
(BEM NEWS) Keberhasilan dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Kompetisi Ilmiah Mahasiswa (KIM) tidak lepas dari persiapan matang dan strategi yang terarah. Menyadari urgensi tersebut, Departemen Keilmuan BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga sukses mengawal jalannya program “Pendampingan KIM FEB 2026” yang berlangsung sejak 21 Mei hingga puncak Grand Final pada 25 Oktober 2026. Kegiatan pendampingan ini dirancang khusus sebagai wadah inkubator bagi sekitar 170 tim peserta dari FEB, dengan tujuan utama mengantarkan proposal-proposal terbaik mereka agar lolos seleksi KIM tingkat universitas hingga melenggang ke panggung PIMNAS.
Berjalan selama hampir tujuh bulan, program ini memancarkan energi kompetisi dan antusiasme akademik yang luar biasa dari para Ksatria Airlangga di lingkungan FEB. Ratusan tim mahasiswa menunjukkan semangat juang yang tinggi dalam menyusun gagasan inovatif mereka. Guna memastikan program berjalan optimal, sebanyak 15 orang mahasiswa kompeten dipilih melalui proses open recruitment untuk bertugas sebagai Tim Pendamping.
Kehadiran Tim Pendamping ini menjadi garda terdepan dalam mendistribusikan informasi krusial dan membimbing kelengkapan administratif para peserta. Hal ini dirasakan langsung oleh para peserta pendampingan.
“Terimakasih banyak kepada Departemen Keilmuan BEM FEB UNAIR yang sudah memfasilitasi kami selama submission KIM 2026. Dengan hadirnya Kak Imron sebagai pendamping, kami setim merasa sangat terbantu dan terfasilitasi ketika memerlukan bantuan saat ingin konsultasi kepada dosen pembimbing dan juga bertanya apapun seputar submission KIM,” ungkap Alfandy, perwakilan salah satu tim peserta KIM FEB.
Lebih lanjut, Alfandy juga menyoroti pentingnya peran pendamping dalam menjaga ritme kerja tim di tengah padatnya perkuliahan. “Selain itu, Kak Imron juga selalu memberikan reminder kepada kami selama proses pengerjaan proposal agar memastikan kami bisa submit tepat waktu. Alhamdulillah, berkat pendampingan PKM KIM ini, kami setim berhasil lolos menjadi salah satu finalis KIM 2026,” tambahnya penuh apresiasi.
Pelaksanaan program Pendampingan KIM FEB 2026 berjalan secara sistematis dan komprehensif. Kelima belas pendamping yang telah terpilih bekerja aktif menjadi jembatan informasi antara panitia pusat, dosen pembimbing, dan tim peserta. Mereka bertugas memberikan pengingat berkala terkait tenggat waktu pengumpulan, membantu membedah aturan teknis, serta memantau progres pengerjaan proposal agar selaras dengan standar operasional KIM UNAIR. Berkat sinergi yang solid dan pendampingan yang intensif ini, FEB berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan mengirimkan 5 tim perwakilan menuju Grand Final KIM 2026.
Proses pembinaan intensif ini menjadi wadah akselerasi dalam meningkatkan kualitas riset, literasi ilmiah, dan daya berpikir kritis mahasiswa. Pengembangan karakter disiplin dan daya analitis melalui iklim kompetitif ini menjadi fondasi krusial bagi mahasiswa FEB UNAIR untuk tumbuh menjadi sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, serta siap bersaing di masa depan.
Keberhasilan kelima tim FEB yang melaju hingga tahap Grand Final KIM 2026 menjadi bukti nyata bahwa ekosistem kompetisi yang didukung oleh sistem mentoring terstruktur akan melahirkan karya-karya yang luar biasa. Ke depannya, program pendampingan strategis seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi tradisi unggulan yang senantiasa dievaluasi.
Melalui kolaborasi yang kuat antara mahasiswa, fasilitator, dan pihak fakultas, kontingen FEB diyakini akan terus mendulang prestasi gemilang. Harapannya, dedikasi ini tidak hanya berhenti di ajang KIM tingkat universitas, tetapi juga mampu mengantarkan nama besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR meraih kejayaan di ajang bergengsi PIMNAS.