BERITA

TIM ANAK PAPI J FEB UNAIR JUARA 1 NATIONAL MINI CASE COMPETITION

TIM ANAK PAPI J FEB UNAIR JUARA 1 NATIONAL MINI CASE COMPETITION

(FEB NEWS) Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim “Anak Papi J” berhasil meraih Juara 1 dalam ajang National Mini Case Competition bertema Sustainable Business Strategy for Emerging Talents yang diselenggarakan oleh Dream Career Indonesia pada Minggu (29/3/2026). Kompetisi ini turut melibatkan Pertamina dan PLN sebagai case collaborator.

Tim yang beranggotakan Jessica Angel Pramudinata, Irvan Betrando Banjarnahor, dan Domenico Nathan Karsanto tersebut sukses mengungguli ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Angel selaku perwakilan tim mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut, terlebih karena kompetisi ini menjadi pengalaman pertama mereka di ajang serupa.

“Awalnya kami hanya ingin mencoba tanpa ekspektasi besar. Ketika diumumkan sebagai pemenang, itu menjadi momen yang sangat berkesan bagi kami,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, peserta dihadapkan pada studi kasus berbasis penerapan ESG (environmental, social, governance) pada sektor energi. Kasus yang diangkat menyoroti perusahaan yang menghadapi sanksi pajak akibat emisi karbon yang tidak sesuai regulasi, serta inefisiensi biaya operasional dari mesin pembangkit listrik.

Menjawab tantangan tersebut, tim “Anak Papi J” merancang solusi berupa penerapan retrofit cooling system guna meningkatkan efisiensi mesin sekaligus menekan biaya produksi. Selain itu, mereka juga mengusulkan pemanfaatan teknologi waterless Carbon Capture and Storage (CCS) untuk membantu perusahaan memenuhi standar emisi yang ditetapkan pemerintah.

Tidak hanya itu, tim juga menawarkan skema carbon credit monetization sebagai peluang kolaborasi global yang memungkinkan perusahaan memperoleh tambahan pendapatan sekaligus mendukung target zero emission.

Nathan menjelaskan bahwa seluruh solusi yang diajukan merupakan hasil riset mandiri yang dilakukan secara intensif selama tiga hari tanpa pendampingan eksternal. “Meskipun kasus yang diberikan cukup teknis, kami berupaya memahami materi secara mendalam dan tetap berkomitmen menghadirkan solusi terbaik,” jelasnya.

Selama proses kompetisi, tim juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perbedaan pandangan, penyesuaian waktu antaranggota, hingga keterbatasan latar belakang teknis. Namun, melalui komunikasi yang efektif dan kerja sama yang solid, seluruh hambatan tersebut dapat diatasi dengan baik.

“Kesulitan pasti ada, tetapi kami belajar untuk saling memahami, terus mencari solusi bersama, dan percaya pada kemampuan tim,” tambah Angel.

Sebagai penutup, tim “Anak Papi J” mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba peluang di luar bidang yang ditekuni. Mereka menekankan bahwa keberhasilan tidak terlepas dari proses belajar, kekompakan tim, serta keberanian untuk memulai.

“Target besar selalu diawali dari langkah kecil. Jangan ragu untuk mencoba, meskipun belum memiliki pengalaman sebelumnya,” pesan Nathan.

Alasan Memilih Nama Anak Papi J
anak papi j karena kita semua percaya bahwa keberhasilan itu terjadi apabila kita selalu mengandalkan Tuhan di setiap perkara yang kita lakukan.