BERITA

ICIEBP KE-5 2026: 98 MAKALAH DIPRESENTASIKAN DALAM SESI PARALEL DI FEB UNAIR

ICIEBP KE-5 2026: 98 MAKALAH DIPRESENTASIKAN DALAM SESI PARALEL DI FEB UNAIR

(FEB NEWS) Surabaya – Rangkaian 5th International Conference on Islamic Economics, Business, and Philanthropy (ICIEBP) 2026 dilanjutkan dengan sesi presentasi paralel pada Sabtu, 26 September 2026. Sebanyak 98 makalah dipresentasikan secara hybrid di 14 ruang. Tujuh ruang luring berada di Ruang 204–210, Lantai 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, sementara tujuh ruang daring (V1–V7) berlangsung melalui breakout room Zoom. Format ini memungkinkan peneliti dari berbagai daerah dan negara mempresentasikan temuannya tanpa harus hadir langsung di Surabaya.

Sesi paralel dibagi menjadi dua slot waktu, yaitu Sesi 1 pukul 08.00 WIB dan Sesi 2 pukul 10.00 WIB. Setiap pemakalah mendapat waktu 20 menit, terdiri dari 10 menit presentasi dan 10 menit tanya jawab. Setiap sesi dipandu seorang moderator yang sekaligus bertindak sebagai pembahas. Ia bertugas menjaga waktu, memberikan masukan atas makalah, dan memimpin jalannya diskusi.

Makalah yang dipresentasikan terbagi ke dalam lima tema besar. Kelima tema itu adalah penguatan rantai nilai halal dan sektor riil Islam, literasi dan inklusi ekonomi Islam serta sinergi kebijakan, inovasi pembiayaan dan keuangan komersial Islam, filantropi Islam (ZISWAF) untuk pemberdayaan dan inklusi sosial, serta transformasi digital dan teknologi keuangan Islam.

Topik yang dibahas beragam dan mengikuti isu terkini. Ada penelitian tentang reaksi saham industri makanan dan minuman halal di Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terhadap kenaikan harga minyak dunia dan risiko geopolitik. Penelitian lain membahas penguatan rantai nilai halal di industri pesan-antar makanan daring. Tema keuangan juga banyak diangkat, mulai dari tokenisasi aset dunia nyata untuk keuangan Islam yang inklusif, pengaruh risiko iklim terhadap stabilitas bank syariah, hingga pengungkapan green banking, green sukuk, dan sukuk negara berbasis aset. Di bidang filantropi, pemakalah mengkaji kepatuhan membayar zakat, pemberdayaan ekonomi rumah tangga melalui literasi dan inklusi keuangan syariah, serta fatwa kontemporer tentang fintech dan aset digital.

Pemakalah berasal dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia. Di antaranya Universitas Airlangga, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Diponegoro, Universitas Islam Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang, Politeknik Negeri Banjarmasin, IAIN Fattahul Muluk Papua, dan IAIN Datuk Laksemana Bengkalis. Selain itu hadir peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta praktisi dari Rumah Zakat dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Peserta internasional juga turut ambil bagian, yakni dari Malaysia (ISDEV Universiti Sains Malaysia, IIUM, Universiti Utara Malaysia, UiTM, UTeM, dan UniSZA), Thailand (Prince of Songkla University), Pakistan (University of the Punjab), dan Inggris.
Jajaran moderator dan pembahas mencerminkan kolaborasi yang sama. Selain dosen Departemen Ekonomi Syariah FEB UNAIR, seperti Prof. Dr. Tika Widiastuti, Prof. Dr. Imron Mawardi, Prof. Dr. Nisful Laila, dan Prof. Dr. Sri Herianingrum, sesi juga dipandu akademisi dari UPI, Untirta, UII, UMM, dan Poliban. Dari luar negeri, ada Dr. Zakaria Bahari dari Universiti Sains Malaysia dan Dr. Amal Essayem dari Marmara University, Turki.

Melalui sesi paralel ini, ICIEBP ke-5 menjadi ruang pertukaran gagasan antara peneliti senior, dosen muda, mahasiswa, dan praktisi. Hasil riset yang dibahas diharapkan dapat memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, baik di Indonesia maupun di tingkat global.