

(FEB NEWS) Melampaui batas ruang kelas dan menembus panggung internasional itulah capaian yang berhasil diraih Muhammad Maulana. Mahasiswa Akuntansi FEB UNAIR tersebut terpilih sebagai delegasi fully funded dalam program Changemaker Youth ASEAN Excursion (CAYE ASEAN) Batch 4 Chapter Singapore–Malaysia yang berlangsung pada 6–10 April 2026.
Program yang diselenggarakan oleh Changemaker Indonesia ini mengusung semangat kepemimpinan, pendidikan, dan pertukaran budaya lintas negara. Maulana menjadi salah satu representasi pemuda Indonesia yang membawa nama institusinya ke level regional ASEAN.
Selama lima hari, rangkaian kegiatan berlangsung intensif sekaligus sarat makna. Hari pertama dimulai dengan eksplorasi budaya di Malaysia melalui kunjungan ke Masjid Pink dan Batu Caves, dua ikon yang merepresentasikan kekayaan sejarah dan spiritual. Perjalanan berlanjut ke Singapura pada hari kedua dengan agenda kunjungan ke Jewel Changi Airport, Universal Studios Singapore, serta kampus bergengsi National University of Singapore, hingga landmark ikonik seperti Gardens by the Bay dan Merlion Park.
Memasuki hari ketiga dan keempat, fokus kegiatan beralih pada kunjungan akademik ke Universiti Kebangsaan Malaysia dan Universiti Kuala Lumpur, serta Universiti Malaya. Rangkaian ini ditutup dengan eksplorasi budaya melalui kunjungan ke Menara Kembar Petronas dan pertunjukan seni tradisional Malaysia yang memperkaya perspektif lintas budaya para delegasi.
Puncak kegiatan berlangsung pada hari kelima melalui sesi Mini Conference, di mana setiap delegasi mempresentasikan studi kasus berbasis isu global. Maulana membawakan tema Sustainable Development Goals (SDGs) isu strategis yang relevan dengan tantangan kawasan ASEAN saat ini.
Penampilannya di forum internasional tersebut membuahkan hasil gemilang. Ia berhasil meraih empat penghargaan sekaligus, yakni Winner 1st Media Presentation, Winner 1st Best Group, Winner 1st Best Presenter, serta penghargaan tertinggi Best Delegate CAYE ASEAN Batch 4.
“Pengalaman ini mengajarkan bahwa batas kemampuan kita jauh lebih luas dari yang kita bayangkan. Berdiri di panggung internasional dan menyampaikan gagasan di hadapan delegasi dari berbagai daerah benar-benar mengubah cara pandang saya,” ujar Maulana.
Keikutsertaan dalam program ini tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga mencerminkan kontribusi generasi muda Indonesia dalam mendorong agenda global, khususnya SDGs. Maulana pulang bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai changemaker yang membawa semangat perubahan.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani keluar dari zona nyaman, memanfaatkan peluang internasional, serta membuktikan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing dan bersinar di tingkat ASEAN.
Editor: Sintya Alfafa