BERITA

HIMA Ekis UNAIR Asah Nalar Kritis Mahasiswa lewat Research Day 2026: Dorong Gagasan Berdampak bagi Masyarakat Luas

HIMA Ekis UNAIR Asah Nalar Kritis Mahasiswa lewat Research Day 2026: Dorong Gagasan Berdampak bagi Masyarakat Luas

(HIMA EKIS NEWS) – Kemampuan berpikir kritis dan menulis ilmiah menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa untuk membaca arah perkembangan ekonomi syariah sekaligus menghadirkan solusi konkret atas isu-isu perekonomian di masyarakat luas. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HIMA Ekis) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga menyelenggarakan Research Day 2026 pada Minggu, 23 Agustus 2026, pukul 18.30–20.15 WIB, secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Mengangkat tema “Exploring Ideas, Shaping Impact: Islamic Economics Innovation & Transformation through Essays and Journal Reviews”, kegiatan ini dihadirkan sebagai salah satu rangkaian FRESH 2026. Melalui forum ini, peserta diperkenalkan pada tata cara penyusunan essay dan penulisan journal review sebagai dua bentuk karya ilmiah yang relevan dengan pengembangan akademik serta mampu memberikan kontribusi pemikiran bagi kemaslahatan masyarakat umum.

Acara berlangsung khidmat sejak peserta memasuki ruang Zoom pukul 17.00 WIB, dibuka dengan pembacaan tilawah, lagu Indonesia Raya, dan Hymne Airlangga, sebelum dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana dan ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam. Forum tercatat diikuti oleh 175 peserta dari mahasiswa aktif Ekonomi Islam FEB UNAIR, yang mengikuti pemaparan materi essay, sesi tanya jawab, transisi materi, hingga pemaparan materi review jurnal secara berurutan hingga penutupan.

“Research Day ini kami rancang bukan sekadar sebagai kegiatan pembinaan internal, tetapi sebagai ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengasah cara berpikir ilmiah agar mampu melahirkan gagasan dan karya yang membawa keberdampakan nyata bagi masyarakat luas,” ujar Siti Salmah MR, Ketua Pelaksana Research Day 2026.

Senada dengan hal tersebut, Muhammad Iqbal Arifandi selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam FEB UNAIR menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sosial mahasiswa terhadap isu-isu ekonomi dan keuangan syariah sejak dini. “Harapannya, mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi terbiasa mengkritisi literatur ilmiah untuk merumuskan inovasi ekonomi syariah yang bermanfaat bagi kesejahteraan publik,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, Research Day 2026 melibatkan Kak Rizky Alfy Dzikria dan Kak Kautsar Saleksa sebagai mentor untuk melakukan pembinaan kepada peserta serta empat juri yang bertugas menilai penugasan yang dikumpulkan melalui tautan yang telah disediakan panitia. Seluruh peserta FRESH tercatat menyelesaikan penugasan yang diberikan. Dari hasil penilaian tersebut, panitia berhasil memilih empat karya terbaik dari Kelompok Dhatissalasil, Kelompok Badar, Kelompok Nahawand, dan Kelompok Uhud yang kemudian diumumkan pada sesi awarding. Sebagai wujud jangkauan literasi dan edukasi publik, publikasi hasil kegiatan serta ringkasan gagasan ilmiah turut disebarluaskan secara terbuka kepada masyarakat umum melalui poster di Instagram HIMA Ekis dan Al-Fatih, serta press release di laman resmi HIMA Ekis.

Lebih dari sekadar forum pembinaan internal, Research Day 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Dukungan ini diwujudkan melalui penyediaan akses pendidikan dan pembekalan ilmiah yang inklusif, penguatan literasi akademik, serta pengembangan kapasitas berpikir kritis mahasiswa. Dengan membekali mahasiswa keterampilan menyusun essay dan journal review, kegiatan ini mendorong terciptanya budaya pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) serta mencetak sumber daya manusia berdaya saing tinggi yang siap menyumbang pemikiran ilmiah demi kemajuan ekonomi masyarakat luas.

Dengan terselenggaranya Research Day 2026, HIMA Ekis FEB UNAIR berupaya menanamkan kebiasaan berpikir kritis dan analitis kepada mahasiswa sejak tahun pertama perkuliahan, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dasar penyusunan karya ilmiah yang akan berguna sepanjang masa studi dan saat berkiprah di tengah masyarakat.

Ke depan, kegiatan sejenis diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin disempurnakan, sehingga mampu menjadi wadah reguler bagi mahasiswa Ekonomi Islam FEB UNAIR untuk mengasah kepekaan ilmiah dan memberikan kontribusi nyata serta keberdampakan sosial-ekonomi yang luas bagi Indonesia.

Penulis: Ana Salsabilla