BERITA

KOLABORASI LPS DAN FEB UNAIR: SOSIALISASI CALL FOR RESEARCH 2026 DORONG RISET KEBIJAKAN EKONOMI

KOLABORASI LPS DAN FEB UNAIR: SOSIALISASI CALL FOR RESEARCH 2026 DORONG RISET KEBIJAKAN EKONOMI

(FEBN EWS) Departemen Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) berkolaborasi dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam agenda Sosialisasi Call for Research 2026 yang diselenggarakan di Aula Soepoyo FEB UNAIR pada Rabu (29/04/2026). Kegiatan ini menjadi ruang temu antara gagasan akademik dan kebutuhan strategis sektor keuangan nasional.

Agenda ini mengusung dua fokus utama, yakni penguatan literasi mengenai peran LPS dalam sistem keuangan serta dorongan konkret bagi akademisi untuk terlibat dalam riset berbasis kebijakan. Ketua Departemen Ekonomi Syariah, Prof. Dr. Imron Mawardi, S.P., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa riset memiliki posisi strategis dalam menjembatani dinamika ekonomi global dengan kebutuhan domestik.

“Ketika kondisi global memanas, dampaknya merambat hingga ke sektor riil, seperti kenaikan harga energi, penurunan mobilitas, hingga sektor UMKM dan pariwisata yang ikut terdampak. Di titik ini, sektor keuangan harus mampu menjaga stabilitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa stabilitas sistem keuangan tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Dalam konteks tersebut, LPS hadir sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan.

Melalui sesi pemaparan materi, Research Analyst LPS, Muhammad Candra Fajar Sodiq, menjelaskan peran strategis LPS sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia menuturkan bahwa dalam situasi economic shock, LPS berperan pada level mikro melalui penjaminan simpanan nasabah serta penanganan bank yang mengalami kegagalan.

Secara historis, LPS dibentuk sebagai respons atas krisis moneter 1997/1998 yang menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan. Keberadaan LPS menjadi instrumen penting untuk mencegah risiko sistemik, termasuk potensi bank run, sebagaimana dijelaskan dalam kajian klasik Diamond dan Dybvig (1983).

Pada sesi selanjutnya, Nisa Nursiam memaparkan Sosialisasi LPS Call for Research 2026 yang membuka peluang bagi akademisi dan mahasiswa untuk berkontribusi melalui riset berbasis kebijakan. Mengusung tema “Optimalisasi Peran Sektor Keuangan dalam Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat,” program ini menawarkan total hadiah hingga Rp330 juta.

Kompetisi ini terbagi dalam tiga kategori, yaitu kategori umum, mahasiswa S3, serta mahasiswa D4, S1, dan S2, dengan cakupan topik mulai dari stabilitas sistem keuangan, penjaminan simpanan, hingga pengembangan perbankan dan asuransi syariah. Batas akhir pengumpulan karya jatuh pada 25 September 2026, dengan puncak acara LPS Research Fair yang akan diselenggarakan pada 11–12 November 2026.

Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara LPS dan FEB UNAIR diharapkan mampu mendorong lahirnya riset-riset berkualitas yang tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan rekomendasi kebijakan yang relevan bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Informasi lengkap serta pendaftaran dapat diakses melalui https://cfr.lps.go.id atau melalui helpdesk di cfr@lps.go.id.

Editor: Sintya Alfafa