Judul: Persepsi Modal Intelektual Hijau dan Keberlanjutan Bisnis yang Dirasakan Organisasi: Peran Mediasi Perilaku Pro-Lingkungan
Penulis: Arya Aji Aditya
NIM:042024253008
Program Studi: Magister Akuntansi
Tahun Terbit: 2022
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan perilaku pro-lingkungan dalam memediasi pengaruh modal intelektual hijau terhadap keberlanjutan bisnis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer diambil dari kuesioner yang disebarkan dan sebanyak 63 responden yang berasal dari 57 perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021 melakukan pengisian kuesioner. Analisis mediasi berbasis grand mean dilakukan untuk menganalisis data yang tersedia. Berdasarkan hasil analisis mediasi ditemukan bahwa perilaku pro-lingkungan memediasi pengaruh modal intelektual hijau terhadap keberlanjutan bisnis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi manajemen dalam menciptakan kebijakan strategis melalui elemen artefak (simbol), nilai yang dianut dan asumsi dasar secara bersama-sama memperjelas posisi dan konsep modal intelektual hijau dalam mempengaruhi keberlanjutan bisnis. Keberadaan artefak (simbol) dalam elemen modal intelektual membentuk persepsi langsung dimana informasi yang diperoleh secara langsung dari lingkungan mempengaruhi kinerja manajerial. Lalu, nilai yang dianut perusahaan merupakan bentuk pernyataan implisit atau eksplisit perusahaan terahadap oemecahan masalah terkait hubungan vertikal dan horizontal perusahaan. Adapun asumsi dasar merupakan tumpuan utama dalam elemen modal intelektual, hal tersebut dikarenakan asumsi dasar memiliki dampak yang besar yaitu memandu perilaku dan menginstruksikan anggota organisasi dalam memahami, berpikir, dan merasakan sesuatu dengan menerima secara tidak sadar. Implikasi teoritis yaitu perilaku pro-lingkungan sejatinya ada dan melekat pada perusahaan yang menyokong sumber daya strategis modal intelektual hijau. Implikasi praktis dari penelitian ini membuktikan bahwa perilaku pro-lingkungan membutuhkan perlakuan khusus dari pihak akademis dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan, pihak regulator dalam mengintervensi kebijakan dan pihak perusahaan dalam rangka meningkatkan tingkat rasionalitas dan sensibilitas berbisnis. Keterbatasan penelitian ini mencakup kemampuan dalam kontrol kualitas responden, jumlah sampel penelitian, waktu pelaksanaan penelitian dan pertanyaan kuesioner.
Kata kunci: keberlanjutan bisnis, modal intelektual hijau, perilaku pro-lingkungan
Selengkapnya: https://repository.unair.ac.id/143559/1/042024253008%20HALAMAN%20I.pdf