BERITA

Awali Dies Natalis ke-65, FEB UNAIR Perkuat Spiritualitas sebagai Fondasi Kepemimpinan Berdampak

Awali Dies Natalis ke-65, FEB UNAIR Perkuat Spiritualitas sebagai Fondasi Kepemimpinan Berdampak

(FEB NEWS) SURABAYA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) mengawali rangkaian Dies Natalis ke-65 dengan menggelar Pengajian Dies Natalis bertema “Menguatkan Spiritualitas, Meneguhkan Integritas, dan Membangun Kepemimpinan Unggul yang Berdampak bagi Bangsa dan Peradaban” pada Jumat (31/7/2026) di Aula Fadjar Notonagoro, Gedung Utama FEB UNAIR.

Sebagai pembuka rangkaian peringatan Dies Natalis ke-65, kegiatan ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh civitas academica untuk meneguhkan kembali nilai-nilai spiritual sebagai landasan dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi sekaligus membangun kepemimpinan yang berintegritas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pengajian dihadiri oleh Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya – Prof. Dr. Ardianto, SE., MSi., Ak., CMA., CA. beserta jajaran staf universitas, Dekan FEB UNAIR Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE. beserta para Wakil Dekan, dosen, tenaga kependidikan, perwakilan fakultas di lingkungan Universitas Airlangga, Dharma Wanita Persatuan FEB UNAIR, alumni, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Ceramah agama disampaikan oleh Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D., yang dikenal sebagai akademisi sekaligus dai nasional.

Momentum Syukur Memasuki Usia ke-65

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Airlangga Prof. Muhammad Madyan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pengajian sebagai pembuka rangkaian Dies Natalis FEB UNAIR ke-65. Menurutnya, momentum tersebut bukan sekadar menjadi perayaan bertambahnya usia fakultas, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai yang menjadi fondasi kemajuan institusi.

“Kita bersyukur kepada Allah SWT karena dapat berkumpul dalam pengajian yang merupakan rangkaian Dies Natalis FEB Universitas Airlangga ke-65 yang penuh berkah,” ungkapnya.

Rektor menilai bahwa kehadiran Ustadz Das’ad Latif menjadi kehormatan tersendiri bagi Universitas Airlangga sekaligus menghadirkan suasana kesejukan di tengah civitas academica. Ia berharap tausiah yang disampaikan dapat menjadi bekal spiritual bagi seluruh peserta dalam menjalankan amanah di lingkungan pendidikan tinggi.

Lebih lanjut, Prof. Muhammad Madyan menegaskan bahwa keberhasilan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh pencapaian akademik maupun prestasi intelektual, tetapi juga oleh karakter, integritas, dan kedalaman spiritual yang dimiliki setiap insan di dalamnya.

“Di tengah berbagai capaian akademik dan kontribusi yang terus kita raih, kita diingatkan bahwa keunggulan institusi tidak hanya diukur dari prestasi intelektual, tetapi juga dari kekuatan karakter, integritas, dan kedalaman spiritual yang menjadi pondasinya.”

Menurutnya, tema pengajian tahun ini selaras dengan nilai-nilai HEBAT yang menjadi budaya Universitas Airlangga, yaitu Humble, Excellent, Brave, Agile, dan Transcendent. Nilai Transcendent, lanjutnya, menegaskan pentingnya spiritualitas sebagai sumber kebijaksanaan dalam setiap pengambilan keputusan.

“Spiritualitas menjadi sumber kebijaksanaan, integritas menjadi penuntun dalam setiap amanah, dan kepemimpinan yang unggul merupakan prasyarat untuk melahirkan karya serta pengabdian yang memberikan manfaat,” jelasnya.

Ceramah Ustadz Das’ad Latif: Ilmu Harus Mengantarkan pada Akhlak

Mengawali ceramahnya, Ustadz Das’ad Latif mengajak seluruh peserta untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT, termasuk kesempatan berkumpul dalam majelis ilmu yang penuh keberkahan.

Ia mengingatkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, dan kepekaan sosial.

Dalam tausiahnya, Ustadz Das’ad menekankan bahwa ilmu pengetahuan akan mencapai makna tertinggi ketika mampu membentuk karakter dan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama.

Ia juga mengajak seluruh civitas academica untuk menjadikan spiritualitas sebagai kompas dalam bekerja, mengajar, belajar, maupun memimpin. Menurutnya, kepemimpinan yang baik lahir dari hati yang dekat dengan Allah SWT, sehingga setiap keputusan yang diambil selalu dilandasi kejujuran, amanah, dan tanggung jawab.

Berbagai ilustrasi, kisah inspiratif, serta gaya penyampaian yang komunikatif membuat suasana pengajian berlangsung hangat. Sesekali, peserta larut dalam tawa ketika Ustadz Das’ad menyampaikan humor yang sarat makna, sebelum kembali diajak merenungkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Membuka Perjalanan Dies Natalis dengan Refleksi Spiritual

Pengajian ini menjadi simbol bahwa perjalanan menuju usia ke-65 FEB UNAIR tidak hanya dimaknai melalui berbagai capaian akademik dan prestasi institusi, tetapi juga diawali dengan refleksi spiritual sebagai pondasi dalam menghadapi tantangan masa depan.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen FEB UNAIR untuk terus menghadirkan pendidikan yang unggul, berintegritas, serta mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang memberikan dampak positif bagi bangsa dan peradaban.

Pengajian Dies Natalis ini sekaligus menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-65 FEB UNAIR yang akan berlangsung sepanjang Agustus 2026. Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari kegiatan sosial, kebersamaan civitas academica dan alumni, hingga forum akademik dan kolaborasi bersama dunia industri sebagai wujud semangat FEB UNAIR untuk terus berkarya, berdampak, dan mendunia.