
(FEB NEWS) Inovasi di bidang pertanian kembali mengantarkan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim Calon CEO yang diketuai oleh Natasya Alifia Putri F., mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR, berhasil meraih Juara 1 Dekan Cup National Business Plan Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, (24/6/2026).
Prestasi tersebut diraih melalui inovasi Smart Farming Kit 3-in-1 berbasis Internet of Things (IoT), sebuah solusi teknologi yang dirancang untuk membantu petani padi mengelola irigasi otomatis, pemupukan cair terjadwal, serta penyemprotan hama dalam satu sistem kendali yang terintegrasi dan mudah dioperasikan.
Dalam kompetisi tingkat nasional tersebut, Tim Calon CEO beranggotakan Natasya Alifia Putri F. (Manajemen FEB UNAIR), Farrelindra Nadhif Islami F. (Teknik Industri, FTMM UNAIR), dan Senopathi Baratha Yudha (Teknik Informatika, Fakultas Vokasi UNAIR). Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi salah satu kekuatan tim dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kelayakan bisnis dan implementasi yang nyata.
Kompetisi diikuti oleh mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melalui proses pendaftaran pada 12–31 Mei 2026 dan seleksi proposal yang menilai orisinalitas ide, relevansi permasalahan, inovasi produk, analisis pasar, strategi bisnis, aspek keuangan, hingga dampak sosial, Tim Calon CEO dinyatakan lolos ke babak final yang berlangsung secara luring di Universitas Sebelas Maret pada 24 Juni 2026.
Pada babak final, tim mempresentasikan inovasi mereka di hadapan dewan juri yang terdiri atas akademisi dari UNS dan berbagai perguruan tinggi lainnya. Selain memaparkan konsep bisnis, tim juga menjelaskan aspek teknis pengembangan produk, strategi operasional, model bisnis, analisis keuangan, hingga manfaat sosial yang dapat dihasilkan dari inovasi tersebut.
Natasya menjelaskan bahwa ide Smart Farming Kit lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya proses pengelolaan sawah yang dilakukan secara manual. Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas sektor pertanian Indonesia.
“Melalui business plan competition, saya ingin menguji apakah ide yang kami susun benar-benar layak secara bisnis, relevan secara sosial, serta memiliki potensi untuk diimplementasikan. Kami berharap inovasi ini tidak berhenti sebagai gagasan kompetisi, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang pertanian,” ungkap Natasya.
Inovasi Smart Farming Kit 3-in-1 berbasis IoT memungkinkan petani mengendalikan sistem irigasi otomatis, menjadwalkan pemupukan cair, serta melakukan penyemprotan hama melalui satu sistem kontrol yang sederhana. Solusi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus mendukung modernisasi sektor pertanian nasional.
Keberhasilan tersebut tidak diraih tanpa tantangan. Natasya mengungkapkan bahwa persiapan lomba dilakukan di tengah padatnya agenda karena tim harus mengikuti tiga kompetisi nasional dalam waktu yang hampir bersamaan. Kondisi tersebut menuntut manajemen waktu yang baik, pembagian peran yang jelas, serta kemampuan menjaga kualitas presentasi di bawah tekanan.
“Tekanan bukan alasan untuk berhenti. Justru melalui tekanan kami belajar membuktikan kemampuan, memperkuat kerja sama tim, dan menjaga fokus hingga akhir kompetisi,” tambahnya.
Pada kompetisi ini, Universitas Airlangga berhasil menempati posisi Juara 1, mengungguli Universitas Sebelas Maret sebagai Juara 2 dan IPB University di posisi Juara 3.
Melalui pencapaian tersebut, Tim Calon CEO berharap semakin banyak mahasiswa berani mengembangkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa.
Prestasi ini sekaligus mencerminkan komitmen FEB UNAIR dalam mendukung pengembangan inovasi mahasiswa yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan produktivitas pertanian, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan teknologi digital, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengelolaan sumber daya yang lebih efisien. Sejalan dengan Times Higher Education (THE) Impact Rankings, capaian tersebut menunjukkan kontribusi nyata FEB UNAIR dalam menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.