

(FEB NEWS) SURABAYA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) kembali menyelenggarakan program CEO Mengajar pada Kamis (11/6/2026). Bertempat di Aula Miendrowo FEB UNAIR, kegiatan ini menghadirkan Dimas Ario Rudhy Pear, S.E., M.MT., Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas, sebagai narasumber yang berbagi wawasan mengenai pengelolaan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia.
Dalam paparannya, Dimas menjelaskan sejarah pengelolaan industri hulu migas beserta karakteristik dan para pelaku yang terlibat dalam industri tersebut di Indonesia. Ia menekankan bahwa sektor hulu migas memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pembangunan ekonomi melalui pengelolaan sumber daya energi yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Dimas memaparkan dua pola Production Sharing Contract (PSC) yang diterapkan dalam industri hulu migas Indonesia, yaitu PSC dengan mekanisme pengembalian biaya operasi (cost recovery) dan PSC dengan mekanisme tanpa pengembalian biaya operasi (gross split). Kedua skema tersebut menjadi instrumen penting dalam mengatur hubungan kerja sama antara pemerintah dan kontraktor migas dalam kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi sumber daya migas.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai proses bisnis pengelolaan biaya operasi di SKK Migas yang dilakukan secara terintegrasi. Proses tersebut mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan aktivitas operasional, pelaporan keuangan, hingga pelaksanaan audit. Melalui tata kelola yang baik, pengelolaan biaya operasi dapat dilakukan secara akuntabel, transparan, dan efisien guna mendukung keberlanjutan industri migas nasional.
Selain membahas aspek tata kelola, Dimas turut mengulas kondisi industri migas Indonesia saat ini dalam menghadapi proyeksi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat. Menurutnya, berbagai upaya terus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi melalui optimalisasi produksi dan pengelolaan sumber daya yang efektif.
Tidak kalah penting, aspek lingkungan juga menjadi perhatian utama dalam pengelolaan industri hulu migas. Dimas menegaskan bahwa setiap kegiatan operasional harus memperhatikan prinsip keberlanjutan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga dan dampak lingkungan dapat diminimalkan.
Melalui kegiatan CEO Mengajar ini, FEB UNAIR berharap mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai penerapan tata kelola perusahaan di dunia industri, khususnya pada sektor hulu migas. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan mampu memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap praktik bisnis dan pengelolaan organisasi yang dijalankan oleh institusi strategis seperti SKK Migas.