

(FEB NEWS) SURABAYA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) bersama Universiti Malaya (UM) menggelar strategic meeting sebagai bagian dari rangkaian Inbound Program Universiti Malaya di Universitas Airlangga, Selasa (4/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menjajaki pengembangan kerja sama yang lebih konkret antara kedua institusi, terutama dalam bidang mobilitas akademik, penelitian bersama, publikasi internasional, dan penyelenggaraan kegiatan akademik.
Universiti Malaya diwakili oleh Dr. Mohd Shahid bin Mohd Noh dari Department of Shariah, Economics and Governance, Academy of Islamic Studies, Universiti Malaya. Sementara itu, FEB UNAIR diwakili oleh jajaran pimpinan fakultas, departemen, program studi, dosen, dan tenaga kependidikan.
Hadir dalam pertemuan tersebut Novrys Suhardianto, S.E., MSA., Ak., Ph.D., Wakil Dekan III FEB UNAIR; Prof. Dr. Imron Mawardi, S.P., M.Si., Ketua Departemen Ekonomi Islam; Dr. Puji Sucia Sukmaningrum, S.E., CiFP., Sekretaris Departemen Ekonomi Islam; Prof. Dr. Sri Herianingrum, S.E., M.Si., Koordinator Program Studi S2 Ekonomi Islam; serta Annisa Rahma Febriyanti, S.EI., M.SEI., Sekretaris Program Studi S1 Ekonomi Islam.
Pertemuan juga dihadiri Eko Fajar Cahyono, S.E., M.E., Ph.D., Ahmad Fadlur Rahman Bayuny, S.EI., M.Sc.IBF., Ph.D., serta tenaga kependidikan FEB UNAIR Salman Farisy. Pertemuan tersebut mempertemukan unsur pimpinan dan pengelola akademik untuk mendiskusikan peluang kerja sama yang dapat segera ditindaklanjuti oleh kedua institusi.
Dalam strategic meeting, Novrys Suhardianto, S.E., MSA., Ak., Ph.D. memaparkan materi bertajuk “International Collaboration FEB Universitas Airlangga: Building Global Partnerships through Student & Staff Mobility.” Presentasi tersebut memperkenalkan berbagai skema internasionalisasi yang dapat dikembangkan FEB UNAIR bersama perguruan tinggi mitra. Kerangka kolaborasi FEB UNAIR menempatkan student mobility dan staff mobility sebagai dua inisiatif utama dalam membangun kemitraan global.
Pada aspek student mobility, peluang kolaborasi mencakup program jangka pendek selama lima hingga enam hari yang memadukan kuliah akademik, kunjungan industri, cultural immersion, dan educational excursions. FEB UNAIR juga menawarkan skema jangka panjang sekitar satu semester dengan kombinasi pembelajaran daring dan kegiatan on-site, termasuk kemungkinan credit transfer. Selain itu, terdapat skema Collaborative Online-Onsite International Learning (COOIL) dan Tailor-Made Program yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan akademik mitra internasional.
Peluang kolaborasi juga terbuka pada level dosen dan peneliti melalui staff mobility. Beberapa skema yang diperkenalkan antara lain Airlangga Post-Doctoral Fellowship (APD) serta program Adjunct Professor, yang memungkinkan akademisi internasional terlibat dalam kegiatan penelitian dan akademik bersama para profesor dan peneliti Universitas Airlangga.
Matching Grant Menjadi Salah Satu Fokus Pembicaraan
Salah satu agenda yang mendapatkan perhatian dalam pertemuan adalah pengembangan penelitian kolaboratif antara FEB UNAIR dan Universiti Malaya. Dalam materi yang dipresentasikan, FEB UNAIR memiliki sejumlah jalur untuk mendukung kolaborasi penelitian, meliputi pendanaan nasional, pendanaan universitas, pendanaan fakultas, serta skema matching grant.
