BERITA

HIMA IE FEB UNAIR Bahas Ketahanan Ekonomi di Era Renewable Energy

HIMA IE FEB UNAIR Bahas Ketahanan Ekonomi di Era Renewable Energy

(FEB NEWS) Himpunan Mahasiswa (HIMA) S1 Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga sukses menyelenggarakan E-CONVERSATION INCONOMIX 2026 secara daring pada Sabtu (9/5/2026). Mengusung tema “Powering the Future: Exploring Economic Resilience in the Renewable Era”, kegiatan ini menghadirkan diskusi mengenai tantangan transisi energi global, ketahanan ekonomi, serta peran generasi muda dalam menghadapi era energi terbarukan.

Kegiatan yang berlangsung secara online tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Nur Aini Hidayati, SE., MSi., Ph.D. – Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB UNAIR dan Sinta Ramadhani – Gen B Surabaya. Acara dipandu oleh moderator Adinda dan diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, seperti – Universitas Pekalongan, UPN Veteran Jawa Timur, dan UPN Veteran Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Sekretaris Program Studi S1 Ilmu Ekonomi – Gigih Prihantono, S.E., M.SE. menekankan bahwa isu energi dan perubahan iklim kini menjadi tantangan global yang memengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Ia menyampaikan pentingnya eksplorasi energi alternatif dan pemahaman mahasiswa terhadap dinamika transisi energi yang tengah berlangsung.

Sementara itu, Ketua HIMA S1 Ilmu Ekonomi FEB UNAIR, Regi, berharap kegiatan tersebut mampu menjadi ruang diskusi yang memperluas wawasan mahasiswa mengenai tantangan ekonomi masa depan. Senada dengan hal tersebut, Rasendriya Akmal Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi forum diskusi akademik, tetapi juga ruang refleksi terkait kondisi energi global, pembangunan berkelanjutan, dan ketahanan ekonomi nasional.

Pada sesi materi pertama, Nur Aini Hidayati mengajak peserta melihat transisi energi dari sudut pandang ekonomi. Menurutnya, transisi energi tidak sekadar membahas perubahan dari energi fosil menuju energi terbarukan, tetapi juga berkaitan dengan perubahan struktur ekonomi, investasi, fiskal, hingga ketahanan nasional. Ia menjelaskan bahwa kondisi geopolitik global, perubahan iklim, dan krisis energi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.

“Transisi energi bukan hanya fokus bagaimana energi menjadi lebih bersih, tetapi bagaimana ekonomi tetap kuat, adaptif, dan tidak mudah jatuh ketika dunia mulai bergerak menuju energi baru,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil yang masih mencapai sekitar 82 persen, meskipun Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, seperti panas bumi, tenaga surya, hidro, angin, dan energi laut. Menurutnya, tantangan utama bukan terletak pada minimnya potensi, melainkan bagaimana potensi tersebut dapat diubah menjadi energi yang andal, terjangkau, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pada sesi kedua, Sinta Ramadhani membahas pentingnya peran generasi muda dalam mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa krisis energi dan perubahan iklim merupakan isu nyata yang akan sangat memengaruhi kehidupan generasi mendatang. Oleh karena itu, anak muda dinilai memiliki peran penting sebagai agen perubahan melalui edukasi, aksi lingkungan, serta pengembangan inovasi di bidang energi terbarukan.

Selain diskusi materi, kegiatan juga berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan mengenai tantangan implementasi energi terbarukan, kebijakan pemerintah, hingga peluang ekonomi hijau di masa depan.

Melalui kegiatan ini, HIMA S1 Ilmu Ekonomi FEB UNAIR berupaya menghadirkan ruang diskusi yang relevan dengan isu global sekaligus mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis terhadap tantangan ekonomi masa depan. Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Ke depan, diharapkan INCONOMIX dapat terus menjadi wadah pengembangan wawasan dan gagasan mahasiswa dalam menjawab berbagai tantangan ekonomi global yang semakin dinamis.