
(FEB NEWS) Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR), Chelsea Mustika Putri, berhasil mengharumkan nama Universitas Airlangga di kancah internasional. Mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi angkatan 2023 tersebut berhasil meraih enam penghargaan dalam ajang Indonesia Golden Youth Summit (IGYS) 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Langkah Emas Indonesia di International Islamic University Malaysia (IIUM), Kamis (23/7/2026).
Pada kategori individu, Chelsea berhasil meraih penghargaan Best Delegate dan 1st Most Active Delegate. Sementara itu, bersama tim Eco-SEDIA yang dipimpinnya, Chelsea juga membawa pulang empat penghargaan kelompok, yaitu 1st Place Best SDGs Project Presentation, 1st Place Best Creative Video, 1st Place Most Creative Social Media Project, dan 3rd Place Best Group.
IGYS merupakan program kepemudaan internasional yang mengusung tema Empowering Youth, Connecting Nations, Inspiring a Bright Future. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring internasional, serta merancang solusi inovatif yang berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Chelsea mengikuti proses seleksi yang cukup kompetitif, mulai dari seleksi administrasi, video pitching, hingga Focus Group Discussion (FGD). Dari total 635 pendaftar, ia berhasil terpilih sebagai salah satu dari dua Fully Funded Delegate, sehingga memperoleh dukungan pendanaan penuh untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam kompetisi kelompok, Chelsea memimpin tim Eco-SEDIA yang beranggotakan Wildan Nadhif Al-Faiz (STDKI Ar-Rahmah), Nabila Ainur Mahya (Politeknik Negeri Malang), Salwa Shafina (Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka), Gigih Sahid Pratama (Universitas Negeri Semarang), Naufal Fandi Nugraha (Universitas Diponegoro), Fatimah Natanegara (SIS SJ), dan Ghea Aster Zevanya Sirait (SMA Negeri 1 Bandar).
Tim tersebut mengembangkan proyek bertajuk “Eco-SEDIA: Smart Economic Education for Indonesia’s Advancement”, sebuah inisiatif yang bertujuan meningkatkan literasi ekonomi masyarakat melalui pendekatan edukasi digital yang mudah diakses dan berkelanjutan. Proyek tersebut diwujudkan melalui tiga program utama, yakni EContent sebagai media edukasi ekonomi berbasis digital, Eco-SEDIA Learning Centre berupa platform pembelajaran berbasis laman web, serta SediAcademy yang menghadirkan pelatihan praktis untuk meningkatkan kompetensi masyarakat.
Chelsea mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam IGYS didorong oleh keinginan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas pengalaman berkolaborasi pada tingkat internasional.
“Selama ini saya banyak belajar melalui organisasi dan berbagai proyek di tingkat kampus. Melalui IGYS, saya ingin mengembangkan kemampuan dalam project coordination, teamwork, strategic planning, serta kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara. Bagi saya, pengalaman ini bukan hanya tentang meraih penghargaan, tetapi juga tentang belajar dari orang-orang hebat, bertukar perspektif, dan menciptakan solusi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Chelsea menilai bahwa pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa proses belajar tidak memiliki batas. Baginya, setiap kesempatan merupakan ruang untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
Keberhasilan Chelsea bersama tim Eco-SEDIA menunjukkan bahwa kolaborasi lintas disiplin dan inovasi mampu melahirkan gagasan yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Universitas Airlangga untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring internasional, serta mengambil peran aktif dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).