingka menyampaikan bahwa workshop tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi dosen dan akademisi ekonomi syariah mengenai berbagai akad dan produk pembiayaan syariah yang berkembang di industri multifinance. Ia juga mengapresiasi FEB UNAIR sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten dan produktif dalam mengembangkan pendidikan ekonomi syariah di Indonesia.
“Literasi dan inklusi keuangan syariah masih perlu terus ditingkatkan. Karena itu diperlukan sosialisasi dan peningkatan kesadaran masyarakat agar semakin memahami serta memanfaatkan produk-produk keuangan syariah,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Head of Syariah Adira Finance, Yusron Hibrizie, menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan syariah masih menjadi tantangan besar bagi industri. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa layanan pembiayaan dapat dilakukan melalui akad-akad syariah yang berbeda dengan sistem konvensional.
“Sebagai pelaku industri, kami memiliki tanggung jawab untuk terus mensosialisasikan dan meningkatkan literasi keuangan syariah kepada masyarakat. Karena itu kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting dalam memperluas pemahaman publik mengenai keuangan syariah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua I DPW IAEI Jawa Timur, Prof. Dr. Sri Herianingrum, menekankan pentingnya penguatan pemahaman terhadap akad-akad pembiayaan syariah di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini. Menurutnya, workshop semacam ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat kapasitas akademisi sekaligus memperluas sosialisasi ekonomi syariah kepada masyarakat.
“Literasi keuangan syariah masih menjadi pekerjaan besar bersama. Pemahaman masyarakat perlu terus diperkuat agar semakin memahami keunggulan dan karakteristik sistem keuangan syariah,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Dekan FEB UNAIR, Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE., hadir sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia memerlukan keterlibatan seluruh sektor secara inklusif, termasuk sektor keuangan syariah dan industri pembiayaan syariah yang terus berkembang.
Menurut Rudi, multifinance syariah memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, namun masih membutuhkan peningkatan literasi dan pemahaman yang lebih luas. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan pengetahuan dan diseminasi informasi kepada mahasiswa maupun masyarakat.
“Melalui workshop nasional ini, kami berharap peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai multifinance syariah sehingga mampu menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada mahasiswa, komunitas, dan masyarakat luas,” ungkapnya.
Selama workshop, peserta memperoleh pembekalan mengenai berbagai aspek pembiayaan syariah yang disampaikan oleh Assoc. Prof. Agustianto Mingka. Materi yang diberikan meliputi prinsip-prinsip ekonomi syariah dan identifikasi transaksi terlarang, akad dan wa’ad dalam perjanjian syariah, implementasi akad murabahah, penerapan al-bay’ wal istikjar (sale and lease back) untuk refinancing syariah dan pembiayaan multiguna, serta aplikasi multifinance syariah beserta perbedaannya dengan multifinance konvensional.
Melalui kegiatan ini, FEB UNAIR berharap dapat memperkuat sinergi antara akademisi dan industri dalam mengembangkan ekonomi syariah nasional. Selain meningkatkan kompetensi peserta, workshop ini juga diharapkan mampu mendukung penguatan literasi keuangan syariah, pengembangan sumber daya manusia yang unggul, serta perluasan implementasi prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam praktik bisnis dan keuangan di Indonesia.