BERITA

HIMA EKIS UNAIR WUJUDKAN PENGABDIAN MASYARAKAT BERKELANJUTAN MELALUI EKIS GOES TO DESA 2026

HIMA EKIS UNAIR WUJUDKAN PENGABDIAN MASYARAKAT BERKELANJUTAN MELALUI EKIS GOES TO DESA 2026

(FEB NEWS) Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HIMA EKIS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) melalui Divisi Hubungan Masyarakat menyelenggarakan Ekis Goes to Desa (EGD) 2026 pada 24–28 Juli 2026 di Dusun Krosok, Desa Krosok, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Mengusung semangat pengabdian masyarakat berkelanjutan, EGD 2026 berfokus pada empat bidang utama, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sulistya Rusgianto, S.E., M.I.F., Ph.D. selaku Koordinator Program Studi S1 Ekonomi Islam FEB UNAIR, perangkat Desa Krosok, serta masyarakat Dusun Krosok.

EGD 2026 menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan lembaga terkait untuk mendorong pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Kegiatan EGD telah dilaksanakan selama tiga tahun di Dusun Krosok yang merupakan salah satu desa binaan LAZNAS Lembaga Manajemen Infaq (LMI). Keberlanjutan program diwujudkan melalui perancangan kegiatan bersama LMI dan masyarakat, sehingga program yang diberikan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Rangkaian EGD 2026 dimulai pada 25 Juli 2026 dengan pelaksanaan program di bidang lingkungan dan ekonomi. Pada bidang lingkungan, mahasiswa melaksanakan edukasi pengolahan silase dari daun jagung yang disertai medical check-up hewan ternak. Program ini menyasar Kelompok Usaha Bangkit Sejahtera (KUBS), kelompok peternak yang dibentuk oleh LAZNAS LMI.

Kegiatan diawali dengan medical check-up terhadap hewan ternak milik warga yang dilakukan oleh drh. Wahjoe Tri Joelianto. Selanjutnya, peserta mengikuti praktik pembuatan silase yang dipandu oleh beliau, sekaligus memperoleh penjelasan mengenai proses pembuatan, manfaat, serta penerapan silase sebagai alternatif pakan ternak.

Sementara itu, pada bidang ekonomi dilaksanakan program pemberdayaan Kelompok Usaha Bangkit Wirausaha (KUBW), yang telah dibentuk pada tahun sebelumnya dan beranggotakan sejumlah anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan berupa praktik pembuatan produk frozen food berbahan dasar sawi ditujukan untuk mendorong inovasi pangan dengan memanfaatkan komoditas lokal Desa Krosok.

Kegiatan dilanjutkan dengan materi strategi pemasaran secara offline dan online, serta praktik fotografi produk yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemasaran melalui media sosial, seperti Facebook dan WhatsApp.

Pada 26 Juli 2026, rangkaian program kembali dilaksanakan di bidang lingkungan dan ekonomi dengan kegiatan yang berbeda. Di bidang lingkungan, mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan kerja bakti membersihkan Rumah TOGA yang merupakan bagian dari revitalisasi green house yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan praktik pembuatan obat tradisional menggunakan tanaman obat keluarga (TOGA), seperti daun jambu dan jahe. Program ini menyasar anggota KWT yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga dan istri dari anggota KUBS.

Di bidang ekonomi, dilaksanakan workshop pengolahan susu sapi perah melalui pembuatan es susu yogurt. Kegiatan diawali dengan proses pembuatan yogurt yang kemudian diolah menjadi es susu yogurt. Program tersebut diikuti oleh sembilan warga Dusun Krosok yang memiliki ternak sapi perah.

Memasuki 27 Juli 2026, program EGD berlanjut pada bidang pendidikan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, kegiatan dilaksanakan di SDN 2 Krosok melalui program Aksara, Art-venture, serta kegiatan mengajar di TPQ Sunan Ampel.

Program tersebut diikuti oleh siswa kelas 1 hingga kelas 6 SDN 2 Krosok. Melalui kegiatan Aksara dan Art-venture, peserta didorong untuk mengembangkan keterampilan menulis kreatif dan kerajinan tangan. Sementara melalui kegiatan di TPQ Sunan Ampel, mahasiswa turut menanamkan nilai kejujuran dan kedermawanan kepada para peserta didik.

