

(FEB NEWS) Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui tim The Chosen One yang berhasil meraih Juara 1 dalam Virtual Trading Competition (VTC) UNAI 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Universitas Advent Indonesia (GIBEI UNAI) ini diikuti oleh 80 tim (±300 peserta) dari kalangan masyarakat umum dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, yang kemudian diseleksi hingga menyisakan 3 tim terbaik di babak final.
Tim The Chosen One terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi S1 Manajemen FEB UNAIR angkatan 2024, yaitu Nurul Alfiandy, Muhammad Affan Wiragungsatya, dan Armand Dhiya Rayyan Saputra. Dalam kompetisi ini, mereka berhasil menunjukkan performa unggul hingga meraih posisi pertama di antara para finalis.
Kompetisi berlangsung dalam dua tahap, yaitu babak penyisihan secara daring pada 30 Maret hingga 17 April 2026, serta babak final yang dilaksanakan pada 24 April 2026 di Universitas Advent Indonesia, Bandung. Pada tahap penyisihan, peserta melakukan simulasi perdagangan saham menggunakan platform POEMS ID by Phillips Sekuritas, yang dikenal sebagai platform kompetisi trading yang kredibel dan aman dari celah kecurangan.
Ketua tim, Nurul Alfiandy, mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengikuti kompetisi ini didasari oleh kualitas platform yang digunakan. Ia menilai bahwa sistem yang aman dan transparan menjadi faktor penting dalam menjamin kejujuran transaksi peserta, mengingat isu eksploitasi bug kerap menjadi tantangan dalam kompetisi serupa.
Dalam pelaksanaannya, tim menerapkan sistem pengambilan keputusan terpusat di bawah komando ketua tim. Alfiandy bertanggung jawab penuh atas manajemen portofolio saham, sementara dua anggota tim lainnya berperan dalam mengamati serta mempelajari proses analisis yang dilakukan. Menariknya, ia secara sengaja mengajak rekan tim yang belum sepenuhnya menguasai teori dan praktik trading, dengan tujuan untuk tumbuh dan belajar bersama.
Persiapan yang dilakukan tidak instan. Alfiandy telah menekuni dunia finance dan investment sejak awal pandemi COVID-19 pada Maret 2020. Berbekal pengalaman belajar mandiri selama kurang lebih enam tahun melalui metode learning by doing dan trial and error, ia mampu mengasah kemampuan analisisnya. Selama tiga minggu masa kompetisi, ia juga harus membagi fokus antara VTC, kompetisi lain, serta aktivitas perkuliahan termasuk periode UTS.
Dalam kompetisi ini, penilaian didasarkan pada Return on Investment (ROI) yang dicapai masing-masing tim, sehingga strategi pengelolaan portofolio menjadi kunci utama. Alfiandy mengandalkan analisis teknikal berbasis data historis harga saham serta analisis pergerakan smart money, dengan pendekatan mengikuti arus transaksi pelaku pasar besar untuk menentukan momentum beli dan jual.
Perjalanan menuju kemenangan tidak selalu mulus. Pada hari pertama kompetisi (30 Maret 2026), tim sempat mengalami drawdown hingga -10% akibat kesalahan strategi berupa overtrading. Namun, kondisi tersebut menjadi titik pembelajaran penting mengenai disiplin dalam menjalankan rencana transaksi. Titik balik terjadi pada periode 7 hingga 9 April 2026, ketika strategi pembelian terfokus pada satu saham unggulan berhasil mengangkat performa portofolio hingga +40% dari titik terendah, atau setara dengan ROI bersih sekitar +30% dari modal awal.
Dalam proses analisis, tim sepenuhnya mengandalkan data publik yang tersedia secara gratis, tanpa menggunakan informasi orang dalam maupun manipulasi pasar. Seluruh keputusan investasi didasarkan pada pemahaman teori dan pengalaman praktik yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Pada akhir babak penyisihan, tim The Chosen One menempati peringkat ketiga dari 80 tim, sehingga harus bersaing dengan dua tim lainnya di babak final. Dalam sesi presentasi final yang dilakukan secara individu, Alfiandy mampu memukau dewan juri melalui penyampaian yang percaya diri, penjelasan proses berpikir yang runtut, serta penggunaan logika sederhana yang mudah dipahami bahkan oleh audiens awam.
Kompetisi ini turut melibatkan dewan juri profesional, di antaranya Francis Hutabarat, MBA., Ph.D. (Kaprodi Manajemen S1 UNAI), Johnston Barnes Sagala (Presiden GIBEI UNAI 2026), serta perwakilan dari Phillips Sekuritas.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan proses pembelajaran di lingkungan FEB UNAIR serta kontribusi para mentor di luar kampus. Alfiandy menyampaikan harapannya agar materi presentasi yang telah dipublikasikan melalui siaran langsung YouTube Universitas Advent Indonesia dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya dalam memahami proses analisis dan pengambilan keputusan dalam investasi saham.
Ke depan, ia berkomitmen untuk terus memperdalam pengetahuan di bidang finance dan investment guna meningkatkan kualitas diri secara berkelanjutan.
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FEB UNAIR tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional melalui kompetensi praktis yang relevan dengan dunia industri.