
(BEM NEWS) Kepedulian terhadap lingkungan dapat ditumbuhkan sejak dini melalui pembelajaran yang menyenangkan dan aksi nyata. Semangat tersebut diwujudkan Departemen Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (BEM FEB UNAIR) melalui kegiatan Ruang Abdi Vol. 2 di Yayasan Nurul Hasanah, Surabaya, pada Sabtu (17/10/2026).
Mengusung tema “Menanam Ilmu, Menumbuhkan Aksi: Mewujudkan Generasi Cerdas dan Peduli Lingkungan”, kegiatan ini melibatkan 30 anak sebagai peserta edukasi lingkungan dengan pendampingan 10 volunteer mahasiswa Universitas Airlangga. Melalui konsep Abdi Eco-Lab bertajuk The Eco Explorers, peserta diajak mengenali persoalan sampah, memahami dampaknya terhadap lingkungan, dan mempelajari langkah sederhana untuk mengatasinya.
Pembelajaran dimulai dengan pengenalan jenis sampah melalui benda-benda yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti bungkus makanan, botol plastik, daun kering, dan kertas bekas. Peserta mempelajari perbedaan sampah organik, anorganik, residu, serta bahan berbahaya dan beracun (B3). Mereka juga mengenal perjalanan sampah dari tempat pembuangan hingga tempat penampungan sementara (TPS) dan tempat pemrosesan akhir (TPA), serta memahami dampak penumpukan sampah dan pencemaran air terhadap makhluk hidup.
Selain mengenali persoalan sampah, anak-anak diperkenalkan pada prinsip 4R, yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), dan Replace (mengganti dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan). Melalui contoh sederhana, seperti membawa botol minum sendiri, menggunakan kembali wadah, dan membawa tas belanja, peserta diajak memahami bahwa kebiasaan sehari-hari dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan.
Rangkaian pembelajaran dikemas melalui sejumlah misi dalam The Eco Explorers. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan memperoleh Eco Mission Card yang berisi tantangan serta petunjuk untuk menyelesaikan setiap aktivitas. Dengan pendampingan para volunteer, anak-anak berkesempatan belajar secara aktif, bekerja sama, dan memecahkan persoalan melalui pengalaman langsung.
Pada pos Kotak Misteri, peserta mengidentifikasi benda sehari-hari, menentukan jenis sampah, dan mengenali karakteristik penguraiannya. Aktivitas dilanjutkan dengan Problem Mapping, yang mengajak anak-anak menghubungkan perilaku membuang sampah dengan jenis sampah, waktu penguraian, dampak yang ditimbulkan, serta solusi yang dapat dilakukan.
Keseruan berlanjut melalui Eco Relay, permainan estafet yang melatih ketepatan peserta dalam memilah sampah organik dan anorganik. Sebagai penutup rangkaian edukasi, anak-anak mengikuti workshop pembuatan gantungan kunci dari tutup botol plastik bekas. Melalui kegiatan kreatif ini, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan kembali barang bekas menjadi benda yang bernilai guna sekaligus mempraktikkan prinsip Reuse dan Recycle.
Ketua Pelaksana Ruang Abdi Vol. 2 menyampaikan bahwa perubahan besar dapat berawal dari langkah sederhana. “Tidak masalah jika langkah yang kita ambil sekarang masih kecil. Namun, yakinlah bahwa langkah kecil ini akan memberikan dampak dan membawa perubahan besar di masa depan,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan Yayasan Nurul Hasanah atas kontribusi mahasiswa dalam berbagi pengetahuan dan kebahagiaan bersama anak-anak. “Terima kasih banyak kepada kakak-kakak mahasiswa Unair yang sudah berbagi banyak ilmu dan kebahagiaan dengan anak-anak kami,” tuturnya.
Melalui Ruang Abdi Vol. 2, Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FEB UNAIR berupaya menghadirkan pembelajaran lingkungan yang dekat dengan keseharian anak-anak. Perpaduan edukasi, permainan, dan praktik kreatif diharapkan membantu peserta memahami persoalan sampah serta mendorong penerapan kebiasaan menjaga lingkungan, baik di rumah maupun di ruang publik.
Lebih dari sekadar mengenalkan jenis sampah, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengidentifikasi masalah, memahami dampaknya, dan mengeksplorasi solusi sederhana. Semangat Eco Explorers diharapkan dapat menjadi awal tumbuhnya kebiasaan bertanggung jawab terhadap sampah dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Penulis: Shovian