

(FEB NEWS) Tidak semua kemenangan lahir dari posisi terdepan. Ada kalanya, kemenangan terbesar justru dimulai dari ketertinggalan. Kisah inilah yang ditunjukkan oleh tim The Chosen One dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) ketika berhasil meraih Juara 1 Equity Research Competition Sustainova Festival (SNF) x Mercu Buana Investment Festival (MINFEST) 2026 tingkat nasional.
Tim yang beranggotakan Nurul Alfiandy (S1 Manajemen 2024) sebagai ketua, bersama Lu’luil Mak’nun Madania (S1 Manajemen 2024) dan Fachry Haris (S1 Ilmu Ekonomi 2024) ini berhasil mengungguli 19 tim lainnya dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Di balik prestasi tersebut, tersimpan perjalanan yang penuh tantangan, pembelajaran, dan semangat pantang menyerah.
Menariknya, tim ini bukanlah tim yang telah lama terbentuk. Lu’luil dan Fachry baru bergabung dengan The Chosen One pada pertengahan Maret 2026. Dengan usia kolaborasi yang masih sangat muda, mereka harus beradaptasi cepat untuk menghadapi kompetisi yang menuntut kemampuan analisis mendalam layaknya seorang profesional di industri investasi dan pasar modal.
Dalam kompetisi yang mengangkat tema keberlanjutan atau ESG (Environmental, Social, and Governance), tim The Chosen One memilih menganalisis saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI). Pilihan ini bukan tanpa risiko. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor batu bara, AADI berada di tengah perdebatan besar mengenai transisi energi dan target Net Zero Emission 2060. Namun justru di situlah tantangannya. Tim ini berusaha membuktikan bahwa di balik berbagai tekanan regulasi dan isu keberlanjutan, terdapat peluang investasi yang masih sangat menarik apabila dianalisis secara komprehensif.
Melalui pendekatan top-down analysis, mereka menghubungkan dinamika geopolitik global, krisis energi dunia, pergerakan harga minyak, hingga dampaknya terhadap harga batu bara dan prospek bisnis AADI. Analisis tersebut kemudian dirangkai menjadi tesis investasi yang kuat dengan rekomendasi “Buy”, didukung oleh kajian makroekonomi, industri, keuangan perusahaan, valuasi, hingga aspek keberlanjutan.
Namun perjalanan menuju podium juara tidak berjalan mulus. Pada babak penyisihan, The Chosen One hanya menempati peringkat keempat dari lima finalis yang lolos. Jarak nilai dengan tim peringkat pertama bahkan cukup jauh. Bagi sebagian orang, posisi tersebut mungkin menjadi alasan untuk menyerah. Namun bagi mereka, kondisi itu justru menjadi bahan bakar untuk bekerja lebih keras.
Alih-alih terfokus pada ketertinggalan, mereka memilih mempersiapkan diri secara maksimal untuk babak presentasi final. Setiap anggota memperkuat pemahaman atas seluruh aspek riset yang telah disusun. Mereka berlatih menghadapi berbagai kemungkinan pertanyaan dan mempertajam argumentasi investasi yang dibangun.
Usaha tersebut membuahkan hasil luar biasa. Pada babak final, tim The Chosen One berhasil meraih nilai presentasi tertinggi di antara seluruh finalis. Kekuatan terbesar mereka terletak pada kemampuan menjawab pertanyaan dewan juri secara komprehensif dan meyakinkan. Dari posisi keempat, mereka melesat menjadi juara pertama dan bahkan berhasil menggeser tim dari Universitas Indonesia yang sebelumnya berada di peringkat teratas pada babak penyisihan.
Bagi Nurul Alfiandy, pencapaian ini menjadi bukti bahwa pengalaman, kemauan untuk belajar, dan kolaborasi yang tepat dapat menghasilkan lompatan prestasi yang luar biasa. Pengalaman Nurul yang telah aktif mengikuti berbagai kompetisi equity research sejak semester dua menjadi katalis penting dalam mempercepat proses belajar dua anggota tim lainnya. Dalam waktu yang relatif singkat, mereka berhasil berkembang menjadi tim yang mampu bersaing dan menang di tingkat nasional.
Lebih dari sekadar trofi dan gelar juara, kemenangan ini menjadi refleksi bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh posisi awal. Ketika seseorang memiliki tekad untuk terus memperbaiki diri, berani belajar dari kegagalan, dan tidak berhenti berusaha, keterbatasan dapat berubah menjadi kekuatan.
Prestasi The Chosen One juga menjadi bukti nyata kualitas ekosistem akademik di FEB Universitas Airlangga. Dukungan pembelajaran dari para dosen, mentor, serta lingkungan akademik yang mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa telah melahirkan talenta-talenta unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Kisah The Chosen One mengajarkan bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia. Dari tim yang baru terbentuk, dari posisi peringkat keempat, hingga akhirnya berdiri di puncak sebagai juara nasional, mereka membuktikan bahwa doa, kerja keras, dan semangat untuk terus bertumbuh mampu mengubah keterbatasan menjadi prestasi yang membanggakan. Sebuah pencapaian yang tidak hanya mengharumkan nama tim dan anggotanya, tetapi juga semakin memperkuat reputasi FEB UNAIR sebagai rumah bagi mahasiswa berprestasi dan calon pemimpin masa depan Indonesia.