

(FEB NEWS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) terus memperkuat jejaring kemitraan strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan, riset, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui agenda penjajakan kerja sama antara FEB UNAIR dan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) terkait penyelenggaraan INDEF School of Political Economy (ISPE) 2026 yang direncanakan berlangsung di Universitas Airlangga, Surabaya, dengan mengusung tema “Industrialisasi Hijau, (26/6/2026).”
Dalam pertemuan tersebut, delegasi INDEF yang dipimpin oleh Direktur INDEF, Dr. Esther Sri Astuti Soeryaningrum Agustin, S.E., M.SE., Ph.D., disambut oleh Wakil Dekan II FEB UNAIR, Prof. Dr. Rahmat Setiawan, S.E., M.M., Wakil Dekan III FEB UNAIR, Dr. Novrys Suhardianto, S.E., M.S.M., Ak., CA., beserta jajaran.
Pada kesempatan tersebut, kedua institusi membahas peluang kolaborasi penyelenggaraan INDEF School of Political Economy (ISPE) 2026. FEB UNAIR menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan komitmennya untuk menjadi mitra penyelenggara kegiatan yang bertujuan memperkuat kapasitas peserta dalam memahami dinamika perekonomian melalui pendekatan research-based analysis.
Sebagai bentuk keseriusan kolaborasi, FEB UNAIR dan INDEF sepakat untuk memulai berbagai persiapan sejak beberapa bulan sebelum pelaksanaan kegiatan. Langkah tersebut diharapkan mampu menghasilkan penyelenggaraan ISPE yang berkualitas, relevan dengan perkembangan isu ekonomi nasional maupun global, serta memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi seluruh peserta.
Kerja sama ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara FEB UNAIR dan INDEF. Mengingat ISPE sebelumnya pernah diselenggarakan di Universitas Airlangga pada tahun 2023, kedua belah pihak berencana menyusun Memorandum of Agreement (MoA) sebagai landasan kolaborasi yang lebih berkelanjutan. Melalui kesepakatan tersebut, kerja sama tidak hanya difokuskan pada penyelenggaraan ISPE, tetapi juga diarahkan untuk mendukung berbagai program akademik, penelitian, dan pengembangan kapasitas di masa mendatang.
Dalam pembahasannya, kedua institusi turut menyoroti aspek internasionalisasi. ISPE 2026 direncanakan melibatkan mahasiswa internasional sebagai peserta sehingga dapat memperluas jejaring akademik sekaligus mendukung agenda internasionalisasi FEB UNAIR. Kehadiran peserta dari berbagai negara diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam membahas isu-isu ekonomi kontemporer, khususnya yang berkaitan dengan industrialisasi hijau.
Selain diperuntukkan bagi mahasiswa, INDEF School of Political Economy (ISPE) 2026 juga direncanakan terbuka bagi kalangan umum, termasuk dosen dan praktisi, melalui mekanisme seleksi yang saat ini tengah dirumuskan oleh kedua institusi. Dengan cakupan peserta yang lebih luas, ISPE diharapkan menjadi wadah pembelajaran yang mampu mempertemukan akademisi, praktisi, dan mahasiswa dalam satu ruang diskusi yang konstruktif mengenai berbagai isu strategis di bidang ekonomi dan kebijakan publik.
Melalui penyelenggaraan ISPE, peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan analitis dalam memahami berbagai persoalan ekonomi berdasarkan kajian ilmiah. Selain itu, peserta juga akan didorong untuk menghasilkan opini dan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy) serta mampu mengomunikasikan gagasan tersebut melalui berbagai media sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, FEB UNAIR dan INDEF akan menyusun draft MoA, membentuk tim bersama untuk mempersiapkan penyelenggaraan ISPE 2026, menyusun konsep kurikulum, tema rinci, narasumber, mekanisme seleksi peserta, hingga skema pelaksanaan kegiatan. Kedua institusi juga akan menjajaki keterlibatan mahasiswa internasional sekaligus mengembangkan peluang kolaborasi akademik jangka panjang.
Melalui kesepahaman awal ini, FEB UNAIR dan INDEF berharap kemitraan yang terjalin dapat menjadi fondasi bagi penguatan pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang ekonomi. Tidak hanya memberikan dampak bagi peningkatan kemampuan analitis dan berpikir kritis mahasiswa, kolaborasi ini juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga pengajar, khususnya dosen FEB UNAIR. Dengan demikian, hasil dari penyelenggaraan ISPE diharapkan mampu mendukung pengembangan kualitas pembelajaran, memperkaya perspektif akademik, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan dan berdampak bagi pembangunan ekonomi nasional maupun global.