

(FEB NEWS) Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR), Muhammad Fathi Assafiy, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Ia berhasil meraih Juara 2 (Winner) dalam ajang Trading Competition Festival Investasi Bongaya 2026 yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) STIEM Bongaya. Kompetisi ini diikuti oleh 102 peserta dari seluruh Indonesia, dengan sistem penilaian berbasis return on investment (ROI) tertinggi pada akhir kompetisi.
Kompetisi berlangsung selama 10 hari bursa, mulai 25 Maret hingga 8 April 2026, dengan pengumuman pemenang dilaksanakan pada 13 April 2026. Seluruh rangkaian perlombaan dilakukan secara daring, sementara pengumuman pemenang diselenggarakan secara langsung di STIEM Bongaya Makassar. Berbeda dengan kompetisi pada umumnya, ajang ini tidak melibatkan dewan juri, melainkan sepenuhnya ditentukan oleh performa portofolio peserta berdasarkan keuntungan yang dihasilkan.
Dalam pelaksanaannya, setiap peserta diberikan dana virtual sebesar Rp100 juta melalui aplikasi IDX Mobile untuk diperdagangkan pada saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45. Aktivitas trading dibatasi dari pukul 09.00 hingga 15.00, yang menjadi tantangan tersendiri karena tidak sepenuhnya mengikuti jam pasar saham yang sebenarnya. Peserta dituntut untuk mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat dalam kondisi waktu yang terbatas.
Fathi mengungkapkan bahwa pada awal kompetisi, performanya belum mampu menembus posisi 10 besar. Namun, kondisi tersebut justru menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas analisis. Ia mulai lebih serius dalam membaca pergerakan pasar dan melakukan analisis terhadap saham-saham LQ45. Hingga akhirnya, ia menemukan salah satu saham dengan potensi keuntungan tinggi.
Momentum penting terjadi ketika muncul sentimen positif dari kondisi geopolitik global, yakni adanya kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. Sentimen tersebut berdampak signifikan terhadap pasar saham, di mana IHSG mengalami kenaikan sekitar 4% dalam satu hari. Pada saat yang sama, portofolio Fathi melonjak hampir 20%, yang menjadi titik krusial dalam perolehan posisinya hingga akhir kompetisi.
“Dari situ saya merasa jika analisa dan timing yang saya ambil sudah cukup tepat, walaupun memang tidak bisa dipungkiri juga ada faktor keberuntungan akibat sentimen pasar yang sangat positif,” ujarnya. Hasil tersebut mengantarkannya meraih posisi Juara 2 dalam kompetisi tersebut.
Bagi Fathi, kompetisi ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah pembelajaran nyata dalam dunia pasar modal. Ia menilai bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam membaca indikator saham, memahami dinamika pasar, serta melatih kemampuan dalam mengambil keputusan di bawah tekanan. Dengan durasi yang terbatas dan kondisi pasar yang fluktuatif, peserta dituntut untuk tetap rasional, kritis, dan strategis dalam setiap transaksi.
Motivasi Fathi mengikuti kompetisi ini tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai mahasiswa Ilmu Ekonomi yang sejak semester pertama telah aktif sebagai associate di Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Melalui organisasi tersebut, ia mendapatkan pembelajaran serta bimbingan dari rekan-rekan yang berpengalaman di bidang trading. Kompetisi ini pun menjadi sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajarinya, baik dalam analisis, pengambilan keputusan, maupun pemahaman terhadap kondisi pasar secara real-time.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan membaca peluang dan mengelola risiko di era yang serba dinamis saat ini. Menurutnya, dengan kombinasi analisis yang matang, disiplin, serta strategi yang tepat, mahasiswa mampu mencapai hasil optimal di bidang investasi.
Prestasi yang diraih Muhammad Fathi Assafiy ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mencerminkan kualitas mahasiswa FEB UNAIR yang adaptif, analitis, dan kompetitif di tingkat nasional. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri serta berani mengambil peluang di berbagai bidang, khususnya di dunia pasar modal dan investasi.
Prestasi ini sejalan dengan upaya mendukung SDG 4: Quality Education, melalui penguatan kompetensi mahasiswa dalam pembelajaran berbasis praktik dan pengembangan keterampilan analitis. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis melalui literasi keuangan dan investasi yang lebih baik.