

(FEB NEWS) Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR). Nur Aliffia O.F berhasil mengharumkan nama Universitas Airlangga dengan meraih Juara 2 dalam ajang Kejuaraan Provinsi IPSI Jawa Timur 2026 Piala Bergilir BHS Cup.
Kejuaraan bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia Jawa Timur dan berlangsung pada 17–21 Mei 2026 di Gelora Pancasila – Surabaya. Kompetisi ini diikuti oleh 390 atlet dari 37 kabupaten dan kota se-Jawa Timur yang bersaing untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di cabang olahraga pencak silat.
Bagi Nur Aliffia, ajang Kejurprov IPSI Jawa Timur bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet menuju level yang lebih tinggi. Kejuaraan ini merupakan salah satu tahapan seleksi menuju Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda), Pra-PON, hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Ajang ini bukan hanya tentang berkompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat juang dan membangun karakter para atlet,” ungkapnya.
Perjalanan menuju podium juara tidak diraih dengan mudah. Dalam kejuaraan tersebut, tim harus melalui proses pertandingan bertahap mulai dari babak penyisihan hingga semifinal dan final. Pada babak semifinal, tim menghadapi lawan dari Jombang pada sesi pagi partai ketiga. Setelah berhasil melaju ke partai puncak, mereka kembali bertanding menghadapi tim dari Pamekasan pada sesi siang partai kedua.
Meski tampil dengan formasi tim yang baru dan persiapan yang relatif singkat, yakni sekitar dua bulan, Nur Aliffia dan tim mampu menunjukkan performa terbaik hingga akhirnya berhasil meraih Juara 2 pada Kejuaraan Provinsi IPSI Jawa Timur 2026.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi sesuatu yang sangat disyukuri karena meraih prestasi di ajang bergengsi tingkat provinsi bukanlah hal yang mudah. Selama masa persiapan, para atlet menjalani latihan intensif setiap hari dan dikarantina di mess KONI Jawa Timur guna memastikan kesiapan fisik, teknik, dan mental bertanding di tengah kesibukan perkuliahan maupun sekolah.
“Semua ini tidak lepas dari dukungan keluarga, teman, pelatih, dan tim yang selalu saling memotivasi satu sama lain agar mampu berjuang bersama menyabet juara,” jelasnya.
Kejuaraan ini juga memberikan pengalaman yang berkesan bagi Nur Aliffia karena adanya perubahan anggota dalam tim. Meski demikian, ia bersyukur tim tetap mampu menjaga kekompakan dan menunjukkan semangat juang hingga berhasil membawa pulang prestasi.
Semangat tersebut selaras dengan motto hidup yang selalu dipegang teguh oleh Nur Aliffia, yakni “Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah.”
Prestasi yang diraih Nur Aliffia menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB UNAIR mampu menunjukkan dedikasi dan kualitas tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam bidang olahraga dan pengembangan karakter. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat komitmen FEB UNAIR dalam mendukung mahasiswa untuk terus berkembang, berprestasi, dan membawa nama baik universitas di tingkat regional maupun nasional.