BERITA

HIMA EKIS UNAIR BONGKAR STRATEGI SPONSORSHIP LEWAT SEMINAR SOSRO 2026

HIMA EKIS UNAIR BONGKAR STRATEGI SPONSORSHIP LEWAT SEMINAR SOSRO 2026

(HIMA EI NEWS) Kebutuhan pendanaan kegiatan mahasiswa kerap berhadapan dengan persoalan yang tidak sederhana. Namun dibalik itu, terdapat proses negosiasi, relasi, hingga strategi komunikasi yang menentukan berhasil tidaknya sebuah kerja sama. Menjawab realitas tersebut, Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam Universitas Airlangga melalui Biro Keuangan menggelar Seminar SOSRO 2026 di Aula Mindrowo FEB lantai 3, Selasa (31/03/2026).

Program bertajuk Soft Skill by Biro ini tidak sekadar menghadirkan materi teknis, melainkan membuka ruang diskusi mengenai dinamika sponsorship yang kerap bersifat sistemik. Mahasiswa diajak memahami bahwa kemitraan bukan hanya soal mencari dana, tetapi juga membangun kepercayaan dan nilai timbal balik dengan pihak eksternal.

Sejak awal kegiatan, suasana seminar berlangsung interaktif. Peserta terlibat aktif dalam diskusi, mengajukan pertanyaan, hingga membedah pengalaman riil dalam mengelola pendanaan organisasi. Format ini membuat seminar SOSRO tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi berkembang menjadi ruang berbagi praktik terbaik.
Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek krusial, mulai dari teknik menjalin relasi dengan calon mitra, penyusunan proposal sponsorship yang relevan, hingga strategi komunikasi yang persuasif dan profesional. Penekanan diberikan pada pentingnya membaca kebutuhan mitra agar kerja sama yang terjalin tidak bersifat transaksional semata.

Ketua Pelaksana SOSRO 2026 menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang aplikatif. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep sponsorship, tetapi juga mampu mengeksekusinya secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih jauh, seminar ini mencerminkan upaya mahasiswa dalam merespons tantangan organisasi modern yang menuntut kemandirian finansial. Ketergantungan pada sumber pendanaan internal dinilai tidak lagi cukup, sehingga diperlukan strategi kolaborasi yang lebih adaptif.

SOSRO 2026 juga selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya tujuan ke-17 tentang kemitraan. Melalui pendekatan ini, mahasiswa didorong untuk melihat sponsorship sebagai bagian dari ekosistem kolaborasi yang lebih luas.

Di tengah kompleksitas tersebut, SOSRO menempatkan mahasiswa sebagai aktor yang tidak hanya belajar, tetapi juga berlatih membaca peluang. Oleh karena itu, dari ruang seminar inilah fondasi kemitraan yang lebih strategis mulai dibangun tidak sekadar untuk keberlangsungan program kerja, tetapi juga sebagai bekal menghadapi dunia profesional yang semakin kompetitif.

Penulis: Fatimatu Azzahra
Editor: Sintya Alfafa