Di bidang kesehatan, kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Krosok dengan mengangkat tema “Cinta Ibu di Setiap Suapan”. Program ini ditujukan bagi ibu yang memiliki anak balita dan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pemenuhan gizi serta konsumsi makanan sehat bagi anak oleh Denny Sandria, A.Md.Gz. Materi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi memasak makanan sehat yang dipandu oleh panitia bidang kesehatan.

Rangkaian kegiatan pada 28 Juli 2026 kembali menghadirkan program di bidang pendidikan dan kesehatan. Program pendidikan mengusung tema “Jelajah Lingkungan” yang dilaksanakan secara outdoor di sekitar SDN 2 Krosok. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual kepada siswa melalui eksplorasi lingkungan sekitar.

Sementara itu, program kesehatan dilaksanakan di SDN 1 Krosok dan diikuti oleh siswa kelas 4 hingga kelas 6. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya sarapan, penerapan gaya hidup sehat, serta bahaya merokok. Setelah itu, peserta mengikuti pemeriksaan pra-diabetes yang dilakukan oleh tenaga kesehatan setempat dari Desa Krosok.

Ketua Pelaksana EGD 2026, Roja Hilmi Asep Kamal, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen mahasiswa untuk menghadirkan program yang memberikan dampak positif sekaligus berkelanjutan bagi masyarakat.

“Melalui Ekis Goes to Desa 2026, kami berkomitmen menghadirkan berbagai program yang berkelanjutan dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama LMI sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa dan lembaga sosial dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang lebih optimal. Ekis Goes to Desa juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian masyarakat, belajar, berkembang, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui keterlibatan langsung dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat,” ujar Roja.

Mendorong Dampak Berkelanjutan dan Mendukung Pencapaian SDGs

Pelaksanaan Ekis Goes to Desa 2026 tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian SDGs melalui program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Pada bidang ekonomi, program pemberdayaan KUBW melalui inovasi produk frozen food, penguatan strategi pemasaran, serta pengolahan susu sapi perah diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan peluang ekonomi masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth). Keterlibatan anggota KWT dalam pengembangan kegiatan ekonomi juga mendukung SDG 5 (Gender Equality) melalui penguatan peran perempuan dalam aktivitas produktif dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bidang pendidikan melalui kegiatan Aksara, Art-venture, pembelajaran di TPQ, dan Jelajah Lingkungan turut mendukung SDG 4 (Quality Education), khususnya dalam memperluas pengalaman belajar dan pengembangan keterampilan anak-anak di wilayah desa.

Pada bidang lingkungan, edukasi pengolahan silase dari daun jagung, revitalisasi Rumah TOGA, serta pemanfaatan tanaman obat menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal. Program tersebut selaras dengan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan turut mendukung SDG 1 (No Poverty) melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Sementara itu, program edukasi gizi, makanan sehat, pemeriksaan kesehatan hewan ternak, hingga pemeriksaan pra-diabetes berkontribusi terhadap SDG 3 (Good Health and Well-Being) dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan manusia maupun hewan.

Keberlanjutan program EGD juga tidak terlepas dari kolaborasi HIMA EKIS FEB UNAIR bersama LAZNAS LMI, perangkat desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat Dusun Krosok. Sinergi tersebut menjadi bagian dari implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals), yang menegaskan pentingnya kemitraan dalam menciptakan dampak pembangunan yang lebih luas dan berkelanjutan.

Menumbuhkan Kepedulian, Menguatkan Pemberdayaan

Melalui Ekis Goes to Desa 2026, HIMA EKIS FEB UNAIR berupaya menghadirkan pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada keberlanjutan manfaat bagi masyarakat. Keberlanjutan program selama tiga tahun di Dusun Krosok menjadi bagian dari komitmen untuk membangun pemberdayaan yang dilakukan secara bertahap, kolaboratif, dan sesuai dengan potensi serta kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa secara langsung dalam berbagai program menjadi ruang pembelajaran untuk memahami persoalan masyarakat sekaligus mengembangkan kemampuan dalam merancang dan menjalankan solusi. Dengan demikian, EGD 2026 tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Dusun Krosok, tetapi juga membentuk mahasiswa yang lebih peka, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan masyarakat.

Ke depan, sinergi antara HIMA EKIS FEB UNAIR, LAZNAS LMI, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat agar berbagai inisiatif yang telah dibangun mampu berkembang secara mandiri. Semangat kolaborasi dan keberlanjutan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya lebih banyak program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian SDGs.

Penulis: Roja Hilmi Asep Kamal & Aida Laila Zahroh