

(FEB NEWS) Kolaborasi lintas disiplin kembali membawa mahasiswa Universitas Airlangga menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim “Pejuang Rupiah” berhasil meraih Juara 3 dalam ajang PIONEERS 5.0 Business Idea Competition yang diselenggarakan oleh HIPMI PT Universitas Gadjah Mada pada Minggu, 24 Mei 2026 di Gadjah Mada University Hotel.
Prestasi tersebut diraih oleh tim yang terdiri atas Muhammad Izar Alfatih Rizqy (S1 Akuntansi’24, FEB), Alfarrel Yuri Ramadhani (S1 Sistem Informasi’24, FST), dan Azza Almira Latitya (S1 Sistem Informasi’24, FST). Dalam kompetisi tersebut, tim berhasil bersaing dengan lebih dari 250 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Mengangkat tema “Smarter Supply Chain for Small Local Business”, Tim Pejuang Rupiah menghadirkan gagasan software pembantu operasional untuk digitalisasi UMKM Indonesia dengan fokus pada efisiensi rantai pasok (supply chain). Inovasi tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM dalam mengelola pencatatan stok, koordinasi dengan pemasok, pencatatan keuangan, hingga pemasaran digital secara lebih efisien.
Bagi tim, kompetisi ini menjadi ruang untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan ke dalam solusi nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Kolaborasi antara mahasiswa Akuntansi dan Sistem Informasi menjadi kekuatan utama dalam pengembangan ide bisnis tersebut. Tim memadukan aspek teknologi, bisnis, dan keuangan untuk menciptakan sistem yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif bagi pengguna.
Perjalanan menuju Juara 3 dimulai dari proses seleksi awal melalui pengumpulan ringkasan ide bisnis. Setelah dinyatakan lolos dari ratusan pendaftar, tim mulai melakukan riset lapangan dengan mewawancarai sejumlah pelaku UMKM di Surabaya dan Sidoarjo untuk memahami berbagai tantangan operasional yang mereka hadapi sehari-hari.
Dari proses wawancara tersebut, tim menemukan berbagai persoalan, mulai dari pencatatan stok yang masih manual, tidak adanya sistem notifikasi stok menipis, hingga pencatatan utang-piutang kepada pemasok yang belum terintegrasi secara digital.
Hasil riset tersebut kemudian dikembangkan menjadi Business Model Canvas (BMC) dan proposal bisnis yang memuat konsep produk, segmentasi pasar, sumber pemasukan, hingga strategi pengembangan bisnis. Selain itu, tim juga memproduksi video promosi secara mandiri di tengah kesibukan perkuliahan dan ujian tengah semester.
Tahapan paling kompleks dalam kompetisi ini adalah pengembangan prototype aplikasi. Mahasiswa dari Sistem Informasi bertanggung jawab membangun prototype software dengan fitur utama, notifikasi otomatis, hingga rekomendasi pemasok. Sementara itu, Muhammad Izar Alfatih Rizqy berperan dalam alokasi modal, aspek, keuangan, dan penyesuaian kebutuhan pasar UMKM.
Tidak berhenti pada tahap pengembangan prototype, tim juga melakukan pengujian langsung kepada pelaku UMKM yang sebelumnya telah diwawancarai. Berbagai masukan terkait tampilan aplikasi dan efisiensi alur penggunaan kemudian digunakan untuk menyempurnakan sistem sebelum dipresentasikan di hadapan dewan juri.
Pada sesi pitching final, Tim Pejuang Rupiah mempresentasikan inovasi mereka di hadapan jajaran juri profesional, yakni Rr. Sarwi Peni Wulandaru, Dawil Raja Unggul Saragih, dan Hadizah Alya Nafauziyya.
Melalui proses panjang mulai dari riset lapangan, penyusunan proposal, pengembangan prototype, hingga pitching nasional, Tim Pejuang Rupiah akhirnya berhasil meraih Juara 3 PIONEERS 5.0 Business Idea Competition 2026.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB UNAIR mampu menghadirkan inovasi bisnis berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki daya saing di tingkat nasional. Keberhasilan ini juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi lintas disiplin mampu melahirkan solusi kreatif bagi pengembangan UMKM Indonesia di era digital.