BERITA

FEB UNAIR HADIRKAN PRAKTISI INDUSTRI BEDAH RANTAI PASOK LOGISTIK DIGITAL

FEB UNAIR HADIRKAN PRAKTISI INDUSTRI BEDAH RANTAI PASOK LOGISTIK DIGITAL

(FEB NEWS)  Rantai pasok global tak lagi sekadar urusan distribusi barang. Di tengah percepatan digitalisasi, kini berubah menjadi sistem kompleks yang menuntut presisi, kecepatan, dan integrasi teknologi. Realitas ini menjadi pijakan Departemen Manajemen FEB UNAIR dengan menggelar kuliah tamu bertema “Manajemen Operasi Global dan Rantai Pasok Logistik Digital”pada Jumat (10/4/2026) di Aula Miendrowo Kampus Dharmawangsa-B, FEB UNAIR.

Menghadirkan Direktur Utama PT Varia Usaha Bahari, Imam Santoso, forum ini membedah praktik langsung pengelolaan supply chain di industri logistik. Di hadapan mahasiswa dan dosen rumpun Manajemen Operasi, ia memaparkan bagaimana struktur Supply Chain Management (SCM) mengalami pergeseran signifikan seiring penetrasi teknologi digital.

Diskusi mengarah pada satu titik penting, sehingga penguasaan konsep saja tidak cukup. Mahasiswa dituntut memahami bagaimana rantai pasok bekerja dalam konteks nyata mulai dari perencanaan, distribusi, hingga respons terhadap dinamika pasar global. Moderator Raras Kirana Wandira, Ph.D, mengarahkan jalannya diskusi agar tetap kritis, sementara kehadiran Dr. Tuwanku Aria dan para dosen memperkuat nuansa akademik forum tersebut.

Selepas sesi utama, pembahasan berlanjut pada peluang kolaborasi antara kampus dan industri. Dipimpin Ketua Departemen Manajemen Dr. Yetty Dwi Lestari, SE.,MT., serta Ketua Satuan Penjaminan Mutu Prof. Dr. Indrianawati Usman, SE., M.Sc., diskusi mengerucut pada kebutuhan membangun ekosistem pembelajaran yang  lebih aplikatif.

Prof. Indrianawati menegaskan kuliah tamu bukan sekadar pelengkap, melainkan instrumen penting dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. “Mahasiswa perlu memaknai materi perkuliahan secara utuh, tidak berhenti pada konsep, tetapi mampu melihat relevansinya di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menekankan kolaborasi dengan industri membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa, seperti magang hingga keterlibatan kegiatan akademik yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Oleh karena itu, kemitraan bukan lagi pilihan tambahan, melainkan strategi pembelajaran.

Melalui forum ini, FEB UNAIR menegaskan posisinya sebagai institusi yang tidak hanya mentransmisikan pengetahuan, tetapi merancang pengalaman belajar yang kontekstual. Sehingga pendekatan semacam ini menjadi krusial untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif menghadapi kompleksitas global.

Editor: Sintya Alfafa