
(FEB NEWS) Krisis iklim global dan tantangan transisi energi menuntut hadirnya pemikiran kritis serta solutif dari kalangan akademisi muda. Merespons tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi (HIMA IE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga menyelenggarakan sesi puncak presentasi esai E-Mentoring INCONOMIX 2026 secara daring pada Sabtu (29/08/2026).
Mengusung fokus pada isu keberlanjutan, transisi energi, dan ketahanan energi nasional, E-Mentoring INCONOMIX 2026 menjadi ruang pembelajaran terstruktur bagi mahasiswa aktif Ilmu Ekonomi untuk menghubungkan teori ekonomi dengan persoalan nyata. Melalui proses mentoring, mahasiswa tidak hanya diasah dalam keterampilan riset dan kepenulisan ilmiah, tetapi juga didorong untuk menganalisis berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan serta merumuskan gagasan dan alternatif solusi berbasis data.
Sesi presentasi berlangsung interaktif dengan pemaparan gagasan dari tiga kelompok peserta. Kelompok pertama membedah dinamika kebijakan Net Zero Emission (NZE) 2060 serta dampaknya terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dengan menggunakan pendekatan Endogenous Growth Theory dan Porter Hypothesis.
Kelompok kedua menawarkan Integrated Energy Resilience Framework (IERF) dengan memanfaatkan bioetanol berbasis nira nipah (Nypa fruticans) sebagai salah satu gagasan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak nasional. Sementara itu, kelompok ketiga menyoroti paradoks transisi energi Indonesia dengan menganalisis kontradiksi regulasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) captive, tantangan perlindungan tenaga kerja dalam proses just transition, serta usulan reformasi pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) berbasis hak asasi manusia.
Diskusi berlangsung dinamis ketika para peserta mempertahankan argumen ilmiah mereka di hadapan tim juri akademisi dan mentor. Penilaian mencakup ketajaman analisis makroekonomi, penggunaan kerangka teori, pengolahan data, serta kelayakan gagasan dan solusi yang ditawarkan.
Selama rangkaian program, sebanyak 12 mentee terpilih mendapatkan pendampingan intensif dari para mentor. Proses pembimbingan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari perumusan masalah, pengolahan data makroekonomi yang bersumber antara lain dari BPS, Kementerian ESDM, dan International Energy Agency (IEA), pengembangan kerangka analisis, hingga teknik penyampaian gagasan secara terstruktur.
Ketua Pelaksana E-Mentoring INCONOMIX 2026 menyampaikan bahwa program tersebut menjadi ruang inkubasi yang inklusif dan berbasis ilmiah bagi mahasiswa Ilmu Ekonomi. Mahasiswa didorong untuk tidak berhenti pada pemahaman teori makroekonomi di ruang kelas, tetapi mampu menggunakannya untuk membaca persoalan nyata, termasuk tantangan transisi energi dan ketahanan energi nasional.
Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan Departemen Ilmu Ekonomi FEB UNAIR menilai inisiatif tersebut penting untuk mempertajam kemampuan analisis mahasiswa sekaligus meningkatkan daya saing akademik. Pendampingan yang dilakukan secara terstruktur menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas dan relevan dengan perkembangan persoalan ekonomi kontemporer.
Melalui pendekatan pembelajaran yang menghubungkan isu pembangunan berkelanjutan dengan analisis ekonomi, E-Mentoring INCONOMIX 2026 turut mendukung SDG 17 (Partnership for the Goals), khususnya Sub-Indikator 17.4.1 tentang Education for SDGs commitment to meaningful education. Program ini memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memahami isu keberlanjutan yang relevan dengan bidang keilmuan mereka sekaligus mengaplikasikan pengetahuan tersebut melalui riset, pengolahan data, dan perumusan gagasan berbasis bukti. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi diarahkan pada kemampuan mahasiswa dalam mengkaji persoalan pembangunan berkelanjutan dan merumuskan alternatif solusi.
Penguasaan analisis ekonomi terhadap isu keberlanjutan tersebut menjadi modal bagi mahasiswa untuk menghadapi perkembangan ekonomi dan kebutuhan dunia kerja di masa depan, termasuk munculnya berbagai peluang pada sektor ekonomi dan industri hijau.
Ke depan, HIMA IE FEB UNAIR berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan riset yang inklusif, relevan, dan berkelanjutan guna mendorong lahirnya ekonom-ekonom muda yang mampu mengembangkan gagasan berbasis data serta memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan ekonomi dan pembangunan.
Penulis: Rasendriya Akmal Nugroho