BERITA

Menuju Kesetaraan Gender dalam Profesi Akuntansi (Kolaborasi Sisi Feminin dan Maskulin dalam Perspektif Religius)

Menuju Kesetaraan Gender dalam Profesi Akuntansi (Kolaborasi Sisi Feminin dan Maskulin dalam Perspektif Religius)

Judul: Menuju Kesetaraan Gender dalam Profesi Akuntansi (Kolaborasi Sisi Feminin dan Maskulin dalam Perspektif Religius)

Penulis: Ismarh Fadhlillah Prasetyo

NIM: 041914253009

Program Studi: Magister Akuntansi

Tahun Terbit: 2022

Abstrak:

Kesenjangan gender dalam profesi akuntansi yang ditandai dengan subordinasi akuntan wanita oleh kaum pria sering dijustifikasi menjadi norma oleh masyarakat. Sebagian besar studi gender seolah mempertegas anggapan bahwa wanita lebih sulit untuk mengembangkan karirnya sebagai akuntan dibandingkan dengan pria dalam fenomena glass-ceiling. Namun seiring waktu berjalan, kesenjangan gender telah diilustrasikan dengan beberapa wujud yang berbeda, yaitu labirin dan sindrom ratu lebah. Sementara itu, studi akuntansi yang berkembang juga memberikan harapan menuju kesetaraan gender. Mengadopsi gagasan Islami dari Kamayanti bahwa wanita dapat berpraktik sebagai akuntan dengan mengindahkan fitrahnya sebagai istri dan ibu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi atas penerapan nilai-nilai solutif yang dapat mendasari kesetaraan gender dalam profesi akuntansi. Melalui systematic literature review (SLR) dan fenomenologi kritis, peneliti mengulas sejumlah sejumlah studi akuntansi dan melakukan wawancara secara mendalam kepada tujuh orang auditor sebagai informan dengan jabatan asisten manajer, manajer dan rekanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan gender berasal dari maskulinitas melalui nilai-nilainya yang selama ini diterapkan oleh para akuntan. Namun demikian, peneliti tidak menemukan satupun nilai-nilai tersebut diterapkan secara empiris. Dengan mempertimbangkan kontradiksi dari hasil SLR dan wawancara, peneliti mengungkap penerapan nilai-nilai Islami yang dapat mendorong kesetaraan gender dalam profesi akuntansi.

Kata kunci: kesenjangan gender, maskulinitas, glass-ceiling, nilai-nilai Islami, kesetaraan gender

Selengkapnya: https://repository.unair.ac.id/141603/1/041914253009%20HALAMAN%20I.pdf