BERITA

PRODI AKUNTANSI FEB UNAIR HADIRKAN PAKAR INTERNASIONAL KUPAS TUNTAS AKUNTANSI MANAJEMEN DAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

PRODI AKUNTANSI FEB UNAIR HADIRKAN PAKAR INTERNASIONAL KUPAS TUNTAS AKUNTANSI MANAJEMEN DAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

(FEB NEWS) Arus transformasi bisnis global menuntut dunia pendidikan bergerak lebih cepat daripada sekadar menyampaikan teori di ruang kelas. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Akuntansi FEB Universitas Airlangga kembali menghadirkan ruang diskusi internasional melalui Guest Lecture yang berlangsung pada Selasa (19/05/2026) di Aula Fadjar Notonegoro FEB UNAIR.

Kegiatan ini menghadirkan dua akademisi internasional dengan kepakaran berbeda namun saling terhubung dalam ekosistem bisnis modern. External Co-Supervisor Dr Laith Alsheyab Universiti Tenaga Nasional (UNITEN) Malaysia membahas perkembangan Management Accounting, sementara Lecturer Accounting and Finance Muhammad Ishfaq Ahmad PhD, MBA, PGCLTHE, CPA dari Teesside International Business School Inggris mengulas peran Management Information System (MIS) dalam mendukung pengambilan keputusan organisasi.

Evolusi Akuntansi Manajemen

Sesi pertama, Dr. Laith Alsheyab membuka nya dengan menelusuri transformasi besar yang telah mengubah wajah akuntansi manajemen secara fundamental. Dr. Laith menegaskan bahwa akuntansi manajemen konvensional terlalu lama terkurung pada fungsi pelaporan dan pengendalian semata tanpa arah strategis yang jelas. Namun tekanan pasar yang semakin kompetitif, globalisasi, dan lompatan teknologi telah memaksa pergeseran besar. Akuntansi manajemen kini harus menjadi kompas perusahaan dalam merencanakan masa depan, menentukan arah, dan merumuskan strategi.

Salah satu instrumen yang ia soroti secara mendalam adalah Value Chain Analysis, sebuah pendekatan yang menganalisis setiap aktivitas bisnis secara kritis dengan dua pertanyaan sederhana. “Seberapa besar nilai yang aktivitas ini ciptakan bagi pelanggan, dan berapa biaya yang harus dikeluarkan? Jika nilai melampaui biaya, itu aktivitas yang baik dan perlu dipertahankan. Jika biaya melampaui nilai, itulah masalah yang harus segera diselesaikan,” jelasnya.

Kerangka berpikir ini, menurutnya, adalah kunci untuk mencapai dua tujuan utama akuntansi manajemen modern yaitu meminimalkan pemborosan biaya sekaligus memaksimalkan nilai yang dihasilkan bagi pelanggan dan perusahaan.

Management Information System

Sesi kedua mengalir dengan energi yang berbeda. Muhammad Ishfaq Ahmad PhD, MBA, PGCLTHE, CPA selaku dosen Accounting and Finance dari Teesside International Business School, membawa mahasiswa masuk ke dalam anatomi sebuah sistem yang diam-diam mengendalikan hampir seluruh keputusan organisasi modern yaitu Management Information System (MIS).

Ishfaq mendefinisikan MIS bukan sekadar perangkat teknologi, melainkan sebagai konvergensi antara manusia, mesin, dan proses yang bekerja bersama untuk mengubah data mentah menjadi informasi bermakna bagi para pengambil keputusan di setiap lapisan organisasi. “Informasi berupa data yang ditempatkan dalam konteks yang bermakna dan berguna bagi penggunanya. Tanpa konteks, data hanyalah kebisingan. Dengan konteks yang tepat, ia menjadi fondasi dari setiap keputusan strategis yang diambil organisasi,” paparnya.

Ia melanjutkan dengan mengenalkan sebuah analogi yang langsung mengena di benak peserta. MIS dalam organisasi ibarat jantung dalam tubuh manusia dengan informasi sebagai darahnya “Jantung memompa darah bersih ke seluruh organ tubuh, termasuk otak. Sistem Informasi Manajemen bekerja persis seperti itu, memastikan data yang tepat dikumpulkan, diproses, dan didistribusikan ke seluruh pihak yang membutuhkan, pada waktu yang tepat dan dalam bentuk yang tepat pula,” pungkasnya.

Sistem Informasi Manajemen mencakup komponen yang saling terintegrasi seperti perangkat keras, perangkat lunak, sumber daya manusia, sistem komunikasi, hingga data yang secara kolektif memastikan setiap manajer memiliki informasi yang tepat untuk membuat keputusan yang efektif dan efisien.

Editor: Sintya Alfafa