Pihak Universiti Malaya menyambut baik peluang tersebut, terutama kemungkinan membangun kolaborasi melalui skema matching grant. Skema ini dinilai dapat menjadi instrumen untuk mempertemukan akademisi dari kedua institusi dalam penelitian bersama, mulai dari identifikasi topik, pembentukan tim peneliti, penyusunan proposal, hingga menghasilkan publikasi bersama.
Kesamaan bidang keilmuan antara Departemen Ekonomi Islam FEB UNAIR dan Department of Shariah, Economics and Governance Universiti Malaya turut membuka ruang yang luas bagi kolaborasi. Topik-topik dalam ekonomi Islam, keuangan Islam, industri halal, filantropi Islam, serta isu ekonomi dan tata kelola dapat menjadi titik temu untuk pengembangan penelitian bersama.
Universiti Malaya Tertarik Berpartisipasi dalam ICIEBP 2026
Pembicaraan kemudian berkembang pada peluang keterlibatan Universiti Malaya dalam The 5th International Conference on Islamic Economics, Business, Philanthropy & PhD Colloquium (ICIEBP) 2026. Konferensi internasional tersebut akan diselenggarakan pada 25–26 September 2026 di Surabaya, Indonesia, dengan format hibrida.
ICIEBP 2026 mengangkat tema “Halal Value Chain Transformation and Islamic Finance Innovation: Accelerating Inclusive and Resilient Economic Growth.” Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Universitas Airlangga, Bank Indonesia, Universiti Sains Malaysia (USM), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Dalam strategic meeting, pihak Universiti Malaya menunjukkan ketertarikan untuk berpartisipasi dalam ICIEBP 2026. Ketertarikan tersebut menjadi salah satu hasil positif pertemuan karena konferensi dapat menjadi ruang awal untuk mempertemukan akademisi kedua universitas, mendiseminasikan hasil penelitian, sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan penelitian dan publikasi bersama.
Partisipasi UM dalam ICIEBP juga dinilai relevan dengan karakter konferensi yang mempertemukan isu ekonomi Islam, bisnis, filantropi, industri halal, dan inovasi keuangan Islam. Selain forum konferensi, keberadaan PhD Colloquium turut membuka kemungkinan interaksi akademik yang lebih luas pada jenjang pendidikan doktoral.
Dari Inbound Program Menuju Kemitraan yang Lebih Konkret
Strategic meeting tersebut memperlihatkan bahwa kunjungan Universiti Malaya ke FEB UNAIR tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan inbound dan pertukaran pengalaman akademik. Pertemuan juga dimanfaatkan untuk merumuskan peluang kerja sama yang dapat menghasilkan program dan luaran konkret bagi kedua institusi.
Ketertarikan Universiti Malaya terhadap matching grant dan ICIEBP 2026 menjadi titik awal yang potensial untuk ditindaklanjuti melalui komunikasi antardepartemen dan antarpeneliti. Dari proses tersebut, kerja sama diharapkan dapat berkembang menuju penelitian bersama, publikasi kolaboratif, mobilitas mahasiswa dan staf, serta berbagai aktivitas akademik internasional lainnya.
Kerangka tersebut sejalan dengan strategi kolaborasi internasional FEB UNAIR yang menempatkan mobilitas mahasiswa, mobilitas staf, dan kolaborasi penelitian sebagai bagian dari upaya membangun kemitraan global. Bahan presentasi FEB UNAIR juga secara eksplisit memasukkan matching grant sebagai salah satu skema yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong penelitian kolaboratif.
Melalui pertemuan ini, FEB Universitas Airlangga dan Universiti Malaya membuka peluang untuk membawa hubungan kedua institusi dari kegiatan kunjungan akademik menuju kemitraan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Matching grant, keterlibatan dalam ICIEBP 2026, penelitian bersama, publikasi internasional, serta mobilitas akademik diharapkan menjadi sejumlah agenda konkret yang dapat dikembangkan sebagai tindak lanjut strategic meeting tersebut.