
FEB NEWS – Kepedulian terhadap permasalahan limbah makanan (food waste) membawa tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional. Melalui inovasi bertajuk HydroChar-X, Tim Besok Deh Submit berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Business Model Canvas Competition Create, Innovate, Elevate (ECOPLAN) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Wirausaha Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.
Setelah mengikuti Grand Final yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada 30 Mei 2026, Tim Besok Deh Submit berhasil meraih Juara 3 Business Model Canvas Competition ECOPLAN 2026. Hasil tersebut resmi diumumkan pada 5 Juni 2026. Sebelum melaju ke babak puncak, tim telah bersaing dengan puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia hingga terpilih menjadi salah satu dari lima tim terbaik yang berkesempatan mempresentasikan ide bisnisnya di hadapan dewan juri nasional.
Tim Besok Deh Submit terdiri atas C. Chessa Agni Maheswari sebagai ketua tim, bersama Aisyah Nur Syarifah dan S.A.P.T. Nadia Karisa Prasanti. Ketiganya merupakan mahasiswa FEB UNAIR Prodi Ilmu Ekonomi yang menghadirkan solusi inovatif untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah organik yang semakin kompleks di Indonesia.
Dalam kompetisi tersebut, tim memperkenalkan HydroChar-X, sebuah inovasi yang mengubah limbah makanan berkadar air tinggi menjadi hydrochar fertilizer, yakni pupuk slow-release yang mampu melepaskan nutrisi secara bertahap sehingga lebih efisien diserap oleh tanaman.
Berbeda dengan metode pengolahan limbah organik konvensional yang membutuhkan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, HydroChar-X memanfaatkan teknologi Hydrothermal Carbonization yang memungkinkan proses pengolahan berlangsung hanya dalam hitungan jam tanpa memerlukan proses pengeringan awal. Melalui pendekatan tersebut, limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Bagi tim, keikutsertaan dalam ECOPLAN 2026 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk menunjukkan bahwa solusi lingkungan dapat diwujudkan melalui inovasi bisnis yang nyata dan berkelanjutan. Di tengah tantangan perubahan iklim, peningkatan volume sampah, dan keterbatasan sumber daya alam, mahasiswa dinilai perlu didorong untuk menghadirkan solusi yang mampu menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan.
Motivasi tersebut menjadi landasan lahirnya HydroChar-X. Menurut Chessa, tingginya jumlah food waste yang masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi salah satu persoalan yang mendorong tim untuk mencari solusi yang lebih efektif dan bernilai guna.
“Kami melihat bahwa food waste bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga kehilangan sumber daya yang sebenarnya masih memiliki nilai ekonomi. Melalui ECOPLAN, kami ingin membuktikan bahwa limbah dapat diubah menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat,” ujarnya.
Perjalanan menuju podium juara tidak berlangsung secara instan. Tim mengawali proses pengembangan HydroChar-X melalui riset mendalam mengenai permasalahan food waste di Indonesia, mempelajari berbagai teknologi yang relevan, hingga melakukan validasi model bisnis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Awalnya kami menghabiskan banyak waktu untuk mencari permasalahan yang benar-benar urgent dan memiliki dampak luas. Kami tidak ingin hanya membuat ide yang terdengar menarik, tetapi juga solusi yang realistis dan dapat diimplementasikan. Dari berbagai isu yang kami pelajari, food waste menjadi salah satu masalah yang paling menarik perhatian kami karena skalanya sangat besar dan masih memiliki banyak peluang untuk diselesaikan melalui inovasi,” jelas Chessa.
Selama proses persiapan kompetisi, tim tidak hanya menyusun Business Model Canvas (BMC), tetapi juga melakukan studi literatur, analisis kompetitor, penyusunan proyeksi keuangan, hingga perhitungan dampak lingkungan yang dapat dihasilkan oleh HydroChar-X. Berbagai evaluasi dan penyempurnaan dilakukan untuk memastikan bahwa inovasi yang diajukan memiliki fondasi yang kuat, baik dari sisi teknologi maupun model bisnis.
Mengusung slogan “Waste Less, Grow More”, HydroChar-X menawarkan konsep sederhana namun berdampak besar: semakin sedikit limbah yang terbuang, semakin besar manfaat yang dapat dihasilkan bagi lingkungan dan sektor pertanian.
“Kami percaya bahwa solusi lingkungan tidak harus berhenti pada pengurangan limbah. Yang lebih penting adalah bagaimana limbah tersebut dapat dikembalikan menjadi sumber daya yang bernilai dan bermanfaat bagi banyak pihak,” tambahnya.
Selain menghadirkan solusi pengelolaan limbah organik, HydroChar-X juga mendukung berbagai tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta SDG 13 (Climate Action).
Dari sisi dampak, inovasi ini memiliki potensi untuk mengurangi timbulan food waste yang berakhir di TPA, menekan emisi karbon dari proses pembusukan limbah organik, meningkatkan kualitas tanah melalui sekuestrasi karbon, serta membantu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Tidak hanya itu, model bisnis yang dikembangkan juga berpotensi membuka peluang terciptanya lapangan kerja hijau (green jobs) di sektor pengelolaan limbah dan ekonomi sirkular.
Bagi Tim Besok Deh Submit, keberhasilan meraih Juara 3 ECOPLAN 2026 bukanlah akhir dari perjalanan. Lebih dari sekadar penghargaan, prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan HydroChar-X agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Bagi kami, kemenangan ini bukan hanya tentang mendapatkan gelar juara. Yang lebih penting adalah bagaimana ide yang kami bawa dapat terus dikembangkan dan suatu hari benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap HydroChar-X dapat menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menghadirkan solusi inovatif untuk menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks,” tutup Chessa.
Prestasi yang diraih Tim Besok Deh Submit kembali menunjukkan bahwa mahasiswa FEB UNAIR tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui HydroChar-X, mahasiswa FEB UNAIR membuktikan bahwa kreativitas, kepedulian lingkungan, dan semangat berinovasi dapat berjalan beriringan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan Indonesia.