BERITA

BUPATI JEMBER MUHAMMAD FAWAIT RAIH GELAR DOKTOR FEB UNAIR, TELITI PERAN BELANJA PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

BUPATI JEMBER MUHAMMAD FAWAIT RAIH GELAR DOKTOR FEB UNAIR, TELITI PERAN BELANJA PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

(FEB NEWS) Bupati Jember, Muhammad Fawait, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Doktor Terbuka yang digelar di Ruang Sidang Lantai 7 Gedung ABC FEB UNAIR pada Jumat (12/6/2026).

Disertasi yang diangkat berjudul “Analisis Peran Belanja Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jawa Timur.” Penelitian tersebut mengkaji bagaimana instrumen belanja pemerintah daerah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pembangunan manusia, serta pengentasan kemiskinan di Provinsi Jawa Timur.

Ujian Doktor Terbuka dipimpin oleh Dekan FEB UNAIR, Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.S.E., selaku pimpinan sidang. Dalam proses penyusunan disertasi, Muhammad Fawait dibimbing oleh Prof. Dra. Ec. Dyah Wulan Sari, M.Ec.Dev., Ph.D. sebagai promotor dan Prof. Drs. Ec. Tri Haryanto, M.P., Ph.D. sebagai ko-promotor. Adapun tim penyanggah terdiri atas Prof. Dr. Deni Kusumawardani, S.E., M.Si., Prof. Dr. Tika Widiastuti, S.E., M.Si., Dr. H. Soekarwo, Andie Megantara, Ph.D., Dr. Achmad Solihin, S.E., M.Si., serta Novrys Suhardianto, S.E., MSA., Ak., Ph.D.

Dalam disertasinya, Muhammad Fawait menyoroti pentingnya efektivitas belanja pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian dilakukan menggunakan data panel dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur selama periode 2005–2023 dengan pendekatan regresi data panel menggunakan Fixed Effect Model (FEM) dan Feasible Generalized Least Squares (FGLS). Variabel yang diteliti meliputi bantuan sosial, bantuan hibah, bantuan keuangan, bantuan daerah, pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kemiskinan, pengangguran, ketimpangan pendapatan, serta inflasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai komponen belanja pemerintah memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur. Bantuan sosial, bantuan hibah, bantuan keuangan, dan bantuan daerah terbukti berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Di antara seluruh instrumen tersebut, bantuan daerah menjadi komponen yang memberikan pengaruh paling besar dalam mendorong peningkatan kapasitas ekonomi wilayah. Temuan ini memperlihatkan pentingnya dukungan fiskal yang terarah dan berkelanjutan dalam memperkuat pembangunan daerah.

Selain itu, penelitian juga menemukan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran yang dibelanjakan pemerintah. Efektivitas, efisiensi, serta orientasi produktif dari belanja pemerintah menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembangunan manusia yang tercermin melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Temuan tersebut menegaskan bahwa kualitas pengelolaan anggaran memiliki peran yang tidak kalah penting dibandingkan besarnya alokasi belanja pemerintah itu sendiri.

Pada aspek pengentasan kemiskinan, penelitian Muhammad Fawait menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor-sektor ekonomi riil seperti pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan memiliki pengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kemiskinan. Pertumbuhan sektor-sektor tersebut mampu meningkatkan permintaan tenaga kerja dan pendapatan masyarakat sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan. Sebaliknya, faktor pengangguran dan inflasi terbukti menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian dalam upaya menekan angka kemiskinan di Jawa Timur.

Promotor, Prof. Dyah Wulan Sari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema penelitian yang diangkat memiliki relevansi tinggi terhadap pembangunan daerah dan perumusan kebijakan publik. Menurutnya, penelitian tersebut tidak hanya memiliki kontribusi akademik, tetapi juga memberikan perspektif yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan kebijakan yang lebih efektif, efisien, dan berkeadilan bagi masyarakat.

“Pada hari ini Saudara Muhammad Fawait telah mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya mengenai peran belanja pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Jawa Timur, sebuah tema yang memiliki relevansi tinggi dalam pembangunan daerah dan perumusan kebijakan publik yang lebih efektif, efisien, dan berkeadilan,” ujar Prof. Dyah Wulan Sari dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan akademik seseorang. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus menghasilkan pemikiran, penelitian, dan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menghasilkan pemikiran, penelitian, dan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, dalam sambutannya setelah dinyatakan lulus, Muhammad Fawait menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para promotor, penguji, keluarga, serta seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya sejak jenjang sarjana hingga doktoral. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga yang senantiasa memberikan dukungan dan doa selama proses studi berlangsung.

Menurutnya, capaian akademik tersebut merupakan amanah yang harus diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi ilmu yang bermanfaat dan memberikan masukan bagi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan, khususnya di Jawa Timur.

Melalui disertasi ini, Muhammad Fawait memberikan kontribusi akademik yang memperkuat pemahaman mengenai efektivitas belanja pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan menurunkan tingkat kemiskinan. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.