
(FEB NEWS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) kembali memperluas wawasan akademik internasional melalui kegiatan Guest Lecture bersama dua akademisi dari Ain Shams University, Kairo, Mesir. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026, di Ruang 202 FEB UNAIR ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan untuk memperluas perspektif mengenai keberlanjutan wakaf dan pengembangan ekonomi Islam di tingkat global.
Guest Lecture ini menghadirkan Prof. Dr. Mustofa Dasuki Kasbah dan Prof. Dr. Yaman Alistwani, dua akademisi yang membagikan perspektif strategis mengenai pengelolaan wakaf, keberlanjutan pendidikan, serta pengembangan jejaring pengetahuan ekonomi Islam. Kehadiran kedua akademisi tersebut membuka kesempatan bagi sivitas akademika FEB UNAIR untuk memperoleh wawasan dari perspektif internasional dan mendiskusikan perkembangan ekonomi Islam dalam konteks yang lebih luas.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Mustofa Dasuki Kasbah mengangkat topik “The Al-Azhar Waqf Model: Centuries of Financial Sustainability and Institutional Autonomy in Higher Education”. Beliau mengulas model pengelolaan wakaf Al-Azhar serta peran instrumen tersebut dalam mendukung keberlanjutan finansial dan otonomi institusi pendidikan tinggi selama berabad-abad.
Sementara itu, Prof. Dr. Yaman Alistwani membawakan topik “Building a Global Network for Islamic Economic Literature: The Role of Academic Cooperation and Information Science”. Sesi ini menyoroti pentingnya kerja sama akademik dan pemanfaatan ilmu informasi dalam membangun jejaring literatur ekonomi Islam yang lebih luas serta mendukung pertukaran pengetahuan di tingkat internasional.
Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama akademik antara FEB UNAIR dan Ain Shams University. Kemitraan kedua perguruan tinggi tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif keilmuan dari Indonesia dan Mesir, sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dalam bidang wakaf dan ekonomi Islam. Melalui kegiatan ini, kedua institusi berkontribusi dalam memperkuat hubungan akademik lintas negara dan membuka peluang bagi pengembangan diskusi, jejaring keilmuan, serta kolaborasi akademik di masa mendatang.
Diskusi berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme dari sivitas akademika UNAIR, khususnya mahasiswa dan dosen yang memiliki perhatian terhadap pengembangan wakaf dan ekonomi Islam. Pertukaran gagasan dalam kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperkaya pemahaman mengenai praktik pengelolaan wakaf, keberlanjutan institusi pendidikan, serta pentingnya jejaring literatur dalam mendukung perkembangan ilmu ekonomi Islam.
Melalui Guest Lecture ini, FEB UNAIR berharap kemitraan akademik internasional dapat terus dikembangkan sebagai sarana pertukaran pengetahuan dan penguatan kapasitas akademik. Wawasan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan pembelajaran dan riset ekonomi Islam, sekaligus mendukung perluasan jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi di tingkat internasional.