BERITA

INOVASI PANEL SURYA CERDAS BAWA MAHASISWA FEB UNAIR JUARA 1 EXSUM X BFEST BUSINESS PLAN COMPETITION 2026

INOVASI PANEL SURYA CERDAS BAWA MAHASISWA FEB UNAIR JUARA 1 EXSUM X BFEST BUSINESS PLAN COMPETITION 2026

(FEB NEWS) Komitmen mahasiswa Universitas Airlangga dalam menghadirkan solusi bagi tantangan keberlanjutan kembali membuahkan prestasi nasional. Tim Calon CEO, yang diketuai oleh Natasya Alifia Putri F., mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR, sukses meraih Juara 1 EXSUM X BFEST Business Plan Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS), (22/6/2026).

Prestasi tersebut diraih melalui inovasi Panel Surya Cerdas dan Ramah Lingkungan, sebuah sistem energi surya berbasis Internet of Things (IoT) yang memanfaatkan material plastik daur ulang untuk mendukung transisi menuju energi bersih sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular.

Tim Calon CEO terdiri atas Natasya Alifia Putri F. (Manajemen FEB UNAIR), Farrelindra Nadhif Islami F. (Teknik Industri FTMM UNAIR), dan Senopathi Baratha Yudha (Teknik Informatika Fakultas Vokasi UNAIR). Perpaduan kompetensi bisnis dan teknologi menjadi modal penting dalam menghasilkan gagasan inovatif yang memperoleh penilaian terbaik dari dewan juri.

Kompetisi berlangsung melalui beberapa tahapan, dimulai dari pendaftaran pada 23 April hingga 31 Mei 2026, dilanjutkan dengan pengumpulan proposal business plan pada 8 Juni 2026. Proposal dinilai berdasarkan inovasi, analisis pasar, strategi pemasaran, aspek operasional, struktur organisasi, kelayakan finansial, serta rencana implementasi bisnis.

Setelah berhasil lolos seleksi, tim mengikuti babak final secara luring di Universitas Sebelas Maret pada 22 Juni 2026. Dalam presentasinya, Tim Calon CEO memaparkan urgensi transisi energi bersih melalui pemanfaatan panel surya yang dipadukan dengan teknologi IoT, aplikasi pemantauan real-time, baterai penyimpanan energi, sistem water-mist otomatis untuk menjaga performa panel, serta penggunaan plastik daur ulang sebagai bagian dari konsep ekonomi sirkular.

Melalui aplikasi digital yang dikembangkan, pengguna dapat memonitor produksi energi, kapasitas baterai, konsumsi listrik, estimasi penghematan, hingga kondisi sistem secara real time. Sementara itu, sistem water-mist otomatis membantu menjaga efisiensi panel surya dengan membersihkan permukaan panel ketika performa mulai menurun akibat suhu tinggi maupun debu.

Menurut Natasya, kompetisi ini menjadi ruang untuk menguji apakah inovasi yang dikembangkan tidak hanya menarik secara konsep, tetapi juga memiliki potensi implementasi yang nyata di masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi penggunaan energi melalui teknologi digital. Harapannya, inovasi ini dapat berkembang lebih jauh dan memberikan manfaat yang nyata.”

Pada sesi presentasi, tim juga menjawab berbagai pertanyaan dewan juri mengenai keunggulan teknologi, target pasar, analisis risiko, strategi pemasaran, proyeksi bisnis, serta keberlanjutan implementasi produk.

Keberhasilan tersebut semakin membanggakan karena diraih di tengah padatnya rangkaian kompetisi nasional yang diikuti secara berdekatan. Natasya mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut mengajarkan pentingnya manajemen waktu, ketelitian, komunikasi, serta kerja sama tim dalam menghadapi tekanan.

Pada kompetisi ini, Universitas Airlangga berhasil meraih Juara 1, mengungguli Universitas Gadjah Mada sebagai Juara 2 dan Universitas Sebelas Maret di posisi Juara 3.

Pencapaian tersebut menunjukkan kontribusi mahasiswa FEB UNAIR dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui inovasi teknologi. Gagasan Panel Surya Cerdas mendukung SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta SDG 13 (Climate Action). Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen FEB UNAIR dalam menghasilkan lulusan yang mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan global.