

(HIMA S1 IE NEWS) Transisi energi bukan sekadar isu lingkungan, melainkan transformasi besar bagi struktur ekonomi sebuah bangsa. Semangat inilah yang dihadirkan Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi (HIMA IE) Universitas Airlangga melalui gelaran INCONOMIX 2026 bertajuk “Powering the Future: Exploring Economic Resilience in the Renewable Era”. Kegiatan E-Conversation ini terselenggara secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu, (9/05/2026).
Mengambil sudut pandang ekonomi makro, INCONOMIX tahun ini menghadirkan dua perspektif berbeda dari akademisi dan praktisi. Ibu Nur Aini Hidayati, Dosen Ilmu Ekonomi FEB UNAIR, menekankan bahwa resiliensi ekonomi adalah kemampuan sebuah negara untuk menyerap guncangan harga, beradaptasi, dan bertransformasi membangun struktur rendah karbon.
Akrab dengan sapaan Aini, ia memaparkan bahwa Indonesia memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang luar biasa besar, yakni lebih dari 3.000 GW, namun ketergantungan pada energi fosil masih mencapai 82% per tahun 2024.
Perspektif praktis berlanjut oleh perwakilan Generasi Energi Bersih (GenBI) Region Surabaya. GenBI menyoroti urgensi peran Gen-Z sebagai aktor utama transisi energi, mengingat 76% anak muda Indonesia menyatakan ketertarikannya pada pekerjaan yang memberikan dampak positif (green jobs). Diskusi juga membedah tantangan nyata di lapangan yang terdapat ambivalensi antara komitmen penghentian PLTU dalam 15 tahun ke depan dengan realitas pembangunan kapasitas pembangkit fosil baru di RUPTL saat ini.
Suasana forum terasa sangat hidup dengan kehadiran sekitar 100 peserta dari berbagai universitas, mulai dari Universitas Airlangga, UPN Veteran Yogyakarta, UPN Veteran Jawa Timur, hingga Universitas Pekalongan. Antusiasme audiens terlihat jelas melalui diskusi kritis mengenai “chokepoint” energi global di Selat Hormuz yang dapat memicu inflasi dan menekan APBN Indonesia jika kita tidak segera mandiri secara energi.
Momen kunci yang menambah keseruan acara adalah sesi Quiz interaktif melalui platform Quizizz. Para peserta berlomba menunjukkan pemahamannya terkait isu ekonomi energi demi memperebutkan insentif e-wallet.
“Melalui INCONOMIX, kami ingin memberikan insight baru bagi mahasiswa bahwa kemandirian energi adalah kunci ketahanan ekonomi. Kami berharap forum ini menjadi pemantik awal bagi peserta untuk melahirkan gagasan inovatif dalam sesi E-Mentoring nanti,” ujar Rasendriya Akmal Nugroho, Ketua Panitia INCONOMIX 2026.
Kegiatan ini sekaligus menjadi aksi nyata mahasiswa guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).
Penulis: Rasendriya Akmal Nugroho
Editor: Sintya Alfafa