ROAD TO EJAVEC 2025(FEB NEWS) Jumat, 21 Februari 2025 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR), bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Timur dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya – Koordinator Jawa Timur, sukses menggelar Road to East Java Economic (EJAVEC) Forum 2025. Bertempat di Aula Soepoyo FEB UNAIR, acara ini menghadirkan pakar ekonomi, akademisi, serta finalis kompetisi EJAVEC 2024 untuk membahas strategi peningkatan produktivitas dan inovasi ekonomi daerah dalam menghadapi tantangan global. Hadir mewakili Bank Indonesia, Bapak Petrus Endria Effendhi, Ekonom Senior Bank Indonesia – Provinsi Jawa Timur.

Acara dibuka dengan welcoming remarks dari Prof. Dr. Dian Agustia, SE., M.Si., Ak, CMA., CA., Dekan FEB UNAIR, yang menekankan pentingnya forum ilmiah ini sebagai wadah bagi akademisi, praktisi, dan mahasiswa dalam merumuskan solusi inovatif bagi perekonomian Jawa Timur. “Partisipasi aktif dari berbagai kalangan akan menjadi kunci dalam menghasilkan inovasi dan kebijakan yang berdampak nyata,” ujar Prof. Dian.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Soni Harsono, M.Si., Ketua ISEI Cabang Surabaya – Koordinator Jawa Timur, menyoroti bahwa EJAVEC telah menjadi forum strategis sejak 2014 dalam mengkaji isu-isu ekonomi di Jawa Timur. Ia juga mengungkapkan bahwa Call for Paper EJAVEC 2025 akan mengusung berbagai topik penting, termasuk industri padat modal, kualitas tenaga kerja, perdagangan domestik dan internasional, serta stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Diskusi Strategis: Tantangan dan Peluang Ekonomi Jawa Timur

Sesi diskusi dipandu oleh Prof. Dr. Sautma Ronni Basana, B.SE., ME., Ketua Bidang I ISEI Surabaya, yang menghadirkan tiga pembicara utama dengan topik menarik dan relevan.

Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty, SE., ME., Guru Besar FEB UI, dalam paparannya menyoroti pentingnya inovasi dan produktivitas dalam menghadapi tantangan global. Ia menekankan bahwa Jawa Timur memiliki peluang besar dalam sektor teknologi, industri kendaraan listrik, serta energi terbarukan. Namun, tantangan utama tetap ada, seperti stagnasi produktivitas tenaga kerja dan ketidakpastian ekonomi global.

Sementara itu, Dr. Miguel Angel Esquivias Padilla, M.SE., Dosen Ilmu Ekonomi FEB UNAIR, membahas dinamika perdagangan Jawa Timur dalam lanskap ekonomi global. Ia menyoroti tren ekspor dan impor yang masih menunjukkan ketidakseimbangan serta perlunya diversifikasi pasar untuk meningkatkan daya saing ekspor regional.

Sebagai bagian dari upaya mendorong partisipasi akademisi dalam EJAVEC 2025, sesi ini juga menghadirkan Ibu Nuryantiningsih Pusporini beserta tim, finalis EJAVEC 2024, yang berbagi pengalaman mereka dalam penelitian terkait efisiensi transportasi industri tebu di Jawa Timur. Mereka menekankan pentingnya riset berbasis solusi konkret serta mendorong lebih banyak akademisi dan mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi regional.

Road to EJAVEC 2025: Lebih dari Sekadar Seminar

Acara ini bukan sekadar seminar akademik, tetapi juga momentum penting bagi calon peserta Call for Paper EJAVEC 2025. Dengan menghadirkan pakar ekonomi dan finalis sebelumnya, peserta mendapatkan wawasan mendalam tentang isu-isu strategis serta tips dalam menghasilkan riset yang berdampak.

Sebagaimana yang disinggung dalam sambutan Prof. Dian Agustia, bahwa melalui forum ilmiah ini dapat berfungsi sebagai wadah bagi akademisi, mahasiswa, dan praktisi untuk berbagi ide dan Solusi, bagi tantangan ekonomi di Jawa Timur

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Road to EJAVEC 2025 menjadi langkah awal dalam mewujudkan Jawa Timur yang lebih maju, kompetitif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.