

(FEB NEWS) Sebagai langkah konkret dalam mewujudkan internasionalisasi dan mendorong terbentuknya ekosistem riset yang relevan di tingkat global, Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menyelenggarakan inisiatif mobilitas akademik internasional melalui program Visiting Professor. Pada tahun 2026 ini, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR mendapat kesempatan untuk mendapatkan kunjungan dari Prof. Ian Phau, yang merupakan John Curtin Distinguised Professor yang merupakan gelar profesor level tertinggi yang diberikan oleh Curtin University untuk akademisinya. Prof Ian Phau sendiri merupakan World’s Top 2% Scientists dengan H-Indeks Scopus 50.
Melalui program Visiting Professor UNAIR, Prof Ian Phau mengikuti serangkaian kegiatan luring yang telah sukses diselenggarakan di Surabaya mulai tanggal 26 April hingga 2 Mei 2026. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keunggulan riset, memfasilitasi pertukaran pengetahuan, dan memperkuat kemitraan strategis dengan akademisi dan universitas global sebagai bagian dari upaya UNAIR untuk menjadi World Class University.
Penjajakan Double Degree dan Kolaborasi Riset Strategis
Salah satu agenda utama kunjungan ini berfokus pada penguatan kemitraan akademik yang berkelanjutan. Pada 27 April 2026, kegiatan diawali dengan Program Kolaborasi Strategis dan Diskusi Riset.
· Pertemuan strategis ini secara khusus membahas potensi kerja sama akademik antara FEB UNAIR dan Curtin University, terutama peluang penyelenggaraan Double Degree Program untuk jenjang pascasarjana, khususnya di program studi Magister Sains Manajemen.
· Diskusi ini dihadiri oleh jajaran perwakilan FEB, perwakilan Departemen Manajemen, hingga para Koordinator Program Studi untuk jenjang sarjana maupun pascasarjana.
· Dilakukan pula pendalaman diskusi kolaborasi riset antara Prof. Ian Phau dengan dosen Pemasaran dan Grup Riset, khususnya di bawah naungan Center of Dynamic Capabilities.
Peningkatan Kapasitas Riset dan Publikasi Internasional
Disamping diskusi potensi Kerjasama strategis, dalam rangka meningkatkan kapasitas riset dan visibilitas global UNAIR, kunjungan ini juga diisi dengan lokakarya intensif yang menyasar mahasiswa doktoral dan dosen muda di Departemen Manajemen FEB UNAIR:
· Pada 28 April 2026, digelar workshop bagi mahasiswa S3 Manajemen UNAIR bertajuk “Current Trend, Research Topic Exploration, and Step-by-Step Guide on Journal Publication”. Mahasiswa dibimbing untuk melakukan eksplorasi topik dan metodologi yang mengikuti perkembangan trend saat ini, dan serangkaian panduan praktis dalam menyiapkan manuskrip mereka untuk publikasi di jurnal internasional bereputasi tinggi.
· Pada 29 April 2026, agenda dilanjutkan dengan workshop “High-Impact Publication (Q1 Scopus)” yang ditujukan bagi dosen muda di lingkungan Departemen Manajemen FEB UNAIR. Sesi ini mengupas strategi penargetan jurnal, penyusunan manuskrip, hingga cara merespons komentar dari pengulas (reviewer).
· Sebagai tindak lanjut praktis, pada 30 April 2026 diselenggarakan Research Coaching Clinic. Para peserta yang mayoritas berasal dari mahasiswa S3 Manajemen UNAIR mempresentasikan naskah penelitian mereka untuk mendapatkan review mendalam mengenai ketelitian metodologi dan kesiapan publikasi guna mempercepat proses penerbitan di jurnal internasional.
Rangkaian kunjungan ini resmi berakhir pada 2 Mei 2026 seiring dengan keberangkatan kembali Prof. Ian Phau ke Australia. Melalui program Visiting Professor ini, diharapkan akan tercipta hubungan kolaborasi jangka panjang antara FEB UNAIR dan Curtin University, yang akan membuka jalan bagi pertukaran akademik dan proyek riset gabungan di masa mendatang.