BERITA

TIM EKUILIBRIUM FEB UNAIR SABET JUARA 1 NATIONAL ECONOMIC CASE COMPETITION VOL. II LEWAT SOLUSI INOVATIF BAGI TRANSFORMASI EKONOMI INDONESIA

TIM EKUILIBRIUM FEB UNAIR SABET JUARA 1 NATIONAL ECONOMIC CASE COMPETITION VOL. II LEWAT SOLUSI INOVATIF BAGI TRANSFORMASI EKONOMI INDONESIA

(FEB NEWS) Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim Ekuilibrium UNAIR sukses meraih Juara 1 (Winner) pada ajang National Economic Case Competition (NECC) Vol. II Tingkat Mahasiswa se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Penghargaan tersebut diterima pada Rabu (24/6/2026) di Aula Ponco Waliko Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB UNAIR tidak hanya unggul dalam penguasaan teori ekonomi, tetapi juga mampu menawarkan solusi yang aplikatif terhadap berbagai tantangan pembangunan nasional. Menghadapi kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, Tim Ekuilibrium menunjukkan kapasitas analisis, kemampuan berpikir strategis, serta kolaborasi yang solid hingga berhasil keluar sebagai juara.

Tim Ekuilibrium diperkuat oleh Hidayah Nur Valentine (Ekonomi Islam 2024) sebagai ketua tim bersama Kirana Wilda Amalia (Ekonomi Islam 2025) dan Kayla Garnetha Natania (Manajemen 2025). Ketiganya berhasil meyakinkan dewan juri melalui analisis komprehensif serta rekomendasi inovatif yang disusun berdasarkan studi kasus ekonomi yang diberikan selama kompetisi.

Pada tahun ini, NECC Vol. II mengangkat tema “Transformasi Struktur Ekonomi Indonesia di Era Digital, Hilirisasi, dan Ketahanan Sumber Daya untuk Mewujudkan Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan.” Tema tersebut mendorong peserta untuk menyusun gagasan yang mampu menjawab tantangan ekonomi Indonesia melalui pendekatan berbasis inovasi, digitalisasi, hilirisasi, serta pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Perjalanan menuju gelar juara tidak diraih secara instan. Kompetisi dimulai dengan babak penyisihan melalui penyusunan esai yang menguji kemampuan peserta dalam mengidentifikasi persoalan ekonomi sekaligus menawarkan solusi berbasis kajian ilmiah. Setelah lolos tahap awal, Tim Ekuilibrium melanjutkan perjuangan pada babak semifinal dengan menyelesaikan studi kasus tertulis yang menuntut ketajaman analisis dan kreativitas dalam menyusun rekomendasi kebijakan. Pada babak final, mereka mempresentasikan hasil analisis di hadapan dewan juri dan mempertahankan setiap argumentasi melalui sesi tanya jawab yang berlangsung kompetitif.

Bagi anggota tim Kirana Wilda Amalia, mengikuti kompetisi nasional merupakan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi nyata melalui ilmu ekonomi yang dipelajari di bangku kuliah.

“Sebagai generasi muda, saya percaya bahwa inovasi dan digitalisasi merupakan kunci kemajuan perekonomian Indonesia. Melalui ajang ini, saya ingin menghadirkan gagasan yang dapat memberikan kontribusi dalam menjawab tantangan ekonomi serta membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pengalaman mengikuti kompetisi memperkuat keyakinannya bahwa kolaborasi lintas keahlian menjadi modal penting dalam menghasilkan solusi yang relevan terhadap persoalan bangsa. Selain mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikasi, proses kompetisi juga melatih peserta untuk bekerja secara efektif dalam tim serta mempertahankan gagasan berdasarkan argumentasi ilmiah.

Keberhasilan Tim Ekuilibrium kembali mempertegas komitmen FEB UNAIR dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui karya ilmiah maupun pemikiran strategis. Lebih dari sekadar raihan prestasi, kemenangan ini menjadi representasi semangat mahasiswa FEB UNAIR untuk terus menghadirkan solusi atas berbagai tantangan ekonomi Indonesia sekaligus mengharumkan nama almamater di tingkat nasional.