BERITA

MAHASISWA FEB UNAIR RAIH JUARA 3 NASIONAL LEWAT RISET INVESTASI PT EMTK PADA FINVEST EQUITY RESEARCH COMPETITION 2026

MAHASISWA FEB UNAIR RAIH JUARA 3 NASIONAL LEWAT RISET INVESTASI PT EMTK PADA FINVEST EQUITY RESEARCH COMPETITION 2026

(FEB NEWS) Prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) di kancah nasional. Tim IBTC Universitas Airlangga berhasil meraih Juara 3 Tingkat Nasional dalam Financial Investment Strategic Training (FINVEST) 2026: Equity Research Competition yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Pasar Modal Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bali. Kompetisi ini berlangsung pada 27 April hingga 18 Juli 2026 dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tim IBTC terdiri atas Fauzan Hammam Kusuma (S1 Manajemen 2025), Athollah Khansa Pradata (S1 Akuntansi 2025), dan Maya Nafiiza Lestari (S1 Manajemen 2025). Dalam kompetisi tersebut, mereka mengangkat riset mengenai PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melalui paper berjudul “EMTK: Ekosistem Teknologi Multi-Sektor yang Adaptif dan Berkelanjutan.” Melalui analisis yang komprehensif, tim memberikan rekomendasi BELI terhadap saham EMTK dengan target harga Rp985 per saham, atau berpotensi meningkat sekitar 60,2 persen dari harga acuan Rp615.

Kompetisi ini menantang peserta untuk menyusun riset ekuitas secara menyeluruh, mulai dari analisis makroekonomi, struktur industri, valuasi perusahaan, hingga presentasi dan sesi tanya jawab di hadapan dewan juri. Dalam proses penyusunan riset, setiap anggota tim memiliki peran strategis. Athollah Khansa Pradata berfokus pada penguatan narasi riset melalui analisis tren makroekonomi, struktur industri, competitive positioning, Porter’s Five Forces, serta analisis risiko investasi.

Menurut Athollah, tantangan terbesar dalam kompetisi ini adalah menyederhanakan analisis terhadap EMTK yang memiliki ekosistem bisnis lintas sektor tanpa menghilangkan kedalaman substansinya. Tim harus mampu merangkai berbagai aspek bisnis perusahaan, mulai dari media, teknologi, layanan kesehatan, hingga digital banking, menjadi satu tesis investasi yang logis, mudah dipahami, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Bagi kami, pencapaian ini bukan hanya tentang meraih Juara 3, tetapi tentang proses belajar memahami perusahaan secara utuh. Melalui analisis emiten EMTK, kami belajar bahwa investment research membutuhkan kemampuan untuk membaca tren makro, memahami struktur industri, melihat posisi kompetitif perusahaan, dan tetap kritis terhadap risiko. Kompetisi ini menjadi batu loncatan penting bagi kami untuk terus berkembang di dunia equity research,” ujar Athollah.

Selama proses kompetisi, Tim IBTC menerapkan pendekatan Sum-of-the-Parts (SOTP) dalam melakukan valuasi terhadap EMTK sebagai perusahaan holding multi-sektor. Analisis tersebut diperkuat dengan kajian terhadap kondisi makroekonomi Indonesia, tingkat persaingan industri, prospek setiap segmen bisnis, hingga penyusunan risk matrix yang mempertimbangkan berbagai potensi risiko investasi. Hasil riset kemudian dirangkum dalam presentasi yang efektif untuk dipertahankan pada tahap final di hadapan dewan juri.

Bagi Tim IBTC, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga sarana mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi investasi berbasis data, serta mengembangkan kemampuan komunikasi profesional. Mereka berharap pencapaian ini dapat mendorong semakin banyak mahasiswa FEB UNAIR untuk terjun dalam kompetisi equity research dan terus meningkatkan budaya riset investasi yang berkualitas di lingkungan kampus.

Prestasi tersebut sekaligus memperkuat rekam jejak mahasiswa FEB UNAIR dalam kompetisi pasar modal tingkat nasional. Kemampuan mengintegrasikan analisis ekonomi, strategi bisnis, valuasi perusahaan, serta manajemen risiko menunjukkan kesiapan mahasiswa untuk menghadapi tantangan dunia industri dan pasar keuangan yang semakin dinamis.

Keberhasilan Tim IBTC sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi mahasiswa di bidang riset dan literasi keuangan berbasis data, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong lahirnya sumber daya manusia yang profesional di sektor keuangan dan investasi, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan kemampuan analisis yang mendukung terciptanya inovasi dan pengambilan keputusan investasi yang lebih berkualitas.