BERITA

FEB UNAIR DAN DJPB JAWA TIMUR PERKUAT SINERGI MELALUI DISEMINASI KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN I 2026

FEB UNAIR DAN DJPB JAWA TIMUR PERKUAT SINERGI MELALUI DISEMINASI KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN I 2026

(FEB NEWS) Surabaya – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR) Provinsi Jawa Timur Triwulan I Tahun 2026 dan Joint Research pada Selasa (30/6/2026) di Ruang 206 FEB UNAIR. Mengusung tema “Analisis Peran Dana Desa dalam Penurunan Konflik Lokal di Jawa Timur”, kegiatan ini menjadi forum diseminasi Kajian Fiskal Regional sekaligus ruang diskusi antara pemerintah, akademisi, dan mahasiswa mengenai perkembangan perekonomian, kondisi fiskal, serta hasil penelitian bersama terkait implementasi Dana Desa di Jawa Timur.

Membuka kegiatan melalui welcoming speech, Dekan FEB UNAIR, Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara FEB UNAIR dan Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penyelenggaraan forum ilmiah, tetapi juga melalui berbagai program akademik, seperti magang mahasiswa, dosen praktisi, hingga penelitian bersama (joint research) yang memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam penyusunan kebijakan publik berbasis bukti (evidence-based policy).

Prof. Rudi menilai tema Kajian Fiskal Regional tahun ini memiliki nilai strategis karena mengangkat dimensi sosial dari kebijakan fiskal. Selama hampir satu dekade implementasinya, Dana Desa telah banyak dikaji dari sisi pembangunan ekonomi maupun infrastruktur. Namun, penelitian yang menelaah pengaruhnya terhadap penurunan konflik lokal masih relatif terbatas. Oleh karena itu, hasil penelitian yang dipresentasikan diharapkan dapat memperkaya literatur akademik sekaligus menjadi masukan dalam penyempurnaan kebijakan pembangunan desa di Indonesia.

Selanjutnya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Saiful Islam, S.E., M.B.A., Ph.D., menyampaikan keynote speech mengenai perkembangan ekonomi dan fiskal terkini di Jawa Timur. Ia menjelaskan bahwa Kajian Fiskal Regional merupakan salah satu bentuk pelaksanaan fungsi DJPb sebagai Regional Chief Economist, yang bertujuan menyajikan analisis kondisi makroekonomi, pelaksanaan APBN, serta berbagai isu strategis daerah sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Saiful mengungkapkan bahwa di tengah dinamika perekonomian global, Jawa Timur tetap menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat. Pada Triwulan I Tahun 2026, perekonomian Jawa Timur tumbuh sebesar 5,96 persen (year-on-year), tertinggi di Pulau Jawa, dengan kontribusi sebesar 14,40 persen terhadap perekonomian nasional. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja industri pengolahan, perdagangan, konsumsi rumah tangga, serta investasi yang terus meningkat. Selain itu, inflasi tetap berada pada level yang terkendali, kesejahteraan petani mengalami peningkatan, dan berbagai indikator sosial-ekonomi menunjukkan tren yang positif.

Menurut Saiful, capaian tersebut menunjukkan pentingnya peran kebijakan fiskal sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong transformasi pembangunan daerah. Melalui Diseminasi Kajian Fiskal Regional, DJPb berupaya memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis data dan hasil penelitian sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Memasuki sesi inti yang dipandu oleh Kutfi Jusmintari, S.Sos., M.A.B., Analis Perbendaharaan Negara Ahli Madya Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur, peserta memperoleh pemaparan mengenai Kajian Fiskal Regional Provinsi Jawa Timur Triwulan I Tahun 2026. Rabindhra Aldy, S.E., Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur, menjelaskan bahwa perekonomian Jawa Timur pada triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan resiliensi yang kuat dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,96 persen (year-on-year). Pertumbuhan tersebut didukung oleh sektor industri pengolahan, perdagangan, dan konsumsi rumah tangga, disertai stabilitas inflasi, meningkatnya kesejahteraan petani, serta investasi yang terus tumbuh sebagai fondasi transformasi ekonomi daerah.

Paparan tersebut dilanjutkan oleh Abdullah, S.E., M.Si., Kepala Seksi PPA II C Kanwil DJPb Provinsi Jawa Timur, yang menyampaikan perkembangan pelaksanaan APBN hingga Mei 2026. Dalam paparannya, Abdullah menjelaskan perkembangan pendapatan negara, belanja pemerintah, serta kinerja fiskal regional sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pembangunan di Jawa Timur.

Pada sesi berikutnya, Ilmiawan Auwalin, Local Expert Kementerian Keuangan Jawa Timur sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, mempresentasikan hasil joint research bertajuk “Analisis Peran Dana Desa dalam Penurunan Konflik Lokal di Jawa Timur”. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan Difference-in-Differences (DiD) untuk menganalisis pengaruh Dana Desa terhadap probabilitas konflik lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Desa memiliki pengaruh negatif terhadap probabilitas konflik lokal, yang berarti implementasi Dana Desa berkontribusi dalam menurunkan potensi konflik di wilayah perdesaan. Peningkatan pembangunan infrastruktur, aktivitas ekonomi desa, serta akses masyarakat terhadap layanan publik dinilai turut memperkuat kohesi sosial dan menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih kondusif.

Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan narasumber, akademisi, mahasiswa, serta para peserta. Diskusi membahas berbagai isu strategis mengenai perkembangan perekonomian, kondisi fiskal, efektivitas implementasi Dana Desa, hingga peluang kolaborasi riset antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung penyusunan kebijakan publik yang lebih adaptif dan berbasis bukti.

Melalui penyelenggaraan Diseminasi Kajian Fiskal Regional dan Joint Research ini, FEB UNAIR kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan kajian ilmiah yang berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Sinergi antara dunia akademik dan pemerintah diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif sekaligus memperkuat tata kelola fiskal, mendorong pembangunan daerah yang inklusif, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen FEB Universitas Airlangga dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menghasilkan pembelajaran berbasis riset serta memperkaya wawasan mahasiswa mengenai kebijakan fiskal. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penyediaan rekomendasi berbasis bukti mengenai peran Dana Desa dalam memperkuat kohesi sosial dan mendukung tata kelola pemerintahan desa yